Cinta Tuan Muda Tampan

Cinta Tuan Muda Tampan
Ep_86 S2..Aron's Anger


__ADS_3

"Kau tak tau kalau aku dan Farell tid___" belum selesai Cecil berkata-kata Farell sudah memotong nya.


"Jangan bicara yang tidak-tidak atau kau akan menyesal,ayo sayang dokter sudah menunggu kita" ujar Farell menatap tajam Cecil seakan memberi peringatan.


Cecil bukan nya takut dia malah seakan menantang Farell dengan menceritakan tentang malam saat mereka berada di negara M pada Arini.


"Kenapa Farell,apa kau takut istri mu akan meninggalkan mu jika dia tau kau pernah tidur denganku?" tanya Cecil menatap puas wajah Arini yang tampak terkejut mendengar kata-kata Cecil.


"A..apa?" terkejut Arini langsung menatap Farell dengan raut wajah sulit di artikan.


Sedangkan Farell sendiri dia hanya memejamkan mata nya sambil menghela nafas panjang..seharusnya dia sudah buang Cecil ke kandang buaya kesayangan nya.

__ADS_1


"Jangan dengarkan dia,ayo kita masuk" kata Farell berusaha mengalihkan perhatian Arini namun sia-sia saja karena Arini menepis tangan Farell.


"Kenapa Kaka mengalihkan perhatian ku hah..jelaskan apa benar yang wanita itu katakan bahwa Kaka penegakan tidur dengan nya?" tanya Arini dengan wajah nya yang benar-benar tampak kecewa.


"Itu__" Farell tak sanggup menjawab pertanyaan Arini karena itu memang benar meski di luar kehendak nya karena dia saat itu tidak sadarkan diri.


"Sudah lah Farell,sayang sekali anak kita gugur sebelum sempat ayah nya tau..kalau dia tidak gugur pasti usia nya sudah sama seperti kehamilan Arini..oh ya selamat ya sudah menikmati bekas ku..dia pertama kali melakukan nya dengan ku" kata Cecil memasang wajah tanpa dosa lalu meninggalkan kedua orang yang masih diam.


Setelah kepergian Cecil,Arini melangkah masuk menuju ruangan dokter dan menutup pintu nya lalu mengunci nya,Farell menyusul Arini namun dia kesulitan membuka pintu itu..dia hanya bisa mengumpat dan menghubungi Miko agar menyelesaikan urusan Cecil.


"Sialan.. seharusnya aku sudah melenyapkan nya sejak awal..arkhhhhhhh bodoh kau Farell" gumam Farell kesal merutuki dirinya yang tak tegas menyikapi Cecil.

__ADS_1


Sementara Arini di dalam ruangan dokter sedang menangis di pelukan dokter wanita yang seukuran dengan ibu nya..dia menangis hingga perut nya kencang dan sedikit ngilu.


"Dokter bisa tolong hubungi Aron kakak ku..hiks" pinta Arini pada si dokter dan di angguki oleh dokter itu dan mulai menekan nomor Aron kakak Arini lewat ponsel Arini.


Setelah beberapa saat sambungan telepon terhubung,dokter pun berbicara dengan Aron dan mengatakan agar Aron menjemput Arini di rumah sakit tepat nya di ruangan nya.


Aron pun langsung bergegas meninggalkan pekerjaan nya untuk menjemput Arini dengan aura kemarahan yang kentara di wajah nya.. Aron sampai di rumah sakit dan segera menuju ke ruangan dokter ruang sedang bersama Arini.


"Aron,apa yang kau lakukan di sini?" tanya Farell saat dia melihat Aron tengah berjalan dengan langkah tegas menuju ke arah nya.


Bughhhh....

__ADS_1


"Arkhhhhhhh..apa yang kau lakukan hah?" ringis Farell saat tiba-tiba diri nya di bogem oleh Aron.


"Mana Arini..kenapa dia tak bersamamu dan kenapa dia ingin di jemput oleh ku sedangkan kau ada di sini hah..ingat Farell meski adikku memang tak lagi suci tapi dia memiliki hati jangan seenaknya kau menyakiti nya,jika kau tak sanggup menjaga nya maka kembalikan dia pada kami,kami akan menjaga nya sepenuh hati" kata Aron meninggalkan Farell lalu mengetuk pintu ruangan dokter dimana Arini sedang berada.


__ADS_2