Cinta Tuan Muda Tampan

Cinta Tuan Muda Tampan
Ep_90 S2..Imagine


__ADS_3

"Maafin Rini juga ka..Rini terlalu berburuk sangka pada Kaka..harus nya Rini sadar diri sebelum menilai orang lain..Rini jauh lebih kotor dari Kaka bahkan kekotoran Rini sampai membuahkan hasil yang Rini sendiri tidak tau siapa penyumbang benih yang kini tengah tumbuh di rahim Rini..maafin Rini ka..Rini salah" kata Arini sambil menunduk tak berani menatap Farell.


"Ssstt..udah nggak apa-apa,Kaka juga minta maaf karena Kaka nggak cerita lebih dulu..udah jangan nangis lagi sekarang kita makan dulu kesian anak kita" saran Farell setelah menenangkan Arini yang masih sedikit terisak dalam pelukan nya.


Akhir nya Arini dan Farell memilih ke dapur untuk menyiapkan apa yang ingin Arini makan..sungguh perhatian Farell yang seperti ini semakin membuat Arini nyaman begitu juga anak nya.


'Andai Kaka memang ayah anak Rini ka,mungkin Rini akan sangat bahagia' batin Arini yang tersenyum murid karena faktanya tidak lah sesuai angan-angan nya.


#


#


Tak terasa usia kandungan Arini sudah memasuki bulan 8..perut nya yang buncit semakin membuat nya terlihat lucu apalagi jika sedang jalan,mirip seperti antara orang habis sunat dan penguin.

__ADS_1


Hari ini Farell dan Arini akan berbelanja perlengkapan bayi..Farell sangat antusias untuk memilih pakaian dan semua perlengkapan bayi..dia sudah seperti ayah yang hendak menyambut kelahiran anak nya.


Tak bisa di pungkiri bahwa hati nya benar-benar sudah menyayangi anak yang tengah Arini kandung meski dia sendiri tak tau siapa ayah nya namun dia sudah sayang dengan anak itu dan menganggap nya seperti anak nya sendiri.


"Apa kau sudah siap?" tanya Farell yang tiba-tiba masuk kedalam kamar saat Arini tengah kesulitan untuk menaikan Zipper gaun hamil nya.


"K..ka..ka Farell" Arini terkejut dan langsung berbalik agar punggung nya tak terlihat oleh Farell.


"Ma..maaf,Kaka tidak tau..apa kau kesulitan untuk menaikan Zipper nya?" tanya Farell tergagap namun berusaha menetralkan lagi degub jantung nya.


"Kita suami istri jadi sudah sewajarnya saling membantu jika di antara kita ada yang kesulitan,benar bukan?" kata Farell sambil berjalan lalu membalikkan tubuh Arini dan mencoba membantu Arini untuk menaikan Zipper gaun nya.


Farell dengan susah payah berusaha menekan haserat nya yang tiba-tiba melonjak hanya melihat punggung Arini yang mulus..dia menggelengkan kepala nya agar segera sadar dari fantasi liar nya.

__ADS_1


'Sialan,ini benar-benar menyiksa..8 bulan lebih menikah namun belum merasakan apa itu pernikahan sesungguhnya..oh tuhan aku tersiksa' batin Farell mengumpat diri nya yang tak berani menyentuh Arini meski Arini sudah sering menawarkan diri untuk melayani nya.


Farell hanya tak ingin menyakiti Arini jika dia benar-benar menyanggupi kesediaan Arini..dia tak mau anak yang Salma kandungan Arini kenapa-kenapa karena dia sudah menantikan kehadiran nya..rasa nya dia sudah tidak sabar.


"Ka..apa sudah?" tanya Arini yang merasa Farell seperti nya kesulitan.


"Hah..em sudah..ayo" jawab Farell lalu keluar dari kamar untuk mengalihkan pikiran kotor nya yang membayangkan tubuh Arini.


#


#


"Menurut mu bagaimana yang ini..sangat lucu untuk dia,benar bukan?" tanya Farell sambil mengangkat satu baju bayi yang menurut nya menggemaskan.

__ADS_1


"Iya ini lucu ka..apa Kaka mau ambil yang ini?" Arini sependapat dengan Farell.


__ADS_2