
Setelah mendapatkan lampu hijau dari Davina Ken memposisikan dirinya di antara kedua kaki Davina yang telah terbuka tanpa pikir panjang lagi di atahkannya si terong menuju pintu surga kenikmatan.
Dan akhirnya mereka menyatu dengan sempurna..kemudian Ken mulai memaju mundur kan pinggulnya dan suara horor itu kembali terdengar semakin keras bahkan semakin seksi di telinga Ken.
Pelan tapi pasti kenikmatan yang mereka ciptakan mulai memanas dan ketika akan sampai pada puncaknya gerakan senam maju dan mundur itu semakin cepat temponya dan itu membuat Davina semakin gencar mengeluarkan suara horor itu lagi dan kali ini semakin kencang.
"Call my name baby..ahhh"racau Ken ketika hendak mencapai puncak
"K-ken ak-aku hampir s-sampai "
"Yes baby kita bersama"
"K-ken.."
"Yes baby call my name baby ahhh..kau sungguh luar biasa baby"
Dan akhirnya keduanya sampai pada puncaknya keduanya mengerang bersamaan dan seketika tubuh Ken ambruk ke samping Davina .
"Thank you baby kau sungguh luar biasa aku mencintaimu "ucap Ken tersengal-sengal
"Hmm"
"Tidurlah pulihkan tenagamu karena aku masih ingin lagi"
"Terserah kau hubby tapi aku lelah beri aku waktu untuk istirahat" jawab Davina terbata
__ADS_1
"Baiklah...tidurlah baby i love you"
Davina tak menjawab karena memang sudah terlelap karena kelelahan sementara Ken hanya mengulas senyum melihat Davina yang terlelap dengan damainya.
Di tempat lain tepatnya di sebuah taman di tengah kota tampak dua orang yaitu John dan Weni..ya mereka tengah berjalan-jalan karena mendapatkan libur 1 hari dari bos besar mereka yaitu Ken dan Vina.
"Kau mau nonton..?"tanya John menghilangkan kecanggungan
"Boleh kebetulan aku ada film yang ingin ku lihat"
"Baiklah ayo"
Mereka berdua menuju bioskop bersama-sama ntahlah akhir-akhir ini mereka berdua terlihat lebih dekat..ahh biarkan saja jomblo terlalu lama dapat menyebabkan mati rasa hahahha....
"Istirahat lah "
"Hm selamat malam"
"Ya"
Mereka masuk kamar masing-masing dengan perasaan senang di hatinya sungguh rasanya luar biasa hati ini.
Di Negara x Sherly baru pulang dari cafe ketika sampai di sebuah toko kue Sherly teringat dengan kue kesukaan Davina.
"Dasar perempuan gak punya hati hiks...tega kamu ninggalin aku Vin hiks...aku kangen sama kamu Vin kapan sih kamu pulangnya hiks..."
__ADS_1
Tak jauh dari tempat Sherly tampak seorang pria tengah menatap nya dengan raut wajah yang sulit di artikan.
"Tuh perempuan kenapa ya...apa gak bisa beli kue jadi nangis...kasian"
Pria itu kemudian masuk kedalam toko kue itu untuk membeli kue ulang tahun untuk merayakan ulang tahun ibunya.
"Mbak pesan Black Forest bentuk hati ya terus tulis atasnya 'Happy Birthday My Dear' saya tunggu"ucap pria itu yang tak lain adalah Dava Kaka dari Davina.
"Baik tuan"
Tak berapa lama pesanan pun jadi kemudian karyawan tadi memanggil Dava untuk memastikan apakah sudah sesuai keinginannya ataukah belum.
"Tuan.. bagaimana apakah sesuai dengan keinginan tuan..?"
"Sempurna,berapa ya..?"
"Totalnya 150 dolar tuan "
"Baiklah..ini bonus untuk toko kalian karena hasilnya memuaskan"
"Terimakasih banyak tuan"
Dava keluar dari toko itu dengan membawa kue pesanan nya ketika dia menoleh ke arah samping wanita yang tadi sudah tiada hmm..tau gitu aku tanay saja tadi huh biarlah..pikir Dava.
__ADS_1