
Pagi menjelang saatnya memulai kegiatan masing-masing begitu juga dengan Ken dan John yang akan menghadiri pertemuan dengan klien untuk membahas proyek pembangunan perumahan elite di Kota X.
"John apa semuanya sudah siap..?"
"Sudah bos"
"Baiklah ayo kita berangkat"
Mereka menuju cafe tempat Weni bekerja karena cafe itu dekat dengan lahan yang akan di bangun perumahan elite untuk proyek kali ini.
Sesampainya di sana ternyata klien sudah lebih dulu berada di sana.
"Itu tuan Anderson bos" ucap John sambil menunjuk ke arah orang yang di tuju.
"Baiklah ayo"
Mereka masuk kemudian duduk di meja yang sama bersama klien nya.
"Selamat pagi tuan Ken,senang bertemu dengan anda "sapa tuan Anderson
"Pagi juga tuan Anderson senang bertemu dengan anda"
"Mati kita sarapan lebih dulu "saran asisten tuan Anderson yang nampak curi-curi pandang pada Ken .
"Kalian saja,soalnya kami sudah sarapan tadi sebelum sampai ke sini"tolak Ken secara halus,dia tak ingin kejadian dulu terulang lagi.
__ADS_1
"Biar saya pesankan kopi untuk anda tuan Ken"ucap asisten Anderson hendak beranjak namun di tahan John.
"Tidak usah nona,biar saya saja yang pesankan untuk tuan saya "ucap John yang tahu niat busuk wanita menjijikkan itu.
"Ah..b-baiklah"
Ken hanya tersenyum melihat pertunjukan menggelikan itu sungguh dia sudah muak dengan oara wanita murahan model begini.
Rapat berjalan dengan lancar dan akhirnya mereka resmi bekerjasama untuk proyek pembangunan perumahan elit tersebut.
"Baiklah tuan Ken saya permisi dulu karena ada beberapa pertemuan dengan klien lain"pamit tuan Anderson pada Ken
"Oh begitukah.. baiklah hati-hati di jalan tuan "balas Ken dengan sopan
"Tuan Ken kami permisi dulu,jika ada waktu bolehkah kita makan malam berdua..?"tanya asisten tuan Anderson dengan tidak tau malunya.
"A-apa..tidak mungkin karena saya belum pernah sekalipun mendengar berita bahwa anda telah menikah"
"Terserah anda nona Eva silahkan bos Anda audah menunggu "
"Sial...awas saja kau Ken huh"
Eva pun pergi dengan perasaan kesal karena baru kali ini dia di tolak mentah-mentah oleh laki-laki.
Sementara itu Davina yang baru sampai di kafe segera masuk untuk mengantarkan pesanan kue pemilik kafe tersebut.
__ADS_1
"Permisi nona em apakah tuan Felix nya ada saya mau mengantarkan pesanan nya"ucap Davina pada kasir
"Oh iya ada sebentar saya panggilkan...nona duduklah dulu di sana"
"Baiklah terimakasih"
Davina duduk di kursi yang tak jauh dari Ken...
Ken yang tengah berada di toilet dan akan kembali ke kursinya di buat terkejut ketika melihat seseorang yang begitu dia kenal tengah duduk di meja yang tak jauh dari tempatnya duduk.
Namun belum sempat dia mendekat wanita itu sudah pergi menuju kedalam karena di panggil oleh salah satu karyawan cafe.
"Apa aku salah lihat..? ..tidak .. tidak jelas sekali itu Davina aku tidak mungkin salah lihat"
Sejenak Ken melamunkah itu hingga suara John membuyarkan lamunannya.
"Bos.."
"Ah..iya John ada apa..?"
"Anda baik-baik saja..apa ada yang menggangu pikiran anda..?"
"Ah..tidak..tidak ada,aku hanya lelah,ayo kembali ke hotel"
"Baiklah"
__ADS_1
Mereka berdua kembali ke hotel karena ingin memastikan kebenarannya Ken menceritakan semua yang dia lihat hari ini pada John tentu tujuannya adalah untuk menyelidiki apakah itu benar-benar Davina..tapi yang dia bingungkan adalah perut Davina yang membesar...itu yang jadi pertanyaan terbesar nya..apakah dia hamil anaknya karena waktu itu bukan hanya sekali namun hingga berkali-kali dia menyemburkan ****** ***** nya ke dalam rahim Davina.