Cinta Tuan Muda Tampan

Cinta Tuan Muda Tampan
Ep_47 S2..Ciuman Dadakan.


__ADS_3

Malam menjelang Arini saat ini tengah berada di bar,dia kesal dengan mantan ke kasih nya Rovan.. bisa-bisa nya dia bilang masih mencintai nya dna hanya khilaf semata..cih, dia masih sanggup mencari yang ori dari pada mengambil kembali sampah yang memang harus berada di tempat nya.


Drttt....


Drttt.....


Arini tak lagi mampu mengangkat telfon nya sendiri..dia sudah terlalu teler untuk sekedar mengangkat kepala..sang bartender yang melihat itu pun geleng-geleng kepala karena seminggu yang lalu gadis itu sama kondisi nya sepeti saat ini.


Akhirnya sang bartender memutuskan untuk mengangkat panggilan itu menggantikan Arini yang tak lagi mampu hanya untuk sekedar membuka mata nya.


"Hallo selamat malam" sapa sang bartender menjawab panggilan itu.


"Kau siapa..kenapa ponsel adikku ada di tangan mu.. jangan macam-macam kau" kata orang di sebrang telefon berkata dengan nada dingin.

__ADS_1


"Maaf tuan,nona pemilik ponsel sedang mabuk dan dia masih ada di bar karena tidak sanggup untuk sekedar membuka mata nya jadi saya memutuskan untuk menjawab nya siapa pun panggilan penting" kata si bartender menjelaskan sebelum ada salah paham.


"Kirim lokasi nya" kata orang di seberang telefon lalu mematikan telefon begitu saja.


"Dasar orang aneh..untung kau di bar nona,coba kalau di club huftt sudah habis kau di gilir..ckckck perempuan jaman sekarang" kata si bartender geleng-geleng kepala lalu menuliskan alamat tempat itu pada orang di seberang telefon.


Tak berapa lama kemudian datang lah seorang pria dengan mengenakan jaket kulit hitam serta celana Jogger kain dan tak lupa sepatu datang mendekati bartender dan melihat seorang wanita tengah tertidur entah tak sadarkan diri dengan kepala menyandar pada meja bar.


"Arini..astaga anak ini" panggil Farell setelah berada di samping Arini.


"Ah apa kau yang mengangkat panggilan dari ponsel gadis ini tadi?" tanya Farell


"Iya tuan..apa anda yang menelfon tadi?" tanya si bartender berbalik bertanya pada Farell.

__ADS_1


"Iya.. aku kakak nya.aaf untuk yang tadi dan terimakasih sudah menjaga nya.. Aku akan membawa nya pulang" pamit Farell sambil menggendong Arini ala bridal style lalu meninggalkan bar itu.


Sang bartender hanya mengangguk lalu kembali melanjutkan pekerjaan nya lagi..sementara Farell,dia membaringkan Arini di kursi penumpang sebelah kursi kemudi..Arini tak bangun sama sekali mungkin dia terlalu mabuk.


Lihat saja nanti jika dia sudah bangun akan Farell interogasi sampai habis..berani sekali gadis kecil ini minum tanpa di dampingi siapapun..ck bagaimana kalau terjadi sesuatu tadi oh astaga bisa kecewa berat uncle John dan aunty Weny.


Farell hanya sesekali melirik ke arah Arini yang terlelap sangat tenang..wajah nya memerah mungkin saking banyak nya minum karena setau nya Arini tidak kuat minum.


Sampai di villa, Farell mengangkat Arini lagi dan mengangkat nya masuk ke kamar di sebelah kamar nya..dia membaringkan Arini di ranjang lalu melepaskan mantel yang membalut tubuh mungil nya setelah itu Farell melepaskan sepatu sneaker yang Arini kenakan.


Saat mau melepaskan kuncir rambut gadis itu tanpa Farell duga Arini menarik nya dan tanpa sengaja kedua bibir mereka bersentuhan dan saling menempel.


Farell terkejut karena tiba-tiba dia di tarik dan akhirnya bibir mereka saling menempel..saat dia mau menarik diri tanpa di duga Arini mengalungkan kedua tangan nya pada leher nya dan menggerakkan bibir nya.

__ADS_1


Farell hanya diam karena dia masih terkejut mendapat serangan mendadak seperti ini..setelah kesadaran nya terkumpul kembali dia menarik diri agar tak semakin jauh lagi.


"Astaga..kalau Aron tau bisa di hajar aku ck..gadis nakal tapi manis juga bibir nya oh astaga hey sadar kau Farell dia adik mu sama seperti Farella dan Farell..ck" gumam Farell sambil memegangi bibir nya yang baru saja tidak perawan lagi.


__ADS_2