
Di tempat lain seorang pria kini tengah kelimpungan mencari keberadaan sosok wanita yang sudah dia hancurkan masa depannya.
"Bagaimana John apa sudah ada kabar baik..?"
"Belum bos.. jejaknya benar-benar bersih bos"
"S**t aku harus bagaimana John dia pasti begitu membenci ku,lalu bagaimana jika dia hamil John arghhhhhh...bodoh sekali aku"
"Tenang bos kami masih melakukan pencarian terhadap nona Davina semoga dalam waktu dekat sudah ada hasilnya"
"Baiklah John kau boleh pergi aku ingin sendiri"
"Baik bos saya permisi"
"Hm"
Ken..ya pria yang kelimpungan itu adalah Ken dia tengah di buat kehilangan akal dengan hilangnya Davina karena rasa bersalah nya dan juga belum sempat dia meminta maaf kepada wanita itu tapi wanita itu sudah pergi tanpa jejak meninggalkan kwn dwngan berjuta rasa bersalah di hatinya.
Awalnya Ken ingin menikahinya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu namun niat baiknya pupus ketika dia mendapati kabar bahwa wanita itu telah pergi meninggalkan negara ini begitu saja..sungguh Ken tidak tau harus apa sekarang sedangkan rasa bersalah di hatinya setiap hari menggerogoti nya seakan ingin segera di tuntaskan namun apa boleh buat ia harus sabar menantikan kehadiran wanita itu.
"Aku harap secepat nya kau kembali Vina agar rasa di hatiku segera bisa ku tuntaskan padamu,aku sungguh menyesal Vina maafkan aku"
__ADS_1
Di Negara P<<<<<<<<<
Semenjak Vina mengetahui bahwa dirinya kini tengah hamil dia semakin mengurung diri di kamar bahkan Weni di buat bingung dengan sikap Vina akhir-akhir ini.
"Vin...kamu kenapa sih...misal ada masalah cerita aja sama aku siapa tau aku bisa bantu cari solusinya.."
"Wen...hiks...aku harus gimana..?"
"Gimana apanya sih kalo kamu diem aja kaya gini aku jug gak tau harus gimana Vin.."
Sejenak Davina diam antara ingin membagi cerita dan tidak..sungguh dia tengah dilema saat ini..oh tuhan bagaimana ini...
"Vina..kamu nggaj percaya sama aku..?"
"Terus kalo kamu percaya kenapa kamu kaya gini..?"
"Wen..kamu janji jangan kasih tau siapapun"
"Iya asal kamu cerita "
"Sebenarnya..a-aku huuhhh aku hamil Wen"
__ADS_1
"Apaaa...??"
Davina hanya bisa tertunduk lesu dia sudah mengatakannya sekarang hanya menunggu jawaban dari Weni apakah dia masih tetap seperti biasanya ataukah membencinya.
"Vin..kamu becanda kan,ini gak lucu Vin"
"Aku serius Wen kehamilan ku udah 5 minnggu "
"Ok sekarang jelasin siapa ayah dari bayi ini Vin biar aku bikin perhitungan sama bajingab kaya dia "
"Ini bukan salahnya juga bukan kemauanku tapi ini di luar dugaan kami"
"Ok ceritain semua biar aku gak mikir macem-macem sama kamu"
Davina mulai menceritakan masa lalu yang kelamnya yang sudah dia kubur dalam-dalam dan kini harus dia korek lagi dan tentunya membuka lagi luka lama yang sudah dia sembuhkan.
"Astaga Vina,harusnya kamu jangan lari..kan bisa kalian bicarakan baik-baik toh itu juga bukan kesalahan kalian dan itu juga bukan di sengaja kan...?"
"Aku gak tau Wen saat itu yang aku pikirkan hanya ingin menghilang sejauh mungkin karena jika aku bertemu dengannya lagi pasti aku gak akan bisa ngendaliin emosiku"
"Ya sudah toh ini sudah terjadi dan gak bisa di hindari lagi kan..jadi mulai saat ini kita rawat bayi ini bersama..baru ketika dia sudah besar kau harus jujur dan pertemukan dia dwngan ayahnya karena jujur Vin aku juga bukan dari kalangan keluarga lengkap..ibuku di perk**a dan di tinggal begi aja dan sampai sekarang bahkan ayahku aja aku gak tau seperti apa..maka dari itu jangan buat anak ini tidak mengenali ayahnya sendiri..masalah apakah dia sudah berkeluarga atau belum itu urusan belakangan yang penting anak ini tau siapa ayahnya dan ayahnya juga tau jika dia mempunyai anak darimu"
__ADS_1
"Iya Wen makasih udah nerima aku apa adanya"