
"Ji .. Sayang, bangun yuk, boboknya dilanjut dikamar" bisik Danendra lembut ditelinga Bilandra yang semakin terlelap ke alam mimpi.
Sepuluh menit berlalu tetapi tidak ada pergerakkan dari Bilandra. Terusik pun tidak dengan bisikkan Danendra tadi. Danendrapun berusaha membangunkan dengan mengusap lembut punggung Bilandra yang nemplok macam cicak di dada Danendra.
"Sepertinya akan sia-sia, dia ngga akan bangun terlalu lelap rupanya, hmmm untung kamu mungil Ji, aku gendong sajalah" batin Danendra.
Iphone sudah masuk kekantong, ipad Danendra taruh diatas perut Bilandra yang posisinya sekarang sudah ala bridal style. Berjalan perlahan menuju lift dan naik ke lantai sebelas dimana Keluarga mereka booking kamar.
Mengingat sudah larut dan tidak mau kelangsungan tidur yang lain Danendra membawa Bilandra kedalam kamarnya. Dengan perlahan Danendra membaringkan Bilandra di atas kasur king size ala suite room.
Danendra melepas satu per satu sandal hotel yang Bilandra pakai dikaki imutnya. Dikibaskannya rambut yang menutup wajah ayu Bilandra.
"Tidur aja cantik banget kamu sayang, jadi gemes deh pengen uyel-uyel kamu" batin Danendra sembari mengecup lembut pucuk kepala Bilandra yang sudah tidak merasakan apapun sentuhan Danendra.
Kalau udah tidur diapa-apain juga ngga bakal bangun nih anak. Setelah membereskan Bilandra sehingga boboknya nyaman, Danendra mandi malam sebelum dia sendiri akan menyusul Bilandra ke alam mimpi.
Setelah badan bersih barulah terasa lelah letih lesu dan mengantuk tentunya. Dengan kesadaran yang cukup penuh Danendra merebahkan tubuh atletisnya di sofa yang ada dikamarnya. Belum saatnya dia buka segel yang melekat di Bilandra. Nanti juga ada waktu yang tepat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sinar matahari pagi terpancar melalui celah jendela yang tertutup gorden tipis. Perlahan mata indah Bilandra mengernyit menandakan tersilau-silau akan sinar matahari pagi. Dengan mata yang belum terbuka sempurna dia ambil asal saja hp yang ada dinakas untuk melihat jam berapa saat ini.
__ADS_1
"Baru jam enam ternyata, silau sekali, hmm aku ada dimana ini" batin Bilandra sembari mengembalikan hp pada tempatnya dan mendudukkan dirinya sembari celingak-celinguk kekiri dan kekanan. Dilihatnta tubuh atletis Danendra terlentang di sofa dengan tangan kanannya sebagai bantal.
"Kok aku ada dikamar Danendra, semalam bukannya aku nyusul dia ditepi kolam renang ya? Ah iyaaa semalam aku ketiduran sepertinya karena menunggu dia membereskan pekerjaannya. Ya ampun berarti semalam aku digendong dong, dasar aku ya kalau sudah tidur kenapa kayak orang mati sihhh, kasihan Danendra pasti ribet banget semalam" oceh Bilandra dalam hati sembari mengurutkan kejadian semalam yang diluar ekspektasinya.
"Lebih baik aku mandi baru aku bangunin Danendra terus sarapan deh lanjut cek lokasi seperti rencana dia kemarin" Bilandra masih berbicara dalam hati sembari berjalan ke arah kamar mandi.
Tiga puluh menit berlalu dan Bilandra sudah meyelesaikan mandi paginya. Dengan rambut yang masih basah digulung handuk dan jubah mandi yang terjuntai di bawah lutut berwarna putih bersih. Keluar dari kamar mandi menuju ke sofa dimana Danendra masih terbuai mimpi.
"Bi, bangun yuk udah jam setengah tujuh lho, katanya mau cek lokasi" belai lembut Bilandra mengelus dada Danendra yang terbalut kaos polos tipis berwarna hitam.
Masih belum terusik juga, justru Danendra memeluk mesra tangan Bilandra yang mengelus lembut dadanya. Berasa mimpi dipeluk mesra Bilandra padahal memang pada nyatanya Bilandra sedang dengan lembut dan sabar membangunkan dia dari tidur nyenyaknya.
"Bi ... " Bilandra meninggikan sedikit suaranya sehingga berhasil membuat Danendra sedikit terusik.
"Udah hmmm tapi masih merem sih, bangun yuk bangun" goda Bilandra yang sedikit membungkukkan badannya dan menggesekkan hidungnya di hidung Danendra.
Dengan gerak cepat dan tepat sasaran Danendra menarik tubuh mungil Bilandra yang tentunya dalam hitungan detik sudah tepat terjatuh didada bidang Danendra.
"Jangan bikin aku khilaf Ji, aku tergoda lho" suara parau khas bangun tidur Danendra lembut terdengar di telinga Bilandra yang tepat berada di bibir Danendra.
"Kamu sih ngga bangun-bangun, malahan tambah nyenyak" jawab manja Bilandra yang justru nyaman pada posisinya sekarang.
Dua anak manusia yang seharusnya segera bangun dari tidurnya dan siap-siap untuk menjalankan misi yang sudah direncanakan tetapi malah terbuai dengan dekapan hangat penuh kasih sayang di pagi hari yang cerah ceria secerah hati mereka berdua.
__ADS_1
"I love you" bisik Danendra lembut semi mendesah syahdu, membuat seluruh bulu roma Bilandra tergugah untuk merespon dengan gerakan lembut didada Danendra .
"I love you too, ayo bangun terus mandi lanjut sarapan keburu siang nanti kita cek lokasinya Bi" jawab Bilandra sembari melepas lembut pelukan Danendra.
Setelah dirasa semua nyawa kembali dalam raganya Danendra mendudukkan badannya ditepi kursi sofa dengan masih menggenggam tangan mungil bilandra. Bilandra yang satu tangannya masih bebas mengusap lembut punggung Danendra. Dia salurkan rasa bahagia, cinta dan kasih sayang tulus dari hati yang terdalam.
"Kamu semalam kenapa ngga bangunin aku aja sih Bi, kamu pasti berat ya gendong aku" Bilandra meminta penjelasan dari Danendra kejadian semalam yang mengharuskan Danendra menggendong dia ala bridal style.
"Hmmm kamu aja yang kayak orang mati Ji, udah aku usap sampai guncang badan kamu, bukan bangun malah semakin nyenyak" jawab Danendra dengan entengnya.
"Mau aku ceburin kolam sih sebenernya semalam, tapi kok aku sayang jadi aku ngga tega dehh" lanjut goda Danendra yang berhasil membuat mata Bilandra melotot.
" Ihhh jahatnya pacar aku" jawab bilandra dengan suara yang sudah naik dua tingkat.
Sebelum menjadi lebih panjang dan lebar Danendra berlari dengan gesit masuk kamar mandi sembari tertawa bahagia melihat Bilandra yang kesel dengan ucapannya.
"Mandi yang bersih, aku ke kamar mama dulu ya ganti baju, nanti sayang nyamperin aku ya" teriak Bilandra dipintu kamar mandi sebelum dia keluar kamar Danendra menuju kamar mama papanya untuk ganti baju.
"Oke sayang, tar kalau mama papa tanya kenapa kamu tidur dikamar aku terus dikira aku udah buka segel kamu gimana" jawab Danendra tidak kalah teriak karena air shower yang menggangu pendengaran mereka.
"Ya udah tinggal kawin aja kita, eh nikah maksudnya" jawab Bilandra sambil benar-benar membuka kamar Danendra dan keluar menuju kamar mama papanya.
"Huh dasar, aku kawinin beneran semalam kan jadi beneran kita nikah Ji. Ahhh kenapa kamu yang berdiri sihhh otong. Belum saatnya kamu bermuara otong, masih panjang perjalanan kita otong, perjalanan mencari muara yang sesungguhnya, pengennya aku sihhh beemuara di kamu Ji. Pasti lucu dehhh anak-anak kita Ji, kulitnya putih aja kayak kamu, tapi hidung aku, matanya??? Hmm boleh lah satu kayak aku satu kayak kamu. Apaan sihhh kamu Ndra halu pagi-pagi" oceh Danendra dengan si Otong sepeninggalan Bilandra yang sudah kabur ke kamar mama papa.
__ADS_1