
Di meja makan tampak Selasa suami istri yang tengah menikmati makanan yang terhidang di atas meja.
Ken hanya memandangi istrinya seakan tak percaya kalau ini nyata dan bukan mimpi ataupun halusinasi nya saja.
"Hubby..kenapa tidak makan..apa tidak enak ya..?"tanya Vina membuyarkan lamunan Ken.
"Ah..tidak..tidak..aku hanya memastikan saja kalau ini bukan hanya mimpi atau halusinasi ku saja baby"
Vina paham dengan maksud suaminya..Vina meraup wajah suaminya lalu dia kwcup singkat bibir suaminya kemudian dia peluk suaminya dan memberikan kehangatan padanya.
"Apa ini masih seperti mimpi hubby..?"tanya Vina memastikan
"Tidak baby..ini nyata..aku merindukanmu baby..sangat merindukanmu"
"Sudah..kau harus makan.. lihatlah betapa kurusnya kau sekarang..kau tak ingin sakit bukan..?"
"Suapi aku baby"
"Baiklah"
Vina menyuapi Ken dengan sabar dan telaten..Ken hanya memandangi wajah cantik istri kecilnya yang begitu ia rindukan selama sebulan terakhir ini.
Tes.. tes..!!!
__ADS_1
Lelehan air mata menetes begitu saja dari kedua mata Ken..ntahlah ada apa dengan suaminya itu kenapa jadi dia yang melow.
"Hubby..kenapa menangis..apa makanan nya tidak enak..atau tidak sesuai dengan selera mu..?"
Tanpa menjawab pertanyaan istrinya Ken membawa Davina kedalam pelukannya dan dia dudukan istrinya di atas pangkuan nya..dia l***t bibir manis itu dengan penuh kerinduan.. perlahan api gairah mulaiembakar jiwa keduanya..tak mau berlama-lama lagi Ken mengangkat istri kecilnya menuju kamar mereka untuk memulai pertarungan panas ranjang bergoyang.
"Hubby..enghhhh.."lirih Vina di tengah-tengah ciuman panasnya.
"Aku menginginkan mu baby"suara berat Ken menuntut lebih
"Lakukanlah hubby..ingat pelan-pelan"
Dan pertarungan panas pun terjadi dengan begitu bersemangat nya.
Sementara di tempat lain Gwen masih di sekap di ruang bawah tanah markas besar milik Ken.hanya menunggu perintah Ken maka selesai riwayatnya.
"Semoga Maslah diantara mereka segera terselesaikan"gumam John yang tengah galau karena sejak Vina pergi Weni juga menghilang ntah kemana bahkan di kantor juga tidak ada.
"Weni kamu kenapa pergi sih..dan kenapa aku jadi memikirkan wanita itu..apa aku sudah tidak waras..?"
"Ah sudahlah lebih baik fokus dulu pada wanita ular satu ini"
Skip....
__ADS_1
Di kediaman William Dava duduk di sofa ruang keluarga bersama orang tua nya.
"Dav.. bagaimana adikmu nak..?"tanya sang mama
"Adik baik-baik saja mom.."jawab Dava sekenanya dan masih menyembunyikan perihal pernikahan dan kehamilan adiknya
"Momy rindu sekali Dav pada adikmu..kemana momy harus mencarinya"
"Sudah mom nanti jika sudah waktunya pasti Vina kembali pada kita..kau jangan cemas ya"sahut papanya menenangkan istrinya
"Benar mom nanti juga adik kembali jika sudah saatnya"tambah Dava menenangkan
"Baiklah setidaknya dia harus melihat keluarga nya"
Di kediaman Ken...........
Ken dan Vina sudah selesai dengan perang panasnya di atas ranjang..kini Vina tengah terlelap karena kelelahan pastinya.. sedangkan Ken hanya memeluk dan memandangi wajah istri kecilnya.
"Terimakasih baby.. terimakasih sudah kembali padaku..aku janji tak akan mengulang kesalahan yang sama"
Setelah mengucapkan kalimat itu Ken mengikuti sang istri terlelap sambil memeluk mesra tubuh Vina.tentu saja mereka masih sama-sama tanpa sehelai benang pun.
Akhirnya Ken bisa tertidur dengan lelap setelah sebulan tidak dapat tidur nyenyak karena memikirkan kondisi istri dan juga anaknya .
__ADS_1
Vina sudah menceritakan semuanya setelah mereka selesai dengan kegiatan panas mereka..dan Ken pastinya terkejut namun segera ia tepis dan berusaha menerima kenyataan nya.
Toh bukan salah Vina itu karena keadaan jadi mau todak mau Vina melakukan nya dengan sangat rapi.sedangkan Ken dia juga menceritakan tentang keluarga nya pada Vina..mereka sudah saling terbuka dan hanya tinggal membangun rasa kepercayaan lebih saja pada pasangannya.