
Hari-hari berlalu begitu singkat tak terasa usia kandungan Vina sudah memasuki bulan ke 5 tentu saja itu tidak membuat ruang geraknya terhenti..Vina membuka usaha online shop dari mulai fashion,acessoris,desain grafis dan aneka makanan.
"Vin aku berangkat ya kamu baik-baik ya di rumah jangan capek-capek inget debay ok"
"Iya aunty bawel"
"Ok lah debay kalau momymu nakal tendangnya di kerasin ya biar rasa dia"
"Hey kenapa mengompori anakku dasar aunty laknat"
"Hahaahha..sudah bye Vin "
"Hati-hati"
Sementara di tempat lain Ken masih dengan wajah abstrak nya yang ntahlah sulit di mengerti manusia.
"Vina kamu dimana kenapa tidak ada kabar darimu..aku merindukanmu Vina kembalilah"
Ken saat ini tengah beristirahat di ruangan pribadi nya ntahlah sudah beberapa bulan ini tubuhnya terasa tidak enak bahkan nafsu makannya pun seakan hilang jika tidak di paksa oleh John.
Tubuhnya sedikit menyusut, kantung mata yang terlihat jelas,wajah yang amburadul,huhhh..sudahlah.
"Bos.."
"Kenapa John..?"
"Besok ada kunjungan ke Negara P bos"
"Kau aturkan saja jadwalnya"
__ADS_1
"Baik bos"
Ken kembali beristirahat ya semenjak di tinggal Vina ntah kenapa manusia satu itu jadi banyak berulah dan berubah..dia tidak pernah pulang barang sekali saja tidak pernah..selalu tidur di perusahaan...ya keseharian nya adalah kerja kerja kerja dan mencari keberadaan Davina.
"Bos aku sebenarnya tidak tega melihat anda seperti ini,andai aku tahu dimana nona Davina pasti akan aku bawa kehadapan anda saat itu juga,maafkan aku bos"gumam John dalam hati
Kembali ke Negara P<<<≤≤≤<
"Kenapa aku tiba-tiba merindukannya ya...hmmm nak apa kamu juga merindukan dadymu..?"
"Momy sebenarnya sudah melupakan semua kejadian naas itu tapi ntahlah momy merasa nyaman di sini..mungkin jika Dady mu datang menjemput kita momy akan ikut..ntah sejak kapan momy juga merindukan Dady mu"
Sebenarnya Davina juga merindukan Ken namun ntanlah mungkin ego nya masih tinggi sehingga dia sering melupakan perasaannya terhadap Ken.
Hingga hari ini ia masih merasakan hal yang sama seperti lima bulan yang lalu..bukan benci namun marah karena dia tidak bisa melihat situasi yang ada..dia juga salah dalam hal itu..
"Sudahlah Vina biarkan seperti air mengalir saja jika memang dia jodohmu maka kalian akan di persatukan lagi"
Davina kemudian masuk untuk membuat pesanan kue ulang tahun dari pelanggan.
Dengan rajin dan tekun serta sabar akhirnya dia bisa membangun bisnisnya untuk bisa menghidupi dirinya dan anaknya..sedangkan Weni dia juga ikut membantu bisnis Vina dengan mempromosikan pada teman sekafenya.
Di Cafe<<<<<<<<<<<
Weni tengah membersihkan meja namun tidak di sangka dia menabrak seseorang.
BRUK...!!!
"Akhhh..maaf..maafkan saya "
__ADS_1
"Hm..tidak apa-apa"
"Baju anda kotor tuan.. bagaimana ini..!!"
"Sudah tidak apa"
"Sekali lagi saya minta maaf tuan"
"Iya"
"Kalau begitu saya pamit.. permisi tuan"
"Hm"
Weni hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menatap pria yang di tabraknya berlalu..dingin dan angkuh sekali dia...batin Weni
Sedangkan pria tadi yang tak lain adalah John asisten Ken menuju ke mobil untuk segera sampai di hotel tempat mereka menginap selama beberapa hari nanti.
"Gadis ceroboh"gumam dalam hati John sambil tersenyum
"Kau kenapa John..?"
"Ah..tidak bos..saya baik-baik saja"
"Baiklah fokus menyetir aku masih ingin hidup"
"Haha..iya bos"
Dan mereka melanjutkan perjalanan menuju hotel tempat mereka menginap.
__ADS_1