Cinta Tidak Selesai

Cinta Tidak Selesai
Chapter 38


__ADS_3

Sedikit mellow mendayu-dayu akhirnya hari yang dinanti Bilandra tiba juga. Walaupun sedikit ada drama mewek-mewek dikitlah selama tujuh hari ini Bilandra mampu melewati, tentunya mellow , meweknya Bilandra adalah pusing kepala Danendra karena harus extra tenang biar bisa menenangkan. Benar-benar Danendra perlu asupan sabar lebih sekarang.


 


“Wihhh cerah tuh muka, badai sudah berlalu kayaknya” colek Ita di pundak Bilandra yang berjalan bersama menuju gerbang sekolah karena waktunya pulang.


 


“Pastinya dong masak ujan mulu kan bisa banjir lama-lama tuh kali code” jawab absurd Bilandra.


 


“Dasar!!!!!” timpal Ita sembari menoyor Bilandra. Yang ditoyor malah nyengir bahagia.


 


“By the way nanti jadi kan neng hang outnya, katanya mau kenalin kangmas nya” sambung Ita make sure kalau nanti malam mereka jadi hang out bareng.


 


“Pastinya dong, ngga lihat apa udah berbunga-bunga gini muka aku udah kayak taman bunga” jawab Bilandra mantab mengiyakan.


 


Tanpa mereka sadari sepasang mata tajam dengam senyum yang tertahan menatap mereka tajam.


 


“Ehemmmm” deheman keras Danendra malah membuat Bilandra cengoh. Diam membatu kayak kesambet.


 


“Kayak ngga asing” bisik Ita ditelinga Bilandra menyadarkan kecengohannya karena kaget Danendra sudah berdiri di depan gerbang sekolahnya.


 


Tersadar mas pacarnya ada didepan mata tanpa kata dan aba-aba Bilandra berlari menerjang tubuh tinggi kokoh udah macam gapura.


 


“Yahhhh dia malah lari, dikacangin aku” gumam Ita yang tidak mendapat jawaban dari bisikkannya dibuat terkejut dengan tingkah sahabatnya yang tetiba urat malunya putus.


 


“Sayangg ..... kok udah disini aja, kayak jelangkung aja deh” oceh Bilandra tanpa dosa masih nangkring dipelukan Danendra. Dan tentunya tidak perduli dengan sekitar yang auto jadi ghibah.


 


“Surpriseee” jawab Danendra dengan khas cool nya. Bahkan kaca mata hitam itu masih bertengger di hidungnya.


 


“Ehemm main peluk-peluk aja neng, kenalin dulu kek malah auto bikin ghibah tuh warga” Ita yang penasaran dengan lelaki gagah perkasa yang dipeluk Bilandra tanpa malu.


 


“Hihihihi habisnya aku kan terkejut dijemput sama pacar aku” jawab Bilandra cengengesan setelah menyadari dia fix menjadi tontonan warga sekitar.


 


“Haiiii .. kenalin aku Ita, kalau diakui aku sahabat Bilandra” ulur tangan Ita ke Danendra.


 

__ADS_1


“Haiiii .. aku Danendra pacarnya Bilandra” sambut Danendra dengan uluran tangannya juga. Dan yang pasti dengan senyum angkernya.


 


“Gimana .... gimana ... wujud nyatanya lebih greget kan” sahut Bilandra yang bangga pamer pacarnya.


 


“TOP dech, kalau udah bosen bisa kok dialihin, dengan senang hati aku menerima hahahaha” otak gesrek Ita memang suka ngga sadar diri. Tapi Bilandra pun menanggapi dengan tawanya karena dia sudah sangat hafal dengan kegesrekan sahabatnya.


 


“Emang kolor main bosen aja” jawab Bilandra ngga kalah ngaco.


 


Danendra yang mendengar obrolan absurd Bilandra dan Ita tersenyum tanpa melepas lengan kekarnya yang membelit pinggang Bilandra.


 


“Obrolannya sambung dijalan aja yuk, aku sudah lapar, mama juga udah masak dirumah” potong Danendra ditengah-tengah obrolan absurd pacar dan sahabat pacarnya.


 


“Kamu sekalian bareng kita aja Ta” lanjut Danendra menawarkan tumpangan. Lagian rumah mereka kan satu komplek juga.


 


“Terimakasih sudah mau numpangin aku tapi maaf aku kan juga mau pacaran sama ayang aku jadi aku bareng ayang aku aja , nanti saja kita meet up” tolak Ita penuh drama konyol.


 


“Nah tuhh ayang mbeb aku udah keliatan hidungnya” lanjut Ita yang beneran absurd sekali bahasanya. Tidak ada istilah jaim kalau sama Ita. Anak itu memang super humble. Apalagi kalau sama sahabat kepompong kupu-kupunya.


 



 


Didalam mobil sebelum Danendra menjalankan mobilnya dia menatap tajam mata Bilandra yang terpancar bahagia disana.


 


“Ayo Bi jalan kok malah ngeliatin aku gitu sih” Bilandra heran karena Danendra bukannya jalan malah natap tajam gitu.


 


“I miss you so much Ji” Danendra berucap lembut sembari menarik Bilandra dan menyatukan bibir mereka. ********** perlahan, hatinya dipenuhi rindu sangat untuk kekasih hatinya. Bilandra yang awalnya kaget perlahan mengikuti ritme Danendra uang tidak menuntut. Bilandrapun merasakan rindu sangat ke kekasih hatinya.


Cukup lama mereka saling ******* sampai stok oksigen menipis. Perlahan Danendra melepas ******* di bibir Bilandra. Diusapnya bibir mungil yang memerah karena ulahnya. Tangannya mengusap lembut bibir Bilandra.


 


“I miss too so much Bi” jawab Bilandra lembut setelah pergulatan bibir berakhir.


 


“Hmmm sepertinya ada yang mau cerita nih kenapa tiba-tiba muncul, katanya baru sore sampai Jogja” lanjut Bilandra sembari membenarkan posisi duduknya dan memasang selt belt nya.


 


“Hehehehe tar ya aku dongengin, sekarang pak sopir fokus dulu kalau ngga nanti nyasar” jawab Danendra yang sudah perlahan menjalankan mobilnya.

__ADS_1


 


“By the way kok beda mobilnya Bi”tanya Bilandra yang memang menyimpan banyak kekeppoan. Bilandra akan memulai untuk memgintrogasi dengan caranya. Karena dia sadar dan wajib mencari tau siapa Danendra Wicaksana ini. Walau bucin akut tapi akal harus tetep dipakai dengan semestinya.


 


Danendra yang sudah menangkap sinyal kekeppoan Bilandra hanya tersenyum penuh arti. Pasti akan melewati masa ini, masa dimana Bilandra akan banyak tanya dan akhirnya akan banyak mau. Hal ini sudah diprediksi Danendra karena memang sudah wajarnya.


 


“Jawab Bi bukannya senyum, suka gitu deh kalau ditanya bikin tambah penasaran” lanjut Bilandra dengan rengekan manja yang berkelanjutan. Lupa sesaat kalau faktanya dia lebih tua dari orang yang ditanya tapi ngga buru-buru menjawab.


 


“Sabar sayang, ini lagi mau omong kamunya ngga pakai jeda nanyanya” jawab Danendra santai dengan mengusap pucuk kepala Bilandra yang duduk disampingnya.


 


“Ini mobil aku dari hasil kerja ngga hasil minta ya” lanjut Danendra sembari menoel hidung Bilandra.


 


“Nah iyaaa, masalah kerja, kamu udah kerja beneran Bi” Bilandra yang seperti sembuh dari amnesia menanyakan maksud kerja yang dari seminggu yang lalu belum dijelaskan Danendra.


 


“Waduwww jadi panjang nih nanya nya, hmmm jawab ngga ya” goda Danendra seperti enggan menjawab kekeppoan Bilandra yang menggebu-gebu.


 


Auto manyun saat Bilandra mendengar jawaban Danendra yang hobby baru nya nambah yaitu buat Bilandra penasaran tanpa buru-buru memberi penjelasan biar manyun dulu.


 


“Hahahaha manyun gitu” jawab Danendra dengan disertai tawanya.


 


“Aku punya beberapa caffe di Semarang sayang, ya singkatnya dari situlah aku bisa beli salah satunya mobil ini” lanjut Danendra menjelaskan singkat.


 


“Terus” tanya Bilandra lagi yang belum puas dengan jawaban Danendra.


 


“Terus kita turun dulu karena sudah sampai” jawab Danendra sembari menoel hidung Bilandra lagi.


 


Bilandra yang tidak sadar sampai depan rumahnya malah bingung.


 


“Kok udah sampai” lugunya Bilandra sambil membuka selt belt dan bersiap turun dari mobil. Danendra sudah menunggunya untuk turun dan masuk rumah tentunya.


 


“Suara bunda” Bilandra yang kembali dapat surprise dengan kehadiran bunda Ara.


 


“Hmmm sepertinya aku akan punya banyak waktu buat mendengar penjelasan kamu Bi” kembali Bilandra menatap Danendra tajam dengan sorot mata haus penjelasan.

__ADS_1


 


“Hahahahaha” tawa Danendra menggema menanggapi Bilandra yang sudah bersungut-sungut penasaran dengan surprise di hari sabtu.


__ADS_2