Cinta Tidak Selesai

Cinta Tidak Selesai
Chapter 61


__ADS_3

"Cup .. Cup .. Cup udah dong jangan nangis dulu, jelasin dulu ada apa sayang, ntar kalau sekiranya sedih jadi aku bisa ikutan nangis" lanjut Ita yang masih mengarahkan iphone nya ke arah Bilandra yang sudah nangis kejer.


Setelah beberapa menit berlalu, Bilandra sudah mulai tenang dan mengusap lelehan air mata yang banjir di kedua pipi mulusnya. Danendra yang menyaksikan itu semua sebenarnya sangat amat tidak tega. Pengennya lari ke sana terus meluk ngga dilepasin sampai puas.


"Danendra ... Danendra ..." ucap terbata - bata Bilandra menambah rasa ketidak tegaan yang melihat.


"Danendra kenapa? Dia baik - baik saja kan? Dia pasti udah mau sampai Jogja dehh" jawab Ita dengan antusias yang sungguh sangat natural.


"Dia ngga jadi datang, aku sebel banget, aku chat juga ngga dibales lagi, emang ada ya yang lebih penting dari ketemu aku? Katanya kangen, katanya sayang tapi nyata nya apa coba?! Aku marah !!" oceh Bilandra dengan emosi yang sudah menggebu - gebu.


"Kalau gini mendingan cari pacar lain aja, yang ngga pakek LDR, kan ngga ada gunanya punya pacar ganteng, gagah, keren, tajir pula tapi jauhhhhhhh !!!" sambung amarah membara Bilandra dan tentunya semua terdengar jelas oleh Danendra yang tadinya tersenyum bahagia bisa ngerjain, tapi respon selanjutnya adalah deg - deg an Bilandra mau cari pacar lagi. Bisa kiamat dehhh dunia Danendra.


"Terus .. Terus keluarin semua unek - unek kamu, biar kamu lega, kata - kata in sepuas kamu biar kamu ngga sakit hati, keluarin sayang" pancing Ita yang berusaha keras menahan tawanya. Terbayang sudah gelisahnya muka Danendra.


Tentunya di bagian tempat lain, Kavi dan Lingga yang tadinya ikut tegang berubah drastis jadi ketawa sangat girang mendengar ocehan Bilandra yang sungguh frontal.


"Tar malam kamu ngga usah pacaran ya, kita jalan aja, hangout bareng, aku mau cari cowok lagi !!!!" lanjut ancam Bilandra yang sungguh sudah memuncak emosinya.


"Siap boss, dengan senang hati nanti aku temenin, tar cari yang lebih - lebih dari Danendra ya" Ita yang semakin bahagia menghasut Bilandra yang masih sangat emosi. Dasar Ita yang super jahil tentunya sangat bahagia, tidak cuma Bilandra yang kena prank, Danendra pun merasakan kekhawatiran yang luar biasa.


"Sekarang pulang dulu yuk, udah sepi lho ini sekolah, apa mau nginep aja?" lanjut Ita dengan ide brilliant menurut dia yang faktanya sungguh absurd terdengar ditelinga orang lain yang mendengar.


"Ngga mau nginep, mau pulang!" jawab Bilandra yang masih belum sadar kalau sudah dikerjain habis - habisan. Yahh itulah sisi lain Bilandra, akan menjadi sangat terlihat beg o jika terlampau emosi merajai hati sanubarinya.


"Oke cusss, mari pulang" Ita menggandeng tangan Bilandra sembari berjalan keluar kelas menuju gerbang sekolah.

__ADS_1


Sementara di depan gerbang sekolah, Aer yang sudah tertawa ngakak melihat muka Danendra dan kelakuan iseng pacarnya.


"Muka kamu bro, pengen pu*p ya" ejek Aer yang jarang sekali berkomentar. Tapi khusus kasus ini dia sangat tertawa bahagia sungguh begitu ekspresif.


"Dasar ya, kamu sama pacar kamu memang klop, pinter banget bikin hati was - was" jawab tegang Danendra sembari menatap pintu keluar sekolah Bilandra, Ita dan juga Aer.


"Kan kita dukung ide kamu, kurang apa coba kita sebagai sahabat sejati" Aer masih saja menjawab Danendra yang sebenernya sudah tidak berfikir normal.


Terlihat dua cewek cantik berjalan beegandengan tangan. Belum terlihat sih sembab atau tidak tuhh mata salah satu cewek yang habis nangis kejer gara - gara diprank pacar sekaligus sahabat - sahabatnya.


"Wahhh .. Ada cowok cakep tuhh" Ita kembali berkreasi dengan kejahilannya.


"Lihat dehhh .. Bisa tuhhh gantiin Danendra" lanjut Ita sembari mengangkat muka Bilandra yang sedari tadi berjalan menunduk.


"Kalian jahat ihhh, ngerjain aku ya" lanjut Bilandra yang menyadari sudah berdiri tegap pacar yang barusan aja mau dia tukar tambah.


Tidak lagi melangkahkan kakinya, Bilandra berdiri mematung di halaman pintu keluar sekolahnya. Di ujung jalan, tepatnya di gerbang sekolah sudah ada sosok anak manusia yang sangat dia rindu sepenuh hati.


Kembali lagi air mata mengalir perlahan, dari setitik menjadi semakin deras. Berdiri mematung dengan tatapan nanar, antara senyum dan tangis menjadi satu. Sulit untuk diungkapkan dengan kata - kata.


"Lhah .. Kok malah berhenti grak sihhh nih anak, ayo maju jalan dong" Ita yang masih saja jahil dengan senyum haru pun melihat pasangan bucin yang baru saja disupport untuk saling ngerjain.


"Jahat ahhh kalian, aku sukaaaaa" jawab absurd Bilandra sembari berlari kenceng ke arah Danendra yang berdiri dengan merentangkan kedua tangannya.


"Jahat!!!" kata itu yang sanggup Bilandra ucapkan saat sampai dipelukan Danendra dengan tepat. Dengan air mata yang semakin deras mengalir.

__ADS_1


"Maaf ya Ji, i love you" jawab Danendra berbisik lembut ditelinga Bilandra yang menangis dalam pelukannya.


"I miss you so much Ji" lanjut Danendra dengan sangat lembut.


Sekian menit pasangan bucin LDR ini saling berpeluk, menyalurkan kerinduan yang luar biasa sekaligus amarahnya Bilandra yang sudah sukses dikerjain.


"Mau pelukan saja terus disini, kalau aku asih lapar, ya ngga cayang" suara emak tiri menggangu keromantisan Danendra dan Bilandra.


" Yups, cayang, biarin dehhh yang maunya pelukan, kita makan aja yuukk, lagian kunci juga udah di aku" jawab Aer yang ternyata tidak kalah absurd dari Ita.


"Enak aja mau ninggalin, emang dikerjain sampai nangis itu ngga butuh tenaga, butuh banget taukkkkk!!!" sahut Bilandra yang masih dalam pelukan Danendra.


"Lhah dia jawab tapi ngga dilepas tuhh pelukan, bagaimana sihhh ini?" oceh Ita melihat kelakuan Bilandra.


Danendra yang sudah bisa tersenyum bahagia, melepas perlahan pelukannya. Diusapnya sisa - sisa air mata di pipi Bilandra. Dan tidak ketinggalan kecupan di bibir ranum sang pacar yang sudah sangat dia rindu.


"Yahhh pakek adegan cium lagi, boleh dilanjut nanti lagi ngga kasihan mata suci kami" celoteh Ita sembari berjalan bergandengan mesra dengan Aer dan lebih dulu jalan ke arah mobil Danendra yang terparkir cukup jauh dari sekolah mereka.


"Dasar ya kaliannnn, awas aja tar aku bales" gerutu Bilandra dengan masih enggan lepas dari pelukan ternyaman bagi dia, apalagi kalau bukan pelukan hangat Danendra.


"Hehehee ada yang dendam dong, iya tenang aja Ji nanti kita bales ya, memang mereka itu pasangan sepuh yang tidak patut dicontoh" imbuh Danendra tanpa dosa. Bahwasanya ide ngeprank adalah pyurrrr ide konyol dia yang didukung sepenuh hati oleh para sahabat.


"Hmm khususnya kamu Bi, kamu adalah otak dari semua ini kan" jawab Bilandra dengan memicingkan sebelah matanya seolah mafia yang siap membalas musuhnya.


"Haduhhhh, peace Ji" Danendra auto jiper.

__ADS_1


__ADS_2