
Beberapa hari telah berlalu kini Davina tengah duduk santai di teras rumahnya hanya untuk sekedar menghirup udara segar.
Tak berapa lama ada seorang wanita seumuran dengannya datang ke rumahnya tujuannya untuk memesan kue untuk perayaan suatu acara.
"Permisi nona..."
"Iya silahkan nona..ada yang bisa saya bantu..?"
"Begini apa benar ini alamat DW cake ..?"
"Ah..iya benar nona,mau pesan kue kah..?"
"Iya nona,em bisa tidak ya..?"
"Bisa nona katakan mau model seperti apa lebih tepat nya untuk acara apa dan alamatnya beserta kapan kue itu akan di ambil atau mau di antar.."
"Oh iya saya lupa,kue perayaan saja nona bentuknya seperti kue pernikahan tapi hanya 3 tingkat saja dan jangan terlalu rame karena bos saya tidak suka,anda bisa mengantarnya besok malam jam 7 di hotel xx dekat cafe xx saya harap anda tidak terlambat karena boa saya sangat suka tepat waktu oh lupa katakan saja atas pesanan tuan John"
"Oh baiklah besok saya antarkan "
"Baiklah nona kalau begitu saya permisi dulu mari"
"Iya terimakasih nona"
Besoknya..............
"Wen kamu bantuin aku ya ntar malam nganterin kue di hotel xx Deket cafemu"
__ADS_1
"Ok siap "
Davina dan Weni sudah mulai menyiapkan segala macam bahan berhubung waktu sudah sore jadi mereka sudah mulai membuat kue tepat jam 6 sore kue telah siap dan audah di hias dengan begitu cantiknya.
"Perfect"
"Ok sekarang kamu ganti baju dulu inget jangan pakai pakaian yang susah buat kamu dan ponakanku"
"Iya bawel ah"
"Biarin bwekkk"
Davina berganti pakaian dengan menggunakan blezzer hitam dan baju bergaris-garis lengan panjang serta rambutnya yang di beri bandanan aunghuh aura ibu hamil yang satu ini begitu sempurna.
"Udah ayo berangkat udah persen taxi kan..?"
"Udah bentar lagi juga nyampe taxinya"
."Ya udah ayo keluar,kamu bisa bawa kuenya nggak kalau susah mending bersua aja gimana..?"
"Elah...gampang gak usah di pikirin"
"Thank y Wen you are the best friend forever and best aunty ever"
__ADS_1
"Haha..apa sih yang nggak buat ponakan ku"
Taxi pun tiba,kini kedua wanita itu telah masuk dan menuju hotel tempat acara di mulai.
Tak berapa lama akhirnya mereka sampai di hotel tersebut dan segera mengantarkan pesanan mereka karena kebetulan hari semakin malam dan semakin dingin jadi Davina ingin cepat-cepat pergi dari sini dan melemparkan tubuhnya di atas kasur.
"Permisi...saya mau mengantar pesanan kue atas nama tuan John "
"Oh sebentar ya nona biar saya hubungi"
"Baik"
Tak berapa lama sang resepsionis mengatakan bahwa mereka di suruh menunggu di kamar xxx karena kue itu sengaja untuk hadiah rekan bisnis nya.
Mau tidak mau akhirnya mereka berdua menuruti perintah itu dan di sinilah mereka berada sekarang di dalam kamar xxx yang telah di persiapkan untuk mereka.
"Vin aku keluar sebentar ya kebetulan temenku ada yang kerja di sini aku ktemuin dia bentar ya gak apa-apa kan..?"
"Ya udah gak apa-apa,jangan lama ya Wen aku takut sendirian".
"Iya santai"
Weni telah pergi menemui temannya kini hanya tersisa Davina seorang diri di dalam kamar itu,tak berapa lama kemudian pintu terbuka dan terlihatlah seorang pria yang sudah lama tidak ia temui terlihat dari tatapan keduanya ada rasa rindu tersirat.
"Davina.. akhirnya aku menemukan mu"
"T-tuan K-ken"
__ADS_1