
Farell masuk kedalam kamar nya dan Arini,dia melihat Arini tengah terlelap..lagi dan lagi rasa bersalah itu muncul di benak nya,dia menyalahkan diri atas apa yang Arini alami hari ini.
Farell menghela nafas nya panjang lalu berjalan menuju kamar mandi membersihkan sisa darah yang keluar dari bibir nya karena bogeman dari kedua orang tua nya..dia memang pantas mendapatkan semua ini karena tidak becus menjaga Arini.
Farell membuka baju nya dan menatap diri nya di cermin kamar mandi..sejenak dia menatap pantulan diri nya sendiri namun beberapa detik kemudian dia meninju kaca kamar mandi hingga hancur dan menimbulkan suara yang mana membuat Arini terkejut dan langsung bangun.
Dengan perlahan Arini menuruni ranjang dan berjalan pelan menuju kamar mandi..setelah sampai dia mengetuk pintu nya dan memanggil Farell takut Farell kenapa-kenapa atau kelelahan karena menjaga nya siang malam data di rumah sakit.
Tok....
Tok....
Tok.....
__ADS_1
"Ka Farell,ka buka pintu nya ka..Kaka kenapa" tanya Arini sedikit berteriak karena panik takut Farell kenapa-kenapa.
Sedangkan Farell dengan dalam kamar mandi terdiam dan merutuki diri nya yang telah mengganggu waktu istirahat Arini..dia mencuci tangan nya yang sudah berlumuran darah dan membalut nya dengan tisue.
Farell membuka pintu nya perlahan dan melihat Arini yang tampak sangat khawatir meski tubuh bayi menopang pada dinding sebelah pintu kamar mandi.
"Hey kenapa bangun, istirahat lah" kata Farell sambil menuntun Arini menuju ranjang dan mendudukkan nya.
"Maaf tadi Kaka nggak sengaja nyenggol gelas dan pecah,udah istirahat gigi kasihan anak kita dia pasti kaget,hey anak Daddy maafin Daddy ya,Daddy nakal tadi" kata Farell sambil mengusap perut Arini dan seketika tersadar perbuatan nya telah lancang.
"Maaf Rini,kakak refleks" kata Farell sedikit canggung.
"Nggak apa-apa ka,Kaka suami Rini jadi kaka bebas mau nyentuh Rini karena Rini udah jadi istri Kaka" kata Arini tersenyum kecil menatap Farell.
__ADS_1
"Jadi Kaka bebas mau apapun hm?" goda Farell membuat Arini kelabakan dan merutuki kebodohan nya.
"B..bu..bukan gitu maksudnya ka..anu..itu" Arini gelagapan menjawab pertanyaan Farell yang benar-benar membuatnya syok dadakan.
"Hahaha sudah tidak apa-apa,Kaka hanya bercanda ya sudah Kaka mandi dulu ya,kau istirahatlah" pamit Farell sambil bangun dan berjalan menuju kamar mandi.
Sesampainya di kamar mandi Farell lekas mengunci nya dan membuka celana nya lalu menyalakan shower dingin untuk membasuh adik nya yang bangun.. benar-benar senjata makan tuan.
"Sial,aku yang menggoda aku juga yang tergoda ck, sabar dan buat Arini mencintai mu dulu Farell batu kau bisa menikmati nya,oh God ini sangat menyiksaku" kata Farell sambil menenangkan sang adik yang mulai rewel ingin bermain.
Farell berdiri di bawah kucuran shower air dingin lumayan lama sampai adik nya tidur dan tidak lagi meminta main..dia harus berhati-hati agar adik mau selalu anteng seperti sebelumnya.
Berdekatan dengan Arini membuat nya begitu tersiksa terutama adik nya,dia harus mandiri karena belum bisa bermain di arena bermain khusus nya.
__ADS_1