
"Davina.. akhirnya aku menemukanmu..!!"
"T-tuan k-Ken"
Davina hanya terkejut karena tiba-tiba saja Ken muncul di hadapan nya walau tak bisa di pungkiri sebenarnya dia juga merindukan Ken ntahlah mungkin si debay yang ingin merasakan sentuhan sang ayah.
Ken mendekati Davina yang masih mematung,di lihatnya dari atas sampai ke bawah hingga perhatian nya tertuju pada satu titik yaitu perut Davina yang sudah membesar...
"A-apa d-dia benihku..?"tanya Ken dengan suara bergetar
Davina hanya mengangguk kecil kemudian menghapus lelehan bening dari sudut matanya.
Tanpa pikir panjang lagi Ken segwra memeluk erat Davina tanpa melukai kandungan nya..sungguh dia tak percaya jika wanita ini tengah mengandung darah dagingnya..bahagia pasti dan tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
"Aku merindukanmu"cicit Ken dengan nada lembut
"Tuan tidak akan marah kan jika aku mempertahankan kandungan ku..?"tanya Davina dengan raut wajah sendu
"Hey apa yang kau katakan...aku tidak akan marah justru aku sangat berterimakasih karena kau mau mempertahankan benihku dan tidak menggugurkan nya.. terimakasih Vina terimakasih"
__ADS_1
"T-tuan sesak"
"Oh..maaf aku kelepasan,kau tak apa kan..? sudah berapa bulan usia kandungan mu..?"
"5 bulan tuan"
Ken langsung menghembuskan nafas lega ternyata benar jika itu adalah anaknya berarti Davina menjaga nya dengan sangat baik.
"Vina..aku ingin kita segera menikah kau mau kan..?"
"T-tuan jangan bercanda.."
"Tidak..aku serius ingin menikahimu bukan karena kau tengah mengandung benihku namun aku sadar ketidak hadiran mu membuat hidupku kosong seakan tak berwarna dan aku baru menyadari perasaan itu setelah kau pergi jauh dariku"
Davina terbengong dengan oengakuan cinta Ken jujur dia juga merasakan hal yang sama...
"Ya..i want Marry You Ken"jawab Davina dengan deraian air mata nya.
"Really.. terimakasih sayang terimakasih sudah menerima ku"
__ADS_1
Davina hanya bisa mengangguk sambil tersenyum manis dalam pelukan Ken sungguh rasanya sangat nyaman sekali hingga dia tak rela melepaskan pelukan hangat itu.
Di tempat lain John tengah mengurus acara pura-pura ini agar segera di bereskan karena bosnya sudah mencapai tujuannya yaitu bertemu dengan pujaan hatinya.
"Akhirnya bos bisa tersenyum lagi setelah sekian lama,semoga senyum itu tak akan pernah pudar hingga nanti waktu yang memisahkan"
John kemudian berbalik namun baru saja akan melangkah tiba-tiba dia menabrak seseorang hingga orang yang di tabraknya hampir jatuh namun dengan sigap John menangkap tubuh orang itu supaya tidak jatuh.
Sejenak mereka saling pandang seperti pernah bertemu sebelumnya.
"Kamu..!"
"Kau..!"
"Kau tak apa..?"tanya John dengan raut wajah datarnya
"Huh..aku baik-baik saja..bisa tolong lepaskan ..?"sahut Weni ya orang yang di tabrak John adalah Weni sahabat Davina .
"Oh..maaf..kalau begitu saya permisi nona"
__ADS_1
"Iya"
Mereka berjalan ke arah masing-masing karena tujuan mereka juga berbeda namun ada rasa penasaran di hati keduanya hmmm ntahlah...