
Farell dan Arini kini sedang dalam perjalanan menuju rumah mereka..suasana di dalam mobil hening karena kedua nya sama-sama diam.
Farell sesekali melirik Arini karena dia takut Arini tidak nyaman atau butuh sesuatu namun enggan untuk meminta pada nya..sedangkan Arini,dia hanya sedang memikirkan bagaimana bisa dia hamil sedangkan dia belum pernah merasa melakukan hal itu dengan siapapun.
Arini berpikir apakah dia di perkkosa hingga dia tidak tau..sungguh dia sangat malu dengan Farell yang mau dijadikan ayah untuk janin yang bahkan entah dari mana asal nya..dia merasa menjadi wanita yang hina karena hamil di luar nikah bahkan tak tau siapa ayah nya.
"Rini,apa kau baik-baik saja?" tanya Farell berusaha memecah keheningan di mobil karena dia juga tidak tahan lama-lama.
"Hm..tidak apa-apa ka..apa masih lama?" jawab Arini tersenyum kaku menatap Farell sekilas lalu memalingkan wajah nya lagi.
"Tidak, sebentar lagi" balas Farell menahan hati nya karena sedikit nyeri dengan sikap Arini yang terkesan enggan berbicara pada nya.
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di sebuah rumah yang cukup mewah dan terkesan sederhana karena rumah itu besar namun tampilan nya seperti rumah mewah di villa-villa.
Farell memarkirkan mobil nya di depan garasi..dia turun lalu membukakan pintu untuk Arini..setelah nya dia mengajak Arini masuk kedalam rumah setelah membukakan pintu rumah.
"Ini rumah siapa ka?" tanya Arini dengan tatapan penuh tanya karena dia pikir mereka kan pulang ke rumah keluarga Ken.
Arini hanya menurut saja tanpa membantah..dia masuk bersama Farell dan kagum ketika melihat ruang tamu yang menurut nya sederhana namun mewah.. penataan barang-barang nya pun tepat di angel-angel tertentu.
Arini lebih terkagum-kagum lagi saat melihat sebuah bingkai foto besar terpajang di ruang tamu di dinding nya..Arini terharu namun dan menatap Farell meminta penjelasan.
__ADS_1
"Ka,itu benar-benar foto pernikahan kita kan..kenapa di pajang di sana?" tanya Arini meyakinkan diri nya sendiri.
"Iya..untuk membuktikan bahwa kita sepasang pengantin..takut nya mommy dan Daddy kita datang dan tak menemukan satupun foto pernikahan kita malah jadi curiga nanti nya" kata Farell berkilah karena tak mau ketahuan oleh Arini bahwa dia sengaja memajang foto mereka di rumah tamu persis depan pintu agar jika ada tamu mereka langsung melihat bahwa dia telah menikah.
"O..oh.. begitu.. baiklah ide bagus juga" kata Arini sedikit kecewa namun tak dia tunjukan.
Mereka masuk lebih dalam dan melihat-lihat isi rumah itu..setelah lelah Farell memilih membuatkan cassoulet pesanan Arini..dia ingin menjadi ayah sekaligus suami yang selalu sigap untuk mereka meski hanya sementara sampai pria yang Arini nanti datang.
Arini melihat-lihat kamar mereka yang berada di lantai dua..ada dual kamar di atas sedangkan di bawah 4 kamar dan belakang lagi paviliun untuk para pelayan jika nanti mereka membutuhkan nya,karena Farell berkata bahwa dia yang akan mengurus segala kebutuhan Arini dan diri nya.
Untuk bersih-bersih,Farell ada pelayan dari rumah orangtuanya yang siap membantu nya namun tidak menginap karena hanya pagi sampai sore saja setelah nya dia sendiri yang akan mengurus nya.
__ADS_1