
Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Mama Udi dan Bilandra terlihat sibuk didapur setelah tadi Bilandra dan Danendra bergantian mandi malam, bergantian yaaa bukan barengan, belum sah 🤪 tapi ... kira-kira sampai sah ngga hayooo ????
Bilandra dibantu mama Udi menyiapkan komponen - komponen barbequean yang bakal mereka gelar bersama para sahabat, dua pasangan bucin yang belum kelihatan batang hidungnya.
Sementara Danendra dan papa Iyo sedang mengobrol cukup serius terkait project dua keluaga ini. Bilandra pun sudah memberikan hasil ide brilliantnya mengenai konsep caffe, begitu juga papa Iyo sudah menyelesaikan desain home stay. Sudah di approve juga sama ayah Ais dan Danendra yang dalam project ini sebagai investor tunggal project mereka. Tetap profesional walau hubungan diantara mereka sudah semakin dekat.
"Pap .. Jadi mulai kapan eksekusi caffe sama home stay nya" tanya Danendra santai tapi serius sembari nguyah snack yang disediakan mama Udi.
"Sesuai plan minggu depan mas, ngga ada perubahan jadwal, masih bisa sebelum kalian fokus ke ujian, nanti setelah peletakkan batu pertama minggu depan biar papa yang fokus ke pekerjaan tukang, kalian harus fokus ke ujian dulu, oke" jawab lugas papa Iyo menempatkan diri sebagai kontraktor dan juga papa sekaligus.
"Siap pap boss" jawab Danendra mantab dengan tangan yang otomatis hormat grak.
"Lagi latihan upacara bendera Bi" celoteh Bilandra yang ternyata sudah berdiri dibelakang sofa santai yang Danendra dan papa Iyo duduki.
"Mau tau aja dehhhh, keppo" jawab Danendra yang berani-beraninya memancing kerusuhan.
"Ohhhh keppo nihhh sekarang aku, okelah kalau begitu, besokk-besok jangan sedih kalau aku cuek" ancam Bilandra dengan mode yang dibuat serius. Padahal apalah daya dia, mana bisa dia cuek sama Danendra, bisa - bisa malah dia yang uring -uringan sendiri nantinya.
"Ahhh kamu ngga seru Ji, anaknya ngancem mulu nihhh, mana ngancemnya cuek lagi bisa mati berdiri aku kamu cuekin" Danendra yang masih saja menjawab tanpa dosa. Padahal dia tau mana mungkin seorang Bilandra Herlambang nyuekin Danendra Wicaksana. Ngga di video call sehari aja korban uring - uringan Bilandra sudah banyak yang melapor ke dia.
"Kalian kalau udah bercanda suka kelewatan jadi ngga lucu tar ujung-ujungnya uring-uringan" lerai papa Iyo sebelum terjadi perang dunia.
"Ya udah biar aku ngga bete berkelanjutan anterin beli saos sama jajan sama minuman juga yuukk ke supermarket depan kompleksdan tentunya juga bayarin ya Bi" alibi Bilandra yang sebenernya sudah terbaca dengan mata Danendra.
"Baiklah tuan putri mari hamba antar ke supermarket" jawab Danendra sembari berdiri dan membungkukkan badan ala pelayan kerajaan.
"Pakai motor mama aja ya sayang" lanjut Danendra dengan suara dan diri dia yang sebenarnya tanpa drama.
"Aku ikuuuutttttt mas" teriak suara kecil Abhinaya yang langsung melempar si barbie dan berlari menuju calon mas iparnya yang sudah duduk diatas motor mama Udi.
__ADS_1
"Yahhh ketahuan juga sama bocil" sahut Bilandra yang masih berdiri mematung didepan kamarnya setelah mengambil jaket didalam kamar tadi.
"Jangan lari adik, tar malah jatuh lagi orang mbak juga masih disini" teriak Bilandra yang melihat adiknya berlari ke arah Danendra.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tidak lama dari Danendra, Bilandra dan Abhinaya keluar ke supermarket, Ita dan Aer beserta Kavi dan Lingga sampai dirumah Bilandra yang sudah mereka resmikan menjadi basecamp trio pasangan bucin.
Aer dan Kavi sama - sama menaiki motor sport kesayangan mereka, karena sesuai rencana mereka akan menghabiskan malam minggu ceria mereka di basecamp. Alasan mereka membawa motor adalah biar bisa masuk garasi rumah Bilandra dan tidak menuh - menuhin jalan kompleks karena mobil - mobil mereka.
Mereka pun hanya membawa badan dan baju yang melekat ditubuh karena tentunya dirumah yang sudah menjadi basecamp sudah tersimpan baju - baju mereka.
"Malam mam pap" suara fals Ita selalu menjadi pembuka.
Mereka pun langsung masuk kedalam karena pintu depan sudah terbuka lebar dan siap menyambut rombongan reog.
"Eh kalian sudah pada datang, tuhhh bantuin mama, masak iya mama yang repot kalian yang bikin acara sihhh" sahut papa Iyo dari ruang santai sembari menonton televisi.
"Siapppp boss" jawab kompak mereka langsung mengambil posisi masing - masing.
"Mam kemana anak mama kok begitu teganya meninggalkan mama didapur sendiri, mana dibikin ribet lagi" kembali Ita nyerocos tanpa filter sambil memeluk mama Udi dari samping.
"Nahhh ini anak - anak mama yang bikin mama ribet baru pada datang, ngga nyadar hmmmm" jawab mama Udi dengan tangan yang cekatan menyiapkan semua.
"Huhhhh dasar, kamu anak durhaka" sahut Lingga tanpa dosa.
"Kamu juga taukkkkk" sambar Ita yang malah bikin riweh dapur bukannya langsung bantuin mama Udi.
"Sssttttttt berisikkkkk yaa anak cantik - cantik ini, udah buruan ini bawa kesana daging, jagung, sosis dll biar di grill sama koki kita" perintah mama Udi menyelesaikan pertikaian Ita dan Lingga.
__ADS_1
Sementara Kavi dan Aer tentunya sudah sibuk menyiapkan bebakarannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu jam kemudian Danendra, Bilandra dan Abhinaya sampai rumah dengan tentengan berisi full amunisi perjajanan dan aneka macam minuman. Dan sudah pasti barbeque ala trio bucin sudah ada yang matang, sudah dilahap pula.
"Kirain lupa jalan pulang sayang" sambut Ita dengan mulut penuh sosis.
"Bisa aja emak tiri" jawab Bilandra dengan slengekan dan menaruh tentengan perjajanan mereka di meja.
"Hmmmm sudah semerbak sekali wangi daging nya, mau dong" Danendra yang masuk terakhir karena harus memarkir motor mama Udi di garasi terlebih dahulu.
"Hmmm yummy, aku mau mas Aer, mau beef, mau sosis juga yang banyak" sahut Abhinaya yang masih setia digandengan tangan calon mas iparnya.
"Semerbak dong, enak pula" jawab Aer yang belum mencicipi masakannya karena setiap sudah matang langsung masuk ke mulut orang lain.
"Sampek kokinya cuma nyicipin asapnya doang" lanjut Aer dengan gerutuannya.
"Sini .. Sini adik imut mas, mas udah siapin spesial buat Abhinaya, papa dan mama juga" Aer masih berlanjut menyiapkan hidangan untuk mama Udi, papa Iyo dan Abhinaya tentunya, dan sebelum semua disikat habis sama rombongan reog yang ngga punya istilah kenyang.
"Ya ampun, pada tega bener yaaa, kamu lagi Ta ,bisa - bisanya pacarnya cuma disuruh makan asap, dirinya sendiri penuh betulll tuhhh isi mulut sama sosis" Danendra mulai membumbui drama dimalam minggu.
"Mama sama papa juga belum disiapkan??? Ck .. Ck .. Ckkk sungguh durhaka wahai kalian anak - anak yang tidak tahu balas budi" lanjut drama Danendra memancing kerisauan.
"Aduhhhh .. Aduhhhh sungguh durhakanya aku ini, maafkan aku cayang yang lupa kalau sudah terbuai oleh makanan enak" Ita menimpali dan sempurna sudah drama malam minggu ini.
Tentunya mama Udi dan papa Iyo menyaksikan gurauan - gurauan sahabat dan pacar anaknya yang sudah mereka anggap anak sendiri. Bahagianya sekarang mama dan papa berasa punya anak delapan, begitu juga yang dirasakan ayah Ais dan bunda Ara yang lebih intens bertemu dengan tiga pasangan bucin plus duo gembul.
Tapi tidak lupa bahagianya mami papi Ita dan Lingga, begitu juga Ayah dan Ibu Aer dan Kavi. Mereka berasa menambah anak, secara sebelumnya Ita, Lingga, Aer dan Kavi adalah anak tunggal. Apalagi Kavi yang anak angkat dari ayah ibu nya, dan sekarang betapa bahagianya tiba - tiba punya delapan anak. Dan semua langsung klik tanpa embel - embel canggung.
__ADS_1