
"Apa kamu lelah?" tanya Farell menoleh ke arah Arini yang tampak sedikit pucat.
"Sedikit ka" jawab Arini tersenyum samar.
"Sebaik nya kita istirahat saja..aku tidak mau anakku tidak nyaman" kata Farell membuat Arini terharu karena baru saja Farell menyebut anak dalam kandungan nya adalah anak Farell.
"Terimakasih ka sudah menerima Arini apa adanya..jujur Arini malu" kata Arini menunduk tak mampu menatap Farell.
Farell memilih menggendong Arini dan berjalan ke arah kamar mereka yang ada di hotel itu..Farell diam tak menjawab kata-kata Arini karena dia akan menjawab nya nanti di kamar mereka..justru kediaman Farell malah membuat Arini jadi tidak enak hati.
"Ka turunin Rini,Rini bisa jalan sendiri" kata Arini lirih.
"Diam" kata Farell tegas.
Jujur Farell sedang berusaha menahan gejolak hati nya yang benar-benar membuncah..Arini kicep mendengar suara tegas Farell..sungguh dia antara takut dan senang.
__ADS_1
Sampailah mereka di kamar..Farell di bantu Arini membuka pintu kamar mereka lalu masuk kedalam..setelah pintu tertutup sendiri Farell mendudukkan Arini di ranjang sembari membantu mau melepas heels yang Arini kenakan.
Setelah heels selesai kini Farell membantu Arini membuka gaun nya karena dia tau Arini tidak nyaman dengan gaun yang dia kenakan..bukan hal mudah untuk nya membantu Arini membuka gaun itu karena dia harus berperang melawan setan laknat yang menggoda nya.
"Ka Rini bisa sendiri" kata Arini tak enak jika Farell membantu nya.
"Diam dan menurut lah" kata Farell memberi perintah dengan suara tega nya.
Arini diam karena takut Farell marah..dia berusaha menahan gejolak hati nya yang kian membuncah saat tangan Farell mulai menurunkan gaun milik nya hingga terekspos sempurna punggung mulus nya.
Farell hanya menghembuskan nafas nya panjang..dia merutuki dirinya yang bodoh.. bisa-bisa nya dia membukakan gaun Arini padahal dia sendiri sangat gugup.
"Ck sialan..bodoh kau Farell" umpat nya pada diri sendiri.
Farell melepas jas di tubuh nya sembari menunggu Arini selesai..dia merasa aneh pada diri nya sendiri karena ada getaran lain yang dia rasakan setiap berdekatan dengan Arini sejak insiden ciuman waktu itu.
__ADS_1
Seakan ada benang yang mengikat nya agar selalu berdekatan dengan Arini apalagi jika memakan makanan Arini dia tidak lagi merasa mual atau lemas..entah dia tidak tau apa yang membuat Arini sebegitu berpengaruh nya terhadap diri nya.
Farell memilih untuk mengecek laporan dari Miko pada ponsel nya..dia tersenyum saat membaca laporan yang Miko berikan pada nya..rupa nya jallang itu masih berulah lagi ya..baik lah dia akan memberikan kejutan yang tak terduga untuk Cecil.
"Jallang tetap lah jallang..cih" ujar nya sambil mengetik beberapa kata dan dia kiri pada Miko.
Setelah nya Farell mendengar suara pintu terbuka dan tampak lah Arini dengan rambut basah dan juga bathrobe yang melekat pada tubuh nya.
Glekkk.....
Farell buru-buru mengalihkan tatapan nya ke arah lain..dia tergoda oleh tubuh Arini yang hanya dengan mengenakan bathrobe saja sudah sangat sekseh bagi nya.
"Ka Farell mandi dulu..Rini udah siapin air hangat di bak" kata Arini lalu beralih ke koper nya guna mengambil pakaian nya.
"I..iya" jawab Farell lalu bergegas masuk kedalam kamar mandi malam pengantin mereka bukan tentang ranjang melainkan menenangkan diri masing-masing.
__ADS_1