Cinta Tuan Muda Tampan

Cinta Tuan Muda Tampan
Part #28 Kehilangan Jejak


__ADS_3

"Diam kau pe***ur"bentak Ken pada Gwen yang terus ngoceh semaunya sendiri.


"Ken sadar Ken...kamu udah di bodohi sama perempuan murahan itu sadar dong Ken..lihat aku walaupun aku matre tapi aku nggak pernah kaya dia "


Ken semakin geram mendengar semua perkataan Gwen akhirnya satu tamparan dia daratkan di pipi Gwen.


Plakkk.....!!!


"Jika aku menyuruhmu diam maka diamlah pe***ur murahan...sudah cukup aku biarkan kau merasakan kebebasan selama ini...tapi dengan tidak tau malunya kau kembali lagi dan mengusik ketenangan ku dengan istriku maka rasakan lah harga mahal setelah kau mengusikku"ucap Ken sambil menggoreskan pisau buah pada wajah cantik Gwen hingga tergores di pipi dan di lehernya.


Gwen hanya bisa gemetaran karena belum pernah dia lihat Ken berubah menjadi iblis menakutkan seperti ini..bahkan dulu saat dia mempermainkan perasaan Ken...Ken yang sekarang benar-benar mengerikan sepertinya dia salah telah mengusik ketenangan Ken tapi apa mau di kata dia sudah terlanjur jatuh maka rasakan saja pembalasan nya..emang enak lu lampir huh..

__ADS_1


Ken menghubungi anak buahnya untuk menanyakan tentang informasi Vina saat ini..jujur Ken begitu takut karena Vina pergi dengan kondisi marah dan tengah mengandung..Ken takut terjadi sesuatu pada mereka..


"Bagaimana perkembangan nya..?"


"Maaf bos kami kehilangan jejak nona Vina bos"


"S**t...aku tidak mau tau cari dan temukan istriku jika tidak nyawa kalian taruhannya"


Ken langsung memutuskan panggilan telefon nya kemudian dia melirik ke arah Gwen yang tengah ketakutan dan dalam kondisi terikat di kedua kaki dan tangab serta mulutnya di bekap kain.


Setelah itu Ken pergi untuk mencari istri nya.dia menghubungi siapapun kenalan istrinya termasuk Weni maupun Sherly.

__ADS_1


Sementara itu Davina tengah duduk di suatu taman yang berada di daerah pedesaan sambil menangis karena sakit hati yang begitu amat dalam Ken torehkan padanya.


"Hiks...kau jahat Ken hiks..kau jahat..aku sudah mempercayai mu sepenuhnya tapi kau malah menyalahi kepercayaan ku hiks..aku harus bagaimana Ken hiks.."


Davina melihat ke arah perut nya kemudian dia elus dan dia belai perutnya yang sudah semakin besar karena kehamilan nya sudah memasuki 6bulan.


"Sayang momy harus bagaimana nak hiks..momy sakit nak..haruskah kita pergi bersama-sama nak... momy sungguh tidak tau harus bagaimana nak hiks...maafkan momy tidak bisa menjadi momy yang tangguh nak..maafkan momy hiks.."


Setelah lelah menangis dan merenung sendiri akhirnya Davina memilih untuk menginap di salah satu penginapan yang ada di desa itu.. sebelumnya Davina meninggalkan mobil beserta ponselnya di tepi jalan karena Vina tau jika mobil dan ponselnya pasti di pasangi alat pelacak maka dari itu Davina memilih untuk meninggalkan mobil beserta ponselnya di sana.


Sebelum itu Davina juga menarik uang dulu karena untuk beberapa waktu yang tak tau sampai kapan Davina berniat sembunyi dari Ken untuk menenangkan hati dan pikiran nya.

__ADS_1


"Aku harus kuat demi anakku..aku tak boleh lemah seperti ini..aku harus kembali bangkit demi anakku..untuk sementara waktu lebih baik aku di sini dulu..nak kita di sini dulu ya..kamu tidak apa-apa kan jauh dari Dady mu untuk sementara waktu sampai momy benar-benar bisa berhadapan lagi dengan Dady mu.."


Davina sudah berada di penginapan di desa tempat dia menenangkan diri.


__ADS_2