
"Siapa yang menyuruh mu duduk di sini hah..tidak tau sopan santun..saya yakin orang tua anda pasti mengajarkan tata cara meminta ijin lebih dulu bukan..tapi ku rasa anda tak mendengarkan orangtua anda..lebih baik anda pergi sebelum kesabaran saya habis" kata Farell to the poin menunjukkan ketidaksukaan nya terhdap Katia.
Sedangkan Ken,dia hanya diam mendengarkan anak nya yang tengah marah-marah...persis seperti nya hahaha dia kan jadi rindu dengan istri nya Davina..astaga jika ada istri nya di sini sudah pasti hama pengganggu seperti wanita yang sedang Farell marahi akan di babat habis oleh nya.
"Nona maaf,sebaik nya anda pergi saja di sini banyak kursi kosong jadi jangan ganggu waktu kami.. silahkan" kata Ken santai sambil menikmati teh camomile yang masih mengepul.
"Saya hanya ingin berbincang saja dengan tuan Farell tuan Ken..kebetulan kami bertemu di luar jadi saya rasa tidak ada salah nya untuk berbincang" jelas Katia masih mencari pembenaran.
"Ayo Rell Kita pindah saja" ajak Ken tak menjawab ucapan Katia malah mengajak Farell pindah dari meja itu.
__ADS_1
"Ayo dad" Farell setuju dan langsung meninggalkan Katia untuk pindah kursi di saksikan oleh para pengunjung cafe yang kini sudah mulai terdengar berbisik-bisik mencemooh Katia.
Sedangkan Katia sendiri mengepalkan tangan nya erat,dia benar-benar merasa di permalukan oleh Farell..lihat saja nanti jika proyek mereka berjalan akan dia buat Farell bertekuk lutut di hadapan nya..kini dia hanya perlu menunggu keberangkatan mereka ke kota H.
'Lihat saja kau Farell akan aku buat kau menjadi milikku saat kita sudah berada di sana' batin nya tersenyum licik lalu pergi dari cafe itu tanpa memperdulikan para pengunjung yang bergunjing akan diri nya.
Sementara Farell dan Ken kini sudah duduk di kursi baru mereka yang berada di pojok ruangan itu.
"Rekan bisnis tidak tau diri dad..harus nya hari ini aku dan Arini menghabiskan waktu bersama tapi terganggu oleh dia..astaga aku lupa Arini di rumah sendirian dad" kata Farell menjelaskan siapa Katia dan menepuk jidat nya karena baru ingat Arini di rumah sendirian.
__ADS_1
"Kau bagaimana sih boy,harus nya kau antar Arini ke rumah Daddy atau ke rumah Daddy John ck..kenapa kau jadi bodoh sih..ayo pulang" ajak Ken sambil meletakkan 3 lembar uang di atas meja lalu beranjak meninggalkan meja mereka.
Ken tak mau menantu nya sendirian di rumah baru mereka..apalagi kondisi nya sedang hamil muda itu sangat rawan jika tidak hati-hati..dia pernah mengalami masa-masa itu tentu nya saat Davin hamil semasa dulu.
Sepanjang perjalanan menuju rumah putra nya,Ken memberikan nasehat juga masukan dan wejangan agar Farell menjadi suami yang baik untuk Arini meski belum ada cinta karena cinta bisa hadir kapan saja.
Farell hanya mendengarkan nasehat Daddy nya dengan seksama..dia berjanji pada diri nya sendiri untuk menjadi suami yang baik untuk Arini dana yah yang baik untuk calon anak mereka.
Sampailah di rumah Farell,mereka keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk..Farell membuka pintu dan mengajak Daddy nya masuk.. Ken melihat rumah putra nya tak terlalu besar namun terkesan mewah.
__ADS_1
"Rumah mu bagus juga boy..kau memang pintar mendesain nya" puji Ken menyukai rumah putra nya.