
"Apa kau bilang..?" Julia so resepsionis itu geram dengan perkataan Davina dengan segera dia melangkah maju kemud mendorong tubuh Davina hingga jatuh terduduk.
Brukk....
"Akhhhh..."Davina meringis kesakitan karena dorongan Julia di luar prediksi nya begitupun dengan Weni yang tak menduga akan hal itu.
"Hey apa yang kau lakukan...Vina kau tak apa..ayo ba-.." belum sempat Weni menyelesaikan kata-katanya darah terlihat mengalir dari pangkal paha Davina dan itu membuat Weni terkejut seketika.
"Astaga..Vina darah.."
Davina yang sudah pucat pun terkejut dengan apa yang dia lihat..oh Tuhan jangan kau ambil dia dariku..batin Davina memohon.
"Akhhh..sshh..Wen bawa aku ke rumah sakit akhh.."
"Ayo Vin "
Weni memapah Vina keluar dari kantor Ken tak lupa Weni berpesan pada satpam untuk memberitahu Ken bahwa istrinya di dorong oleh Julia.
Setelah kepergian Weni dan juga Davina sang satpam kemudian bergerak menuju ruangan Presdir untuk menyampaikan informasi dari Weni.
Tokk..tokk..tok...
"Masuk"
Ceklek....
"Permisi pak..ada yang ingin saya sampaikan" ucap sang satpam
"Katakan"
"Tadi ada dua wanita yang satu tengah hamil besar dan yang satu tidak kalau tidak salah yang satu bernama Weni dan dia mengatakan pada saya jika istri anda pendarahan karena di dorong oleh Julia resepsionis baru pak"
__ADS_1
"Apaa...!!"
"Sekarang dimana mereka"
"Mereka sudah ke rumah sakit pak kira-kira 10 menit yang lalu"
"Astaga kenapa kau tak katakan itu dari awal hah"
"Maaf pak saya tidak tau"
"Arghhhhhh sialan...urus dan kurung Julia jangan sampai dia kabur katakan pada John apa yang terjadi"
"Baik pak"
Ken berlari menuju loby bawah tanpa menoleh sekalipun karena yang ada di pikirannya hanya keadaan sang istri dan calon anak mereka.
Sesampainya di rumah sakit Ken langsung menuju ruang rawat Davina..ketika sampai di ruangan itu Ken bertemu dengan Weni.
"Tuan sebaiknya anda ke ruangan dokter karena tadi dokter berpesan jika anda sudah tiba maka anda di suruh menemuinya"
"Huhh... baiklah tolong jaga istri saya"
"Baik tuan"
Ken segera menuju ruangan dokter yang menangani Davina..ketika sampai di ruangan itu tanpa permisi dulu Ken langsung masuk begitu saja..karena kebetulan dokter itu adalah sahabat nya.
"Astaga Ken bisa tidak kau ketuk pintu dulu.."
"Sudah katakan bagaimana keadaan istriku"
"Duduklah"
__ADS_1
Ken menurut kemudian dia duduk dengan tenang namun dalam hatinya tengah khawatir menantikan penjelasan dokter.
"Begini Ken tadi pendarahan begitu hebat namun syukur lah kami dapat mengatasi nya.. kondisi istrimu belum stabil karena mungkin akibat jatuhnya dengan posisi duduk dan mengakibatkan benturan atau getaran pada dinding rahim sehingga mengakibatkan janin melemah dan hampir saja istrimu keguguran jika tidak cepat di bawa ke rumah sakit" jelas Rere dokter yang menangani Davina
Deg....!!!
Ken begitu terkejut mendengar penjelasan sahabat nya mengenai Davina yang hampir keguguran.
"S-sekarang bagaimana keadaan istriku Re..?"
"Keadaan nya sudah stabil dan sudah ku suntikan obat penguat kandungan dan juga vitamin untuk istrimu"
"Huh... terimakasih Re"
"Sama-sama Ken temani lah istrimu"
"Hm.."
Ken keluar dari ruangan Rere kemudian menuju ruangan dimana istrinya di rawat .
Ceklekkk...
"Tuan anda sudah sampai..em..maaf saya tidak becus melindungi Davina"sesal Weni
"Tidak itu bukan salahmu,kau sebaiknya pulang dan istirahat saja biar aku yang menjaga istriku"
"Baiklah.. permisi tuan"
Weni pulang ke mansion Ken.. sementara Ken menunggu sang istri dengan sabar .
"Baby bangun lah jangan membuatku gila baby..maafkan aku karena tak bisa menjaga kalian maafkan aku baby"
__ADS_1
"Hubby...!!"