
Seminggu telah berlalu kini Ken,Vina,John,dan Weni tengah sarapan di meja makan bersama-sama tapi sedikit kaku karena tidak biasa dengan suasana seperti ini.
Setelah selesai sarapan Ken berpamitan pada Vina .
"Baby aku berangkat ya,kau hati-hati jangan melakukan kegiatan yang membahayakan debay dan dirimu kau mengerti hm"
"Iya hubby aku tau kau hati-hati di jalan"
"Ok baby kalau bosan call me ya baby aku selalu siap "
"Hissss..sudah sana sebelum penyakit mesummu kumat"
"Hahah..ok baby aku berangkat bye..love you"
"Love you more hubby"
Kini yang tersisa hanya Weni dan Davina di mansion sebesar dan seluas itu huftt bosan..
"Vin...!!"
"Iya..kenapa..?"
"Apa kau tak bosan..?"
"Bosan sih tapi mau apa lagi aku juga tidak tau..?"
"Huftt..aku juga Vin "
"Sudahlah nanti ikut aku ke kantor suamiku saja bagaimana..?"
"Ide bagus itung-itung refreshing"
__ADS_1
"Ok lah aku istirahat dulu ya sejak hamil aku jadi kaya babi makan tidur makan tidur terus"
"Haha..sudah sana aku juga mau istirahat "
Mereka berdua kembali ke kamar masing-masing untuk menjatuhkan diri di atas kasur empuk nya.
Tak terasa waktu makan siang hampir tiba..kedua wanita itu telah selesai bersiap dan hendak berangkat menuju kantor Ken.
"Pak saya ke kantor Ken dulu ya ngantar makan siang"pamit Vina pada kepala pelayan di mansion
"Baik nyonya..supir sudah menunggu di depan mari saya antarkan.."
"Terimakasih pak"
Setelah memastikan sang nyonya aman kepala pelayan itu memberi arahan pada beberapa bodyguard untuk mengawal nyonya-nya sampai di kantor sang tuan.
"Kalian paham arahan saya..?"
"Paham pak"
"Siap pak"
"Sudah ikuti dan awasi jangan lengah"
"Baik"
Akhirnya mobil Davina dan mobil bodyguard berangkat menuju kantor Ken .
Selama di. perjalanan sebenarnya ada yang mengikuti mereka namun segera di urus oleh para bodyguard yang memang sudah handal dan mahir sehingga tak membuat sang nyonya khawatir.
Sesampainya di kantor Davina dan Weni segera turun ketika sampai di meja resepsionis Davina berhenti sejenak untuk bertanya.
__ADS_1
"Mba permisi..apa pak Ken ada di ruangannya..?"
"Anda siapa..sudah buat janji...cih"
"Saya mau mengantarkan makan siang untuk pak Ken..apa pak Ken ada di ruangannya..?"
"Pak Ken sedang sibuk jadi kau keluar saja cih..gembel seperti mu sudah sering wara Wiri di kantor ini"
"Hey perempuan ganjen..kau tidak tau siapa yang kau katai gembel ini hah.."timpal Weni yang sudah geram dengan kelakuan sang resepsionis.
"Kalian pasti mau merayu pak Ken kan dan memintanya untuk bertanggung jawab sebagai ayah dari anak haram itu cih..mur**an sekali"
"Astaga..Vin kau duduk saja di sana biar aku bereskan perempuan kalong ini"
"Sudah biarkan saja lebih baik kita ke ruangannya saja ayo"ajak Davina menarik tangan Weni yang sudah siap menghajar resepsionis itu.
"Hey perempuan mura**n berhenti kau.."teriak sang resepsionis pada Davina.
Davina yang semula diam kini sudah tak bisa lagi membendung emosinya.
"Sekali saja kau menyentuhku maka akan ku pastikan tangan dan kakimu terpisah dari tempat nya"ancam Davina pada resepsionis itu.
"Cihh..kau pikir aku takut dengan ancamanmu ja**Ng mura**n"
"Hey perempuan kalong berani sekali kau mengatai istri dari bosmu sendiri"sahut Weni
"Istri..hahahha...kalau si ja**ng ini istrinya pak Ken maka aku simpanannya lalu kau mau apa..?"
"Tidak usah berkhayal terlalu tinggi nona nanti kalau jatuh sakit sekali loh "jawab Davina santai.
"Apa kau bilang..?"
__ADS_1
Brukk...
"Arkhhh.."