Cinta Tuan Muda Tampan

Cinta Tuan Muda Tampan
Ep_67 S2..Saling Memendam Rasa


__ADS_3

"Kau tak apa-apa..Kaka takut kamu butuh sesuatu dan tidak ada orang lain" tanya Farell berharap agar Arini mengatakan bahwa dia tidak mau di tinggal.


"Tidak apa-apa ka..Kaka berangkat saja" jawab Arini dengan wajah biasa saja namun hati nya benar-benar sedih ingin menghalangi namun dia hanya orang baru.


"Huftt... baiklah Kaka siap-siap dulu ya..kamu kalap ada apa-apa kabari Kaka aja" kata Farell berpesan pada Arini sebelum diri nya berlalu ke atas untuk bersiap-siap.


Arini mengangguk sambil masih menikmati cassoulet nya yang tinggal sedikit, tiba-tiba nafesu makan nya tidak ada lagi,dia tidak selera memakan makanan itu lagi..Arini menatap ke atas mengikuti langkah Farell.


Dia ikut ke atas berniat untuk membantu Farell Karana bagaimanapun juga dia adalah istri nya sekarang,jadi dia sudah berkewajiban untuk melakukan hal-hal seperti itu.


Dia membuka pintu kamar yang dia yakini adalah kamar mereka.


Ceklek....


Kosong


Tak ada siapapun

__ADS_1


Lalu dimana Farell


Arini mencari keberadaan Farell ke kamar mandi namun kamar mandi juga kosong..dia melihat isi lemari pakaian yang ada di kamar itu dan kosong hanya ada pakaian nya namun pakaian Farell tidak ada.


Hahahaha


Lucu sekali.


Apa yang kau harapkan Arini.


Inilah alasan nya lebih memilih tinggal di rumah nya sendiri agar kedua orangtua mereka tidak tau bahwa mereka tidur terpisah.


Ingin rasa nya Arini berteriak namun dia tidak melakukan nya..dia sadar kenapa Farell bersikap baik pada nya,hahhaa Arini kau itu terlalu bodoh..dia hanya ingin bayi yang kau kandung memiliki status yang jelas juga ketika bayi ini lahir dia bisa memanggil seseorang dengan sebutan Daddy.


Miris.


Sungguh ingin rasa nya Arini menangis namun untuk apa dia menangis toh dia harus nya sadar bahwa tidak ada guna nya bersedih.

__ADS_1


"Sadar Arini..jangan terbawa perasaan mu..ka Farell hanya membantu mu agar kau tak malu saat perut mu membesar nanti karena orang-orang tau bahwa kalian telah menikah..haha bodoh.. bodoh.. bodoh" kata Arini bergumam menekan dada nya yang kian sesak memikirkan kembali kebodohan nya hingga dia bisa hamil dan mempermalukan diri di depan Farell.


Arini memilih untuk merebahkan diri karena tiba-tiba perut nya bergejolak serta pusing melanda nya..dia tidak lagi harus bersedih karena masih ada janin yang berkembang di rahim nya dan itu lebih butuh perhatian nya.


Arini memejamkan mata nya sejenak setelah mengeluarkan lagi isi perut nya.


"Maafin mommy nak..mommy bodoh hingga memikirkan pria yang mommy cintai tak ingin bersama mommy di sini..kita akan bahagia meski hanya berdua tapi mommy janji,mommy akan selalu menjaga mu" kata Arini mengusap perut rata nya yang kini telah berpenghuni.


Di luar kamar tampak Farell mendengarkan ucapan Arini..benar yang dia pikirkan bahwa Arini masih menunggu pria itu yang entah kenapa Arini masih merahasiakan nya.. tiba-tiba hati nya sesak mendengar kata-kata Arini.


"Apa kau sebegitu mencintai nya Arini..kenapa kau tak mau mencoba membuka hati mu lagi..Kaka akan selalu ada untuk mu dan anak yang kau kandung..Kaka akan tetap bertahan sampai kamu sendiri yang meminta Kaka lepas" batin Farell bergegas berlalu dari depan kamar Arini dan pergi tanpa pamit.


Tadi nya Farell ingin berpamitan pada Arini karena sebenar nya dia agak lama di kantor,klien nya sedikit merepotkan dan dia harus membuat perhitungan dengan klien itu tapi setelah dia menguping percakapan Arini dengan bayi yang dia kandung dia mengurungkan niat nya untuk berpamitan.


Farell memilih untuk menyimpan sendiri rasa yang dia miliki..dengan bersikap layak nya Kaka dia masih bisa dekat dengan Arini itu sudah cukup buat nya.


"Semoga kelak kau bisa membuka hati mu dan melihat Kaka yang selalu setia menunggu mu Arini" batin Farell melajukan mobil nya menuju kantor yang kebetulan jarak nya tidak terlalu jauh dari rumah mereka.

__ADS_1


__ADS_2