
Dava sampai di rumah kemudian mulai bersiap karena orang tua sedang keluar lebih tepatnya sang ayah membawa ibunya untuk menyiapkan kejutan ulang tahun ibunya.
Setelah beberapa saat kemudian ruang tamu sudah di sulap menjadi tempat yang romantis tentu saja untuk sang ibu tercinta..namun di tengah-tengah kebahagiaan itu terbesit kesedihan karena sang adik tercinta tak hadir lebih tepatnya tidak ada yang tau dimana keberadaan nya sekarang.
"Vina kamu kapam pulang sih Kaka rindu sekali.. hari ini momy ulang tahun semua berkumpul hanya kamu yang gak ada di sini..cepatlah pulang sayang Kaka dan yang lainnya merindukan mu"
Sementara di tempat lain terjadi perdebatan konyol antara Ken dan Davina...mereka tengah berdebat tentang
warna lipstik..ya saat ini mereka tengah berada di pusat perbelanjaan tepatnya di toko kosmetik terkenal dan termahal tentu saja sultan di lawan mana mau Ken dengan barang murah..cih sombong kau bang Ken.
"Nggak baby aku mau warna yang lebih strong"
"Astaga hubby aku mau yang kalem kenapa kamu yang repot sih"
"Nggak baby pokoknya yang lebih strong".
"No Hubby..aku mau yang kalem"
"No baby pokoknya yang strong titik no debat"
"Ya udah kamu aja pake huhh"
Karena kesal dengan tingkah Ken yang super posesif akhirnya Davina melenggang ke tempat lain masih di toko kosmetik kini Davina tengah memilih lip balm.
Pilihannya jatuh pada L’Occitane Shea Butter bukan karena mahalnya namun keunggulan nya juga yang di pertimbangkan oleh Davina yaitu.
__ADS_1
Mengandung ekstra shea butter
dapat melebapkan bibir dalam jangka waktu lama dan
Melembutkan bibir
Kalau kekurangannya yaitu harganya yang mahal serta diproduksi tidak terlalu besar maka dari itu bagi siapa saja yang sudah tau kandungan atau keunggulan dari lip balm itu pasti akan berbondong-bondong untuk menyerbunya.
"Baby.."
Davina hanya mendesah kesal karena Ken tidak henti-hentinya membuat Davina kehilangan mood bershopping nya.
"Ada apa..?"jawab Vina ketus
"Sudah beli lipstik nya..?"tanya Davina menyindir
Ken hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gagal serta nyengir lebar hingga menampakkan deretan gigi putih nan indah nya.
"Maaf baby tadinya aku ingin kau memakai lipstik itu di depanku tapi setelah ku pikir-pikir lagi ternyata terlalu strong warnanya jadi aku tinggalkan saja hehe"
"Huh...sudahlah lebih baik kau bayar semua belanjaan ku sebelum aku kehilangan mood shopping ku"
"Baik nyonya Ken sayang"
Setelah selesai berbelanja mereka mampir ke restoran untuk membeli makanan karena Davina sudah lapar.
__ADS_1
Mereka sampai di restoran Ken menyuruh Davina duduk sementara dia sendiri memesankan makanan yang di mau Davina.
Dari jauh terlihat seorang pria yang berjalan menuju mejanya sehabis dari toilet namun pandangannya teralihkan oleh sosok wanita yang begitu lama tidak ia jumpai.
"Vina.. benarkah itu Davina "
Ketika dia hendak menghampiri Davina langkahnya terhenti oleh panggilan dari seseorang yang tidak lain adalah temannya sendiri.
"Dav..."
"Hay..kau di sini ..?"jawab Dava sambil melihat Andrew
"Kau sedang apa dan mau kemana kenapa kelihatan buru-buru sekali..?"
"Oh tidak ada hanya melihat seseorang yang terlihat mirip "
"Haha sudahlah lebih baik kita duduk dan ngobrol santai saja"
"Baiklah ayo.."
Mereka berdua ngobrol santai di meja Dava..ketika Dava menoleh ke arah belakang ternyata Davina sudah tidak ada di sana.
"Apa aku salah lihat ya..?" gumam Dava dalam hati.
"Bagaimana kabar adikmu Dav..?"
__ADS_1