Cinta Tuan Muda Tampan

Cinta Tuan Muda Tampan
Ep_99 Akhirnya


__ADS_3

Bibir Farell tak henti-henti nya menelusuri lekuk tubuh Arini,dia mencari dimana letak sensitivitas yang bisa memicu suara indah milik Arini agar menggema di kamar nya yang sudah panas itu.


Farell mulai memainkan dua bola kenyal sensitif itu dengan bergantian memainkan nya dengan satu di mulut nya dan yang satu dia genggam dengan lembut nya bagai kan bola kenyal itu adalah sebuah intan permata yang tak boleh tergores.


"Aahh..eemmhh" desyah Arini saat mulut nakal Farell itu mulai menyessap berry sensitif di ujung nya dengan begitu rakus.


Farell tampak tak memperdulikan suara indah Arini yang begitu merdu di telinga nya..dia masih fokus menyessap berry sensitif yang selalu manis dalam Indra perasa yang dia miliki entah dia tidak tau kenapa bisa manis apa karena ada nutrisi untuk anak nya jadi itu terasa manis.


Farell masih berjuang menyessap agar berry sensitif itu mengeluarkan kemanisan yang membuat bayi besar itu kekenyangan karena Farell rasa dia telah kecanduan dengan rasa manis nya namun dia tidak boleh menghabiskan nya karena anak nya masih membutuhkan nutrisi itu.


Farell berhenti dan berpindah pada bola kenyal yang satu nya..dia pillin berry sensitif itu dengan lembut dengan rasa gemas ingin mencubit berry merah kecoklatan itu..dia begitu gemas dengan benda kecil di ujung bola itu.


"Ouhhh aaahh sayanggggg" lagi dan lagi Arini mendessyah saat Farell memasukkan berry sensitif nya pada mullut nakal nya itu.


Tangan Arini semakin menekan kepala Farell yang saat ini tengah bermain-main di berry sensitif nya itu..seakan memberi isyarat kepada Farell agar Farell semakin gencar dan melakukan lebih untuk memainkan nya karena Arini tak pernah henti mendesyah dan menikmati nya.

__ADS_1


"Aaahh.. uummhhh..aahhh" Arini semakin mendessyah saat Farell semakin gemas dengan bola kenyal yang jadi mainan nya itu.


"Ini terlalu indah dan menggemaskan..aku suka" kata Farell sambil melongok ke arah Arini dan tersenyum puas saat melihat wajah Arini yang sudah benar-benar sayu.


"I want you ka, please" kata Arini meminta Farell untuk segera memuwas kan nya karena dia tidak tahan jika berlama-lama lagi melakukan pemanasan.


"Of course sayang sesuai keinginan mu" balas Farell tersenyum lalu mulai membuka ked dua kakki Arini dan dia mempossisikan wajah nya pada lembah hangat itu.


Farell mendekatkan wajah nya pada lembah indah itu dan mulai menciumi aroma khas lembah itu..dia mengecup lembah itu dengan llidah yang menjullur mencari titik kecil nan sensitif yang bisa membuat Arini semakin mengerrang hebat.


Farell tersenyum saat menemukan titik kecil itu dan dia tak menunggu lama untuk memainkan nya.. llidah nya mulai memainkan titik kecil itu dan benar saja suara Arini benar-benar semakin memekik di telinga nya..sungguh indah sekali.


"Ouhhh ini hmmmm..nike matt ka aahh"


Arini terus meracau saat llidah dan mulut nakal itu memporak-porandakan lembah mi Lik nya dengan seenaknya dan begitu bebas hingga Arini mengerrang sangat keras saking nike matt nya.

__ADS_1


"Ouhhh sayanghhhh..do it pleaseee aahhh ka Farell uuhh" racau Arini yang semakin tak jelas meminta Farell untuk segera melakukan nya karena dia tidak tahan lagi dengan serangan yang Farell berikan.


"Ok sayang..sesuai dengan keinginan mu.. Aku akan memuwas kan mu hingga kau menjerit memohon ampun kepada ku..rupa nya kau sudah sangat basaah ya..hmm" kata Farell dan langsung memposisikan junior nya tepat di pintu masuk area lembah itu dan dengan perlahan dia dorong junior kecil nya hingga dia mendengar suara rintihan kesakitan dari Arini.


"Arkshhhh,sakit ka" jerit Arini saat merasakan sakit di area lembah nya.


"It's ok tidak akan lama,sorry to hurt you and now you are mine Arini" kata Farell tersenyum lalu dengan perlahan mulai mendorong lagi senjata nya hingga beberapa kali dan akhirnya berhasil menerobos masuk kedalam.


"Ouhhh sayang ssshh ini benar-benar Nike mat Arini aahhh" ujar Farell saat junior kecil nya sudah tenggelam dalam lembah hangat nan sempit itu dan kini dia merasakan pijatan lembut dari dalam.


Setelah diam beberapa saat kini Farell mulai menggerakkan pinggul nya maju dan mundur sesuai naluri nya..perlahan hingga Arini tak lagi meringis merasakan sakit dan sesak saat junior nakal nya memasuki lembah nya itu.


Farell semakin memaccu diri nya bak tengah menunggang kuda meski tak di arena melainkan di ranjang panas nya..gerakan Farell semakin cepat hingga dia merasakan sensasi yang luar biasa..dia hampir meledak saat tepat setengah jam lebih berlalu diri nya menunggangi tubuh cantik nan sekseh istri nya Arini.


"Arghhh sayang Arini ssshhh..aku akan sampai..orghhh ssshhh aahhh sayanghhhh" ujar Farell semakin meracau saat dia telah sampai pada peleppasan pertama nya.

__ADS_1


Nafas nya memburu seakan habis maraton ratusan kilo meter jauh nya..tatapan nya mengarah pada wajah cantik nan sayu wanita yang telah menjadi istri nya itu..dia bingkai wajah indah nan ayu Arini lalu dia beri kecupan ke seluruh wajah itu.


"I love you Arini,I love you so much" kata Farell merengkuh tubuh lemah Arini yang telah kehabisan tenaga karena nya.


__ADS_2