
"Kau berkelahi?" tanya Davina khawatir namun penuh kecurigaan.
"Ti..tidak mom, Farell emm Farell hanya menabrak tembok tadi saat jalan karena tak fokus dengan jalan jadi terjatuh" kata Farell mengelak namun bukan Davina nama nya jika tidak tahu kebohongan Farell.
"Jangan mengelak dan katakan sejujurnya atau mommy kirim kau ke Alaska" kata Davina dengan tatapan mengintimidasi Farell putra nya.
Mau tidak mau Farell menurut dan menatap Davina dengan tangan nya yang sudah dia turunkan..Davina terbelalak melihat luka memar dan sedikit pecah di bibir Farell putra nya.
Dia langsung memegang pipi dan bibir putra nya itu, dia usap perlahan hingga tak menyakiti putra nya.
"Kenapa ini..kau berkelahi dengan siapa hah..jawab mommy" tanya Davina menatap Farell tegas dan mengajak nya duduk di sofa ruang tamu.
Setelah mereka duduk,Davina mengambil kotak obat untuk mengobati luka di bibir putra sulung nya itu.
__ADS_1
"Ssshhh sakit mom" desis Farell saat luka di bibir nya tertekan oleh antiseptik yang Davina oleskan.
"Maka nya jangan berkelahi jika tidak ingin kesakitan..sok jagoan kau ini" Davina menggerutu kesal karena putra nya masih mengeluh sakit tapi tetap berkelahi.
"Aku tidak berkelahi mom" jawab Farell lirih sambil mengalihkan tatapan nya dari Davina.
"Lalu luka apa ini hah.. tidak mungkin di dapat dari menabrak tembok" desak Davina mengintimidasi Farell.
"Apaaa.. Daddy.. kenapa?" terkejut namun tak mau menghakimi Davina lebih memilih mencari tau alasannya.
"Farell gagal menjaga Arini mom..setelah kalian pulang tak berselang lama Arini minta di belikan burrito dan terpaksa Farell membelikan nya namun karena Farell kelamaan jadi saat Farell kembali Arini mengalami syok berat karena hampir menjadi korban pelecehan mantan kekasih nya, Rovan" jelas Farell tak mau berbohong lagi demi kebaikan nya.
Davina yang mendengar itu langsung melotot ke arah Farell sambil membekap mulut nya dengan kedua tangan nya..dia tak menyangka Arini akan mengalami hal seperti ini dan putra nya tidak sedang bersama nya di saat Arini hampir menjadi korban pelecehan.
__ADS_1
Ya tuhan..dia benar-benar tidak menyangka dengan semua ini..putra yang telah dia pasrahkan tanggung jawab besar malah tidak menjaga nya dengan baik..apa yang harus dia katakan pada John dan Weny.
"Ke..kenapa bisa Farell,apa kau tak meninggalkan pengawalan di depan ruangan Arini?" tanya Davina dengan tatapan mata yang begitu tajam siap membelah yang di tatap nya.
"Maaf mom,Farell kira Farell nggak akan lama tapi ternyata di sana antri sehingga Farell harus menunggu lama dan saat sudah hampir sampai di rumah sakit Farell merasa khawatir dan cemas dengan Arini..maaf mom Farell nggak bermaksud" kata Farell tulus merasa bersalah dengan yang Arini dapatkan.
"Kau tau jika kau tidak tepat waktu maka apa yang akan Arini alami hah..kau memang pantas mendapatkan pukulan dari Daddy mu dan sekarang mommy yang akan menghajar mu karena kau tak becus menjadi suami yang baik untuk istri mu" kata Davina menatap Farell dengan tatapan kemarahan karena kecerobohan Farell menyebabkan Arini hampir di lecehkan.
PLAKKKK....
Bughhhh.....
Tamparan dan tinjuan Davina arahkan pada wajah dan perut Farell agar Farell jera dan bisa berpikir jernih lagi.
__ADS_1