Cinta Tuan Muda Tampan

Cinta Tuan Muda Tampan
Ep_80 S2..Tekad Davina


__ADS_3

"Sayang istirahat aja ya,biar Farell yang urusin semua kebutuhan kamu mulai sekarang..mommy nggak mau cuci mommy kenapa-kenapa" kata Davina yang membantu Arini berbaring di ranjang kamar Farell dan Arini setelah baru kembali dari rumah sakit.


"Maaf ya mom, Rini jadi nyusahin kalian" kata Arini dengan perasaan bersalah.


"Hey ini bukan kesalahan mu sayang, sudah lebih baik kamu istirahat saja mommy akan siapkan bubur untukmu dan cucu mommy..jangan bandel oke dear" kata Davina sambil mengelus perut Arini yang masih datar.


Dalam hati Arini sangat merasa menyedihkan karena anak yang bahkan dia sendiri tidak tau siapa ayah nya malah di akui oleh keluarga terpandang di kota itu,sungguh ingin sekali Arini menangis dan menjerit namun dia hanya mampu tersenyum dalam kegetiran takdir nya.


"Terima kasih telah menganggap anak Arini cucu mommy,sungguh mom Rini sangat malu dengan keadaan Rini,Rini merasa tidak pantas dengan semua yang Arini dapatkan dari kalian semua" jujur Arini menangis dalam pelukan Davina.


"Apa yang kau katakan dear,dia cucu mommy, apapun yang terjadi dia tetap cucu mommy,ingat itu sayang" kata Davina tegas.

__ADS_1


Arini hanya mengangguk dalam pelukan Davina,dia benar-benar merasa beruntung memiliki keluarga yang menyayangi nya apa ada nya,andai dia menikah dengan orang lain pasti yang ada dia hanya akan mendapatkan cibiran dan hinaan saja.


Setelah sesi pelukan kini Davina keluar setelah merasa Arini sudah lebih tenang,dia akan membuatkan bubur untuk menantu nya,dia tau rasa nya hamil tanpa suami seperti apa tapi ini berbeda Arini hamil tanpa tau siapa ayah anak itu sedangkan diri nya dulu tau bahwa dia hamil anak Ken,sungguh sebagai seorang wanita dia merasa sangat geram dengan pria bajingan itu.


"Aku harus meminta bantuan Ken agar menyelidiki ini semua,aku tak mau jika suatu saat nanti ayah anak itu datang dan mengambil nya tidak,aku tidak akan rela aku akan melakukan apapun untuk cucuku" tekad Davina begitu bulat dan benar-benar mantap untuk menemukan informasi apapun tentang ayah anak yang Arini kandung.


Di saat Davina baru sampai di ujung tangga bawah, dia melihat Farell tengah berjalan dengan memegangi pipi nya,dia heran melihat Farell seperti itu dan mencegat nya.


Farell mengangkat wajah nya dan melihat wanita cinta pertama nya tengah bersedekap dada menatap nya keheranan meminta penjelasan.


"Mommy" gumam Farell sedikit gugup.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Davina menuntut penjelasan.


"T..tidak ada apa-apa mom,ekhemm apa Arini tidur?" jawab Farell gugup sambil sedikit meremas ujung kemeja nya.


Davina mendekati dan menatap lekat Farell yang masih menutupi pipi dan ujung bibir nya..Davina menepis tangan Farell sehingga dia terbelalak melihat lebam di pipi dan luka di ujung bibir Farell.


"Kau berkelahi?" tanya Davina khawatir namun penuh kecurigaan.


"Ti..tidak mom, Farell emm Farell hanya menabrak tembok tadi saat jalan karena tak fokus dengan jalan jadi terjatuh" kata Farell mengelak namun bukan Davina nama nya jika tidak tahu kebohongan Farell.


"Jangan mengelak dan katakan sejujurnya atau mommy kirim kau ke Alaska" kata Davina dengan tatapan mengintimidasi Farell putra nya.

__ADS_1


__ADS_2