
Pagi telah tiba di saat orang-orang tengah menjalankan kewajibannya yaitu mencari nafkah.. berbeda dengan gadis bar-bar satu ini yang masih asik menginterogasi kedua pasangan yang ada di hadapannya.
"Jadi kalian sudah baikan..?"tanya Weni melihat Vina dan Ken yang begitu lengket.
"Iya Wen maaf"jawab Vina lirih
"Maaf untuk apa Vin..?"
"Maaf karena baru ngasih tau tadi pagi"
"Ok aku anggap lewat..jadi sekarang mau kalian gimana..inget kalian punya tanggung jawab yaitu anak dan itu bukan hanya tugas salah satu dari kalian tapi keduanya kalian mengerti kan maksud ku..?"
"Tenang saja nona...ku pastikan Vina akan berganti status secepatnya"tegas Ken sambil menatap wajah Vina yang terlihat gugup
"K-ken.."
"Baiklah saya tunggu niat baik anda pada sahabat saya tuan Ken yang terhormat" ucap Weni lega mendengar keputusan Ken.
Kini mereka sama-sama terdiam dengan pikiran masing-masing hingga suara seorang pria membuyarkan mereka.
"Permisi bos..semua sudah beres"
"Baiklah besok kita berangkat ke sana"
"Baik bos"
__ADS_1
Sementara Weni dan Davina hanya bisa saling pandang dan diam saja karena pasti Ken mwlakukan hal yang benar jadi mereka tidak perlu khawatir.
"Baby..kamu ikut aku ya ke hotel karena dalam seminggu lagi kita akan pulang"ucap Ken
"Tapi..Weni gimana..aku gak mungkin tinggalin dia sendiri"
"Kamu tenang aja baby.. Weni juga akan ikut kemanapun kamu pergi"
"Benarkah...?"
"Iya baby,jadi gimana ikut ya ke hotelku aku nggak tega biarin kamu di sini "
"Ya udah aku ikut "
Sementara Weni perempuan itu sudah ada di mobil bersama John..ya setelah di paksa dan di ancam akhirnya Weni mau ikut kemanapun Davina pergi ya itung-itung refreshing.
"....".....
"Astaga hey tuan aku bertanya padamu kenapa kau hanya diam saja"
"...."....
"Ah..sudahlah percuma ngomong smaa batu kali huh"
John diam-diam tersenyum mendengar ocehan dari Weni sungguh baru kali ini ada perempuan yang berani mengumpat nya.
__ADS_1
"Menarik"gumam John dalam hati
Kini mereka sudah berada di hotel,Ken satu kamar dengan Davina sedangkan John dan Weni di kamar masing-masing,sebelum menuju hotel sebenarnya John sudah mempersiapkan data-data yang di butuhkan untuk menikah jadi Ken dan Vina sebelum ke hotel mereka ke kantor catatan sipil dulu untuk mengurus pernikahan mereka.
FLASHBACK>>>>>>>>
"Kita mau kemana Ken..?"
"Kantor catatan sipil"
"Apaaa...??" Weni dan Davina sama-sama terkejut.
"Hey calm down baby"pinta Ken pada Davina
"Bagaimana aku bisa tenang ketika kau tiba-tiba mengajakku ke kantor catatan sipil untuk menikah dadakan...astaga untung jatungku masih betah berada di tempatnya huh"gerutu Davina
"Sudah tidak apa-apa,aku mau kau segera jadi milikku maka dari itu kita harus segera menikah"tukas Ken sembari menggenggam tangan Davina.
"Iya aku menurut saja "akhirnya Davina hanya pasrah namun dalam hatinya tengah berbunga-bunga.
Sedangkan Weni hanya mendengarkan percakapan dua insan yang tengah di mabuk cinta itu dengan penuh rasa haru karna selama ini Davina melewati hidup dengan penuh rintangan...kadang cemoohan dari luar serta hinaan karena mengandung namun tak ada suami..bahkan ada yang terang-terangan mengatai dirinya ja**ng ataupun wanita mu***an.
Skip......
Di dalam kamar sepasang suami istri baru itu tengah asik menghabiskan waktunya hanya dengan berbaring di ranjang king size yang lembut serta nyaman itu dengan saling berpelukan sebenarnya yang agresif itu Ken maklum lama merindu hingga sekarang waktunya pembalasannya.
__ADS_1
"Aku mencintaimu Vina sangat mencintai mu, jangan tinggalkan aku sendiri lagi"ucap Ken lirih masih memeluk mesra dan posesif Davina.