Cinta Tidak Selesai

Cinta Tidak Selesai
Chapter 18


__ADS_3

Ayah Ais, bunda Ara, Danendra, Raka dan Bilandra berjalan menuju lokasi yang sudah disiapkan oleh pihak resor, sesuai dengan bookingan ayah Ais.


 


Wajah sumringah mereka semakin menambah aura kebahagian. Dengan style masing-masing mereka terlihat keren.


 


Bak botol dengan tutupnya, Danendra dan Bilandra tidak melepas tautan tangan mereka. Sesekali Danendra mengecup mesra punggung tangan sang pacar.


 


Iya benar sekali, semakin hari Danendra semakin bucin dengan Bilandra. Kisah diluar rencana mereka sebagai manusia. Tapi sudah menjadi takdir Tuhan.


 


Pandangan mata yang penuh damba terlihat jelas di wajah ganteng dan ayu dua anak manusia yang di mabuk asmara.


 


Tanpa mereka sadari, bunda Ara sudah memfoto candid mereka dan sudah di kirim untuk mama Udi.


 


“Mam, lihatlah si cantik dan si ganteng matching dong, couple vibes dech” caption bunda Ara dibawah foto candid yang dikirim untuk mama Udi.


“Wow, cucok dech bun, jadi pengen nyusul” balas mama Udi di chatnya dengan bunda Ara.


 


“Tenang mam, tinggal berapa hari lagi kan nyusul, kita bisa liburan bareng” cuit bunda Ara menanggapi mama Udi.


 


“Yess, benar bun, nanti kita hangout bareng yaa, couplean juga hihihihi” mama Udi membalas bunda Ara.


 


“Oke mam, ya udah mam, kita lanjut picnic lunch dulu ya, nanti aku share lagi foto-foto selanjutnya” tutup chat bunda Ara ke mama Udi.


 


“Oke bun, titip nak wedhok ya (anak cewek), terimakasih sudah ajak Bilandra berlibur” pungkas mama Udi.


 


Rombongan ayah Ais sudah sampai spot yang mereka booking. Takjub itu pasti. Lagi-lagi mereka disuguhi keindahan semesta dan pastinya kenikmatan hidangan yang tersaji.



“Wow ... ayuk buruan makan bun” seperti biasa Raka sudah tidak sabar memanjakan perut buncitnya.


 


“Iya, sabar ya nak” jawab bunda Ara sembari menyiapkan makanan ke piring. Seperti biasa bunda akan melayani ayah terlebih dahulu lanjut si bungsu. Kalau Danendra sudah mandiri, tapi untuk lunch kali ini dia sudah di manjakan oleh pacarnya.


Lunch picnic yang sangat berkesan, terlebih Bilandra yang awalnya hanya satu malam saja dan itu memang untuk beristirahat. Tapi karena bertemu dengan keluarga Ais Wicaksana jadilah liburan Bilandra super exclusive.


 


“Kamu mau makan apa Bi” tanya Bilandra lembut ke Danendra.


 


“Apa aja yang kamu ambilkan aku mau, apalagi kalau disuapin sekalian” jawab Danendra ngelunjak.


 


Tidak banyak kata lagi Bilandra mengambil makanan dalam satu piring. Cukup banyak karena itu untuk dia sendiri dan juga Danendra. Suapan demi suapan mendarat di mulut Danendra. Romantis tidak kenal tempat, kalimat itu pas untuk mereka berdua.


 


Selanjutnya tanpa banyak kata, dalam sekejap hidangan yang tersaji sudah ludes dilahap. Masih ditempat mereka lunch picnic, ayah Ais, bunda Ara, Danendra , Raka dan Bilandra masih duduk bersama, bercerita dan menikmati pemandangan indah. Bahagia itu adalah rasa yang mereka rasakan.


“Video call yuuk sama mama” ajak Danendra memberi ide.


 

__ADS_1


“Ayuuuukkkkkkk, aku juga kangen banget sama mama, pakai HP aku aja nih Bi” Bilandra menyambut bahagia ide Danendra.


 


Mengambil hp di tasnya, Bilandra menghubungi nomor mama Udi.


 


“Hallo mam” sambut Bilandra dengan riang gembira saat video call tersambung dengan mamanya.


 


“Hallo juga cah ayu, hallo semuaaaa” jawab mama Udi tidak kalah renyahnya.


 


HP Bilandra putar memperlihatkan masing-masing wajah rombongan nya. Ada ayah Ais, bunda Ara, Raka dan pastinya Danendra.


 


“Hallo juga mam” balas mereka kompak sambil melambaikan tangan mereka ke layar hp Bilandra.


 


“Hmmm serunya picnic lunch nya bikin pengen cepetan nyusul dehh, kalian ini” mama Udi mulai merajuk melihat enaknya picnic lunch mereka.


 


“Sini mam, apa dicepetin aja liburannya” jawab Bilandra dengan senyum mengembang.


 


“Pengennya sih begitu mbak, tapi ya tidak mungkin terjadi, kan papa sudah ajuin cuti nya ngga bisa dicepetin” balas mama Udi dengan mimik muka memelasnya.


 


“Sabar mam, bentar lagi juga nyusul tapi ngga disini, di Denpasar kita liburan bareng” sahut Danendra menenangkan calon mama mertuanya.


 


“Iya mas, besok kita seneng-seneng ya, by the way tuhh Raka udah teler gitu, kekenyangan apa keracunan?” mama Udi mengiyakan sang calon menantu, lanjut tanya karena melihat Raka yang setengah teler karena kekenyangan.


 


 


“Hahahaha jadi kekenyangan to nak, kirain mama kan keracunan habisnya mas Raka anteng gitu” goda mama Udi masih berlanjut.


 


“Dia mah laper berisik kenyang anteng” sahut bunda Ara.


 


“Sama aja bun sama si Abhinaya nihhh” jawab mama Udi sambil nunjuk bocah kecil yang masih nyenyak tidur siang.


 


“Papa Iyo belum pulang mam” suara ayah Ais bertanya ke mama Udi.


 


“Belum yah, masih jam segini, papa nya mah sore baru pulang” jawab mama Udi.


 


“Omong-omong ada yang couplean gitu, kompak bener” canda mama Udi ditujukan ke pasangan kekasih yang sedari tadi mesra habis.


 


“Kompak dong, kita gitu lohhh” Danendra bangga menjawab candaan mama Udi.


 


“Keren kan kita mam” Bilandra menyela ditengah perbincangan calon mertua dan calon menantu itu.


 

__ADS_1


“Iya keren, siapa dulu dong mamanya” sombong mama Udi.


 


“Yeee malah mama yang congkak jadinya” jawab Bilandra yang diikuti tawa mereka bersama.


 


“Ya sudah lanjut lagi sana menikmati The Menjangan, besok sudah check out kan?” tanya mama Udi sebelum mengakhiri video call nya.


 


“Iya mam, seperti yang aku wa kemarin dulu, besok kita cussss Denpasar” bunda Ara yang menjawab tanya mama Udi.


 


“Oke dehh, have fun semua dan sampai ketemu beberapa hari lagi guys” tutup mama Udi.


 


“Bye mam, terimakasih” jawab mereka kompak.


Setelah mengakhiri video callnya, rombongan ayah Ais masih menikmati lunch picnicnya sembari ngobrol.


 


Raka pastinya sudah berkelana ke alam mimpi karena kekenyangan. Disampingnya ada ayah Ais yang tidur dipangkuan bunda Ara. Begitu juga Danendra yang terlihat nyaman tidur dipangkuan Bilandra. Tangan Bilandra terus mengusap ujung kepala Danendra dan tangan satunya bertaut mesra dengan tangan Danendra diatas dada kekar Danendra. Danendra mengusap lembut punggung tangan Bilandra dan sesekali mengecup mesra. Sembari mereka ngobrol banyak hal dengan ayah bunda.


 


Tanpa terasa sudah cukup lama mereka bersantai menikmati lunch picnic. Raka pun sudah bangun dari tidurnya.


 


“Yuk kita lanjut berkuda, pas ini sekalian lihat sunset” ajak ayah Ais ke rombongannya.


 


“Oke yah” jawab bunda Ara mwakili yang lain.


 


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rombongan ayah Ais sudah bersiap diatas kuda masing-masing dan pastinya dengan guide masing-masing yang memegang kudanya.


 


Berjalan menikmati hutan lindung di sekitar The Menjangan benar-benar indah. Hutan yang dilindungi dengan pohon-pohon besar dan rindang. Memberi habitat yang nyaman untuk menjangan liar yang hidup disana.



Sampai di bibir pantai, banyak spot foto indah yang mereka abadikan. Kenangan indah selain terekam dalam ingatan mereka masing-masing harus menjadi kenangan di sosial media masing-masing.


 


“Wow sungguh terlalu semesta, terlalu indah” Bilandra mengagumi semesta yang luar biasa memberi keindahan.


 


“Betul Ji, semesta sangat indah dan bertambah indah karena aku menikmati bersama wanita cantik yang resmi jadi pacar aku” tambah Danendra dibubuhi gombalan basi tapi bikin happy buat Bilandra.


 


Tersipu malu pasti itu yang dirasakan Bilandra. Terlihat dari blush dipipinya dan juga senyum manis dengan tatapan mata tajam penuh damba.


 


“Mas sunsetnya keren, sini bunda fotoin kalian, pas banget momennya” teriak bunda Ara membuyarkan tatapan mata dua sejoli yang terpanah asmara.


 


“Boleh bun” jawab Danendra sambil menengok ke arah bundanya.



“Setiap goresan kenangan indah kita akan menjadi pengingat disaat besok kita tidak sepaham, berdebat mungkin sampai kita berpisah. Simpanlah kenangan ini mungkin nanti akan menjadi pereda amarah dan jika sampai berpisah setidaknya akan membuat kita tersenyum saat mengingatnya”

__ADS_1


 


__ADS_2