
Jantung John dan Weny bagaikan di hantam gada setelah mendengar kata-kata dan penjelasan sang dokter..janin berarti Arini hamil..tapi siapa yang menghamili nya..sungguh mereka merasa tidak berguna karena telah gagal mendidik anak.
"Arini..hiks"
Weny hanya mampu menangis setelah mengetahui kebenaran sakit anak nya yang selama ini tak ingin di periksakan..sungguh orangtua mana yang tidak hancur ketika mengetahui anak nya yang mereka jaga selama ini ternyata hamil di luar nikah.
Pantas saja Arini tidak protes saat Farell menolak perjodohan kemarin dan ternyata ini alasan nya..saat kedua orang itu tengah kalut dengan pikiran masing-masing, Arini sadar dan membuat atensi kedua nya teralihkan.
"Mommy,Daddy..Arini di mana?" kata Arini yang merasa asing dengan ruangan dimana dia berada.
"Kau sudah sadar?" tanya John dengan suara dingin menatap tajam kearah Arini yang membuat Arini terdiam.
"Kau sudah lebih enakan..sebaik nya kita pulang" kata Weny memilih menyelesaikan masalah di rumah saja dari pada menjadi konsumsi publik.
Akhirnya ketiga orang itu pulang namun selama dalam perjalanan ketiga nya terdiam tak ada yang bicara tak seperti biasa nya yang selalu ada saja candaan atau bahan obrolan.
Arini semakin bingung karena kedua orangtua nya seakan menjadi pendiam saat ini dan dia merasa tidak nyaman dengan keadaan seperti ini.
Sampai lah mereka di rumah,Arini di Banten Weny berjalan masuk kedalam rumah dan mendudukkan nya di sofa ruang tamu..John sudah lebih dulu duduk di sofa dengan raut wajah yang memerah menahan amarah.
__ADS_1
"Siapa ayah nya?" tanya John saat semua telah duduk.
Arini yang tak tau maksud ayah nya mengernyit bingung dengan pertanyaan ayah nya dan memilih bertanya.
"Maksud Daddy..ayah siapa?" tanya Arini tidak paham dengan maksud ayah nya.
"Siapa ayah anak mu HAH?" kali ini John tak lagi bisa menahan emosi nya dan membentak Arini untuk pertama kali nya.
Arini tentu terkejut mendengar bentakan ayah nya namun lebih terkejut lagi dengan kata-kata ayah anak nya.. maksud nya apa,dia tidak memiliki anak.
"Anak..anak ku.. maksud nya apa dad..Arini tidak memiliki anak" kata Arini tegas karena dia merasa membagi seperti itu kebenaran nya.
Degg......
Arini benar-benar terkejut dengan kabar ini..dia hamil.. bagaimana bisa..dia bahkan tak pernah masuk club ataupun pacaran di luar batas..dia masih memiliki kesadaran untuk menjaga kehormatan nya.
"T..tidak..tidak mungkin" kata Arini dengan bibir bergetar menggeleng tak percaya.
Arini bangun meski tubuh nya masih lemas,dia mendekati ayah nya dan bersimpuh di depan ayah nya yang nampak sekali guratan kekecewaan dan kemarahan di raut wajah nya.
__ADS_1
"Dad..hiks..ini tidak mungkin.. Arini tidak pernah melakukan hal menjijikkan itu dad hiks..percaya sama Arini dad..Arini bersumpah Arini tidak pernah melakukan hal yang akan membuat Arini menyesal hiks..percaya dad" kata Arini menggenggam tangan ayah nya namun di tepis oleh John karena John tampak begitu emosi.
John bangun dan di susul oleh Arini.
"Lalu bagaimana bisa kau hamil hah..siapa bajingan itu katakan pada Daddy Arini.. katakan" kata John mencengkram erat pundak Arini dengan wajah yang tergambar jelas emosi.
"Arini nggak tau dad..Arini nggak pernah melakukan hal itu hiks" Arini masih mengelak karena dia memang tidak pernah melakukan hal itu selama dia pacaran.
"LALU BAGAIMANA CARA NYA KAU BISA HAMIL ARINIIII..ARGHHH" teriak John saking emosi nya.
PLAKKKK....
Satu tamparan mendarat di pipi mulus Arini dari John yang sudah tak lagi mampu menahan emosi nya karena dia merasa Arini masih menyembunyikan kebenaran nya.
"John..apa yang kau lakukan" kata Weny membantu Arini berdiri setelah tersungkur di lantai akibat tamparan keras sang suami.
Sudut bibir Arini mengeluarkan darah mungkin saking keras nya tamparan yang John berikan hingga membuat nya berdarah..Arini kaku tak bergeming hanya ada air mata yang menetes dari pelupuk nya..dia juga tidak tau kenapa bisa dia hamil,dia tidak pernah melakukan hal itu bahkan dengan Rovan dia hanya sekedar cium pipi.
"Arini nggak pernah melakukan hal itu mom hiks..Arini juga nggak tau kenapa Arini bisa hamil..Arini bersumpah mom Arini nggak tau hiks" kata Arini menggenggam tangan ibu nya dan menatap dalam mata sang ibu.
__ADS_1
"Sudah lah nak..masuk kamar mu dan istirahat" kata Weny menyarankan.