
Lima bulan setelah kelahiran Matthew keluarga kecil Farell dan Arini semakin tampak bahagia..Farell bahkan sering kali membolos kerja hanya demi bisa bermain dengan putra tampan nya.
Sering kali Arini sudah mengingatkan agar Farell bekerja namun omongan Arini di anggap angin lalu oleh si papa muda itu..kadang juga Ken sendiri yang menegur Farell namun sama saja seperti Arini omongan Ken di anggap nyamuk.
Semua orang di rumah hanya di anggap serangga oleh Farell karena dia hanya ingin bermain dengan putra nya saja tanpa memikirkan pekerjaan..selama ini Farell hanya bekerja tanpa memikirkan libur jadi mungkin kini waktu yang tepat untuk menikmati masa libur nya.
Miko tidak masalah dengan semua itu karena dia tau bos nya itu sangat ulet dalam bekerja namun karena kini kehadiran sosok mungil yang membuat bos nya melupakan segala nya,bos nya jadi memilih untuk berlibur dulu dan Miko tidak apa-apa menggantikan nya untuk sementara.
"Ka,Kaka nggak berangkat lagi..ini udah hampir seminggu loh Kaka nggak bekerja,nggak kasihan apa sama ka Miko?" tanya Arini pada Farell yang kini tengah menimang bayi tampan kembaran Farell.
"Hm,Tidak" jawab nya singkat sambil menciumi pipi bulat bakpao sang kembaran nya.
Hufttt....
__ADS_1
Pasrah sudah Arini jika seperti ini..Farell hanya akan mengganggu anak mereka bukan bermain karena di saat Matthew sedang terlelap Farell akan terus menciumi pipi bulat nya.
Di tambah sekarang Mattaher sudah berusia lima bulan jadi bocah tampan itu merespon apa yang ayah nya lakukan..kadang Arini tertawa mendengar tawa Matthew yang menurut nya sangat renyah karena ulah Farell.
Entah lah apa yang telah papa muda itu lakukan hingga bisa membuat bocah tampan mungil itu terngakak.
"Apa Farell masih belum mau bekerja sayang?" tanya Davina menghampiri Arini yang kini tengah menyiapkan makan siang untuk keluarga.
"Sudah tidak apa-apa..Daddy paham kok kenapa Farell seperti ini..dulu saja Daddy hampir sebulan tidak berangkat kantor hanya karena ingin fokus dengan Farell" kata Davina mengusap punggung Arini.
"Benarkah mom..seperti nya hal itu menurun pada ka Farell" kata Arini terkekeh di barengi dengan Davina yang ikut terkekeh dan mengangguk setuju.
#
__ADS_1
#
Malam menjelang Arini kini tengah bersiap untuk tidur..setelah menidurkan bocah tampan nya Arini kembali ke kamar dan melihat Farell tengah duduk di ranjang sambil menyandar di kepala ranjang dengan ponsel nya yang entah sedang di apakan oleh suami tampan nya itu.
"Ka Farell belum tidur?" tanya Arini mendekati Farell setelah meletakkan segelas air bening di meja nakas.
"Apa jagoan ku sudah tidur sayang?" tanya Farell sambil meletakkan ponsel mau di samping minuman yang Arini bawa.
"Sudah..apa Kaka mau meminta hak Kaka malam ini,Rini siap ka" tanya Arini memberanikan diri bertanya hal memalukan itu karena dia merasa tidak menjadi istri yang baik.
Farell menatap Arini lekat,seulas senyum sebut di bibir nya yang kissable itu..Farell merengkuh Arini erat dan mengendus aroma khas tubuh Arini yang membuta nya tenang.
"Apa Kaka boleh meminta nya sekarang sayang..apa kau sudah siap?" tanya Farell sambil melerai pelukan mereka dan kini kedua nya saling tatap.
__ADS_1