
"Hoekkkk... hoekkkk"
"Ka,Kaka kenapa..astaga apa Kaka sakit?" tanya Arini panik melihat Farell yang muntah-muntah.
"Nggak papa hoekkkk..Kaka cuma mual hoekkkk" jawab Farell dengan wajah yang memucat masih berusaha mengeluarkan isi perut nya.
Arini membantu Farell dengan memijit tengkuk Farell agar memudahkan Farell untuk memuntahkan isi perutnya..Arini jadi khawatir dengan keadaan Farell yang tiba-tiba seperti ini.
"Ka Farell nggak apa-apa..apa Kaka sakit?" tanya Arini saat telah selesai membantu Farell dan membantu nya mengelap mulut Farell tanpa merasa jijik.
Farell hanya menurut tanpa melakukan protes,entah kenapa dia jadi nyaman dan gejolak mual nya seketika hilang saat mendapati perlakuan seperti ini dari Arini.
"Terimakasih ya" kata Farell tersenyum meski wajah nya pucat.
"Kita masuk saja ka..apa Kaka sudah makan?" ajak Arini ke dalam dan bertanya pada Farell.
"Belum..sejak kemarin-kemarin badanku tidak enak, tidak punya napesu makan,bahkan selalu ingin muntah..apa aku sakit parah ya?" jelas Farell menyebutkan gejala yang dia alami selama ini.
"Apa sudah lama ka?" tanya Arini.
__ADS_1
"Hampir setiap hari selalu seperti ini..bisakah kau membuatkan ku makanan Arini?" tanya Farell yang entah kenapa ingin memakan masakan Arini.
"Buatan Rini..Kaka yakin?" tanya Arini sekali lagi ingin memastikan.
"Iya boleh kah?" kata Farell mengangguk mantap.
"Hmm..baik lah..ayo masuk dulu" ajak Arini kedalam sambil menuntun Farell yang masih tampak lemas.
#
#
"Maafkan saya nona..saya tidak tau karena saat wanita itu sampai di ruangan saya, kondisi nya sangat lemah bahkan pingsan setelah sampai di ruangan saya" jelas si dokter sedikit berbohong.
"Dasar bodoh..apa kamera pengawas di lorong aktif?" umpat si wanita pada si dokter saking kesal nya karena misi nya gagal.
"Maaf nona..saat hati itu rumah sakit sedang ada perbaikan sistem listrik di beberapa bagian dan kebetulan bagian waktu itu di depan lorong ruangan saya jadi kamera pengawas di matikan" jawab si dokter berdusta lagi agar kebenaran nya tak terungkap.
"Arghhhhh sial.. sial..sial..dasar tidak berguna" teriak si wanita saking geram nya lalu keluar dari ruangan dokter kandungan itu.
__ADS_1
Sementara si dokter hanya diam menahan ketakutan nya..sejak tau bahwa ternyata wanita yang dia beri seperema waktu itu ternyata bukan wanita yang baru saja mengunjungi raungan nya..si dokter merasa sangat bersalah maka dari itu si dokter menutupi fakta nya agar tak di ketahui oleh wanita tadi.
"Ya tuhan maafkan aku..semoga wanita itu baik-baik saja..aku merasa sangat bersalah telah melakukan hal itu" gumam si dokter selalu di hantui rasa bersalah karena telah salah melakukan proses inseminasi pada wanita yang tidak seharus nya.
Si dokter mencari identitas si wanita yang telah dia lakukan inseminasi namun tak menemukan apapun karena mungkin si wanita berasal dari keluarga terpandang.
Dia hanya memikirkan nasib si wanita pasti berat tiba-tiba mengetahui bahwa diri nya tengah hamil..si dokter terus mencari dan tak kenal lelah..bahkan si dokter membayar orang IT untuk menembus setidak nya sedikit celah informasi mengenai wanita itu namun gagal.
"Maafkan aku nona..maaf telah membuat hidup mu tiba-tiba berubah..semoga kau bisa menerima kehamilan mu jika Memnag seperema yang ku suntikan itu berkembang menjadi janin" kata si dokter menghela nafas nya panjang.
#
#
"Ka hati-hati..masih banyak makanan nya" kata Arini yang saat ini sedang menemani Farell makan.
"Ini sangat enak Arini" kata Farell masih dengan mulut penuh makanan.
"Iya tapi pelan-pelan nanti tersedak" jawab Arini terkekeh melihat ekspresi wajah Farell yang begitu lahap menyantap makanan buatan nya.
__ADS_1
Ya saat kembali dari taman belakang rumah, Farell mengeluh lapar karena sedari pagi belum kemasukan makanan jadi Arini membuatkan Farell makanan dan benar saja Farell sangat lahap bahkan ini sudah tambah 3x.