
Farell dan Arini tengah menikmati udara di sore yang lumayan tak terlalu terik di gazebo taman belakang mansion Ken.
"Ka Farell,Rini mau tanya sesuatu boleh?" panggil Arini ingin bertanya pada Farell entah apa.
"Apa itu,kalau kakak bisa jawab akan Kaka jawab,so silahkan tanyakan apa yang ingin kamu tanyakan" jawab Farell mempersilahkan Arini bertanya.
"Em..apa Kaka anggep Arini hanya sekedar adik di kata Kaka,apa Arini nggak kayak untuk jadi wanita yang Kaka sukai?" tanya Arini memberanikan diri untuk bertanya masalah itu karena dia tak tahan lagi memendam cinta sepihak seorang diri.
Farell terdiam dan menatap lekat Arini yang tengah memandang nya dengan tatapan yang menyiratkan kekecewaan..Arini melihat Farell seperti enggan untuk menjawab pertanyaan nya dan dia cukup tau diri untuk memaklumi itu.
"Tidak udah di jawab tidak ap__" belum selesai Arini berujar Farell sudah memotong lebih dulu dan memberikan jawaban yang membuat Arini tercengang.
"Kaka menyukainya mu Arini" Farell memotong ucapan Arini karena dia tak mau menutupi nya lagi.
__ADS_1
"A..apa..ka..Kaka menyukai Rini, beneran,kakak nggak bohong kan?" jawab Arini tergagap seakan belum percaya bahwa Farell juga menyukai nya.
"Iya kakak menyukai mu,apa boleh?" jawab Farell meyakinkan Arini bahwa ini memang kenyataannya.
"Hiks..hiks.. terimakasih ka.. terimakasih sudah membalas perasaan Arini hiks..huwaaa" tangis Arini pecah karena Farell rupanya membalas perasaan nya dan dia begitu bahagia hingga menangis tanpa kenal tempat.
"Hey jangan menangis kasihan anak kita.. sudah jangan menangis lagi hm?" ujar Farell membujuk Arini agar tak menangis lagi.
"Hiks..ini kan hormon kehamilan yang membuat Rini jadi gampang perasan hiks" elak Arini menyalahkan hormon kehamilan nya.
"Terimakasih hiks.. terimakasih sudah membalas perasaan Arini hiks" kata Arini sambil membalas pelukan Farell.
Kedua orang itu benar-benar tengah bahagia karena telah mengatakan perasaan masing-masing..Arini tak lagi mencintai sepihak dan Farell tak lagi khawatir karena hati Arini telah di milikinya secara utuh.
__ADS_1
Kedua nya memilih masuk karena udara sore semakin dingin,Farell tak mau Arini sakit terkena udara sore yang dingin..memang di sana sedang dalam cuaca yang tak menentu dan sering berubah-ubah.
"Kita masuk saja yuk,udara semakin dingin" kata Farell sambil membantu Arini bangun dan menuntun nya masuk kedalam rumah.
Arini hanya pasrah,dia senang akhir nya Farell benar-benar perhatian pada nya selayaknya pada wanita dewasa lain nya.
#
#
"Sialan, sampai sekarang bahkan aku belum tau siapa yang mendapatkan seperema Farell,arghhhhhh sialan" umpat Cecil benar-benar tidak tenang karena dia masih belum mengerti siapa wanita yang kini tengah menjadi ibu dari anak Farell jika seperema itu benar-benar berkembang.
Cecil terus menyelidiki dan berusaha untuk mendapatkan informasi tentang wanita itu tapi sama sekali tidak mendapatkan apapun..di tambah sekarang Farell telah menikah dengan Arini,ck dia benar-benar merasa gagal dua kali.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan Arini bahagia di atas penderitaan ku..lihat saja kau Arini jika aku tau siapa wanita yang menerima sel dari Farell maka kau akan tersingkir dari sisi nya dan kita impas..hahaha tunggu saja hingga saat nya wanita murahan" kata Cecil menatap foto pernikahan Farell yang terpajang di dinding kamar nya dan dia gores dengan pisau di bagian wajah Arini.