
"Perut ku seperti di remas dok sshhh..nyeri sekali" jawab Arini jujur dengan keadaan nya.
"Baik lah sebentar saya periksa dulu" kata si dokter lalu mulai memeriksa perut Arini dengan sangat hati-hati takut menyakiti Arini.
Si suster membetulkan posisi infus yang sempat salah posisi dan menyebabkan darah keluar dari jarum infus nya.
Setelah selesai di periksa Arini kembali beristirahat setelah mendapat suntikan vitamin dan penguat kandungan..si dokter hanya berpesan agar Arini menjaga emosi nya.
"Nona saya sarankan agar anda tidak terlalu memikirkan yang tidak penting karena jika anda berpikir berlebihan maka efek nya akan berimbas pada janin dalam rahim anda..berusaha rileks dan sharing dengan teman atau keluarga atau mungkin bisa dengan suami anda..jangan menyimpan masalah sendirian karena imbas nya bukan hanya pada anda sendiri tapi juga kandungan anda..baiklah saya permisi dulu ingat vitamin nya di minum dan jangan stress" kata si dokter berpesan pada Arini agar lebih memikirkan kondisi janin nya.
__ADS_1
"Baik lah dik terimakasih" balas Arini lemah sambil mengatur rasa sakit yang masih nyut-nyutan.
Setelah kepergian dokter tadi,Arini memejamkan mata nya merilekskan pikiran dan tubuh nya agar nanti jika Farell kembali dia bisa seperti biasa lagi..sudah cukup Arini memikirkan hal yang tidak penting kini dia hanya akan memikirkan bagaimana cara nya menjaga sang anak agar dia selalu sehat dan tumbuh dengan baik.
"Maafkan mommy nak,mommy egois tidak memikirkan mu..baiklah sekarang mommy akan menjadikan mu prioritas mommy..kita bersama-sama ya nak meski tidak ada Daddy" kata Arini bergumam sambil mengelus perut nya.
Tak berapa lama kemudian pintu ruangan nya di buka dan tampak lah seorang pria yang tak ingin dia temui mendekat ke arah nya..pria itu menatap Arini dengan tatapan mengejek..sungguh ingin rasa nya Arini melempar piring buah yang ada di meja dekat nya.
"Hay baby,long time no see?" Sapa Rovan mantan kekasih Arini yang tidak tau diri.
__ADS_1
"Go" kata Arini tak ingin melihat wajah Rovan karena dia benar-benar ingin menghajar wajah itu.
"C'mone baby.. Aku hanya ingin menjenguk mu..apa kau..hamil..anak siapa,apa anak suami mu itu hahaha ya tuhan ternyata ini alasan nya kau tidak mau tidur denganku hahaha baby,baby..kau benar-benar pintar ya" kata Rovan meracau tak jelas dan tak begitu Arini perdulikan.
Arini hanya diam tak menjawab..sungguh jika tidak memikirkan kandungan nya mungkin dia sudah menghajar Rovan saat ini juga,astaga kenapa juga sih harus muncul di sini dan lagi,siapa yang memberitahu nya bahwa dia hamil..ckckck menyebalkan.
"Kenapa tidak menjawab hm..kau masih saja sombong ternyata baby,apa aku harus melakukan sesuatu agar kau berhenti menyombong seperti ini?" tanya Rovan yang tak mendapat jawaban dari Arini dan malah terdiam dan membuat nya benar-benar kesal.
"Lebih baik kau pergi sebelum suamiku datang dan menghajar mu" kata Arini tanpa menatap Rovan yang masih tetap berdiri di sisi brankar nya dan membuat Arini benar-benar jengah.
__ADS_1