
Kabar penolakan Farell terhadap perjodohan itu telah sampai di telinga Arini..gadis itu sedih namun di depan kedua orangtuanya dia berusaha kuat dan bersiap biasa saja meski hati nya sangat sakit dan hancur setelah mendengar kabar penolakan dari Farell.
"Nggak apa-apa mom,dad..kami itu adik kakak nggak seharus nya jodoh-jodohan seperti ini..dari pada nanti saat kami menjalin hubungan lalu di tengah jalan hubungan kami kandas dana kedua keluarga malah jadi nggak akur.. Arini nggak mau itu terjadi dan mungkin ini emang lebih baik buat kita sekeluarga..Arini nggak apa-apa mom,dad" kata Arini saat berada di depan orangtua dan keluarga nya.
"Maafkan mommy nak..mommy terlalu menghendaki keinginan mommy tanpa memikirkan hal lainnya" kata Weny memeluk sang putri.
"Udah ah jangan sedih-sedih gini..nggak enak di liat..ya udah Arini mau ke kamar dulu soal nya kepala Arini pusing banget" pamit Arini kemudian berdiri namun baru beberapa langkah tiba-tiba pandangan nya kabur dan dalam sekejap Arini tak sadarkan diri di lantai dekat sofa.
"Ariniiii" teriak John dan Weny menghampiri Arini yang tergeletak di lantai.
__ADS_1
"Nak kau kenapa sayang..ya tuhan John segera bawa ke rumah sakit" panik Weny segera mengusulkan agar Arini segera di bawa ke rumah sakit.
Tanpa menunggu lama lagi John mengangkat Arini dan membawa nya ke mobil sementara Weny memeluk sang putri yang di baringkan di bangku belakang dan John yang menyetir.
Pikiran kedua orangtua itu benar-benar sedang kalut setelah melihat Arini yang tak sadarkan diri secara tiba-tiba..memang selama sebulan ini Arini tampak tak enak badan bahkan keluarga sudah berkali-kali membujuk nya agar memeriksakan diri ke rumah sakit namun Arini selalu saja mengelak dan mengatakan bahwa dia hanya masuk angin.
Keluarga tak ada yang bisa memaksa nya karena Arini adalah gadis yang keras kepala dan juga paling tidak suka rumah sakit.
"Semoga anak kita baik-baik saja ya John..aku takut" ujar Weny memeluk John yang juga sama khawatir nya dengan dia.
__ADS_1
"Tenang saja putri kita adalah gadis hebat dia akan baik-baik saja" balas John menenangkan Weny yang benar-benar sangat khawatir meski diri nya juga tak kalah khawatir nya.
Beberapa saat kemudian pintu ruang perawatan terbuka dan tampak sang dokter keluar menghampiri keluarga pasien.
"Keluarga pasien?" tanya si dokter.
"Ya dok kami orangtuanya.. bagaimana keadaan putri kami dok?" jawab John lalu bertanya keadaan Arini.
"Begini tuan..setelah kami periksa nona mengalami dehidrasi juga penurunan imun tubuh yang mengakibatkan janin dalam kandungan melemah namun tenang saja kami sudah memberikan vitamin penguat kandungan dan saya sarankan agar nona bed rest selama seminggu untuk menormalkan kembali kondisi janin karena usia janin baru 3 minggu lebih..selain itu tidak ada lagi tuan,nyonya kalau begitu saya permisi dulu" jelas si dokter membuat kedua tubuh itu langsung membeku di tempat.
__ADS_1
Jantung John dan Weny bagaikan di hantam gada setelah mendengar kata-kata dan penjelasan sang dokter..janin berarti Arini hamil..tapi siapa yang menghamili nya..sungguh mereka merasa tidak berguna karena telah gagal mendidik anak.
"Arini..hiks"