Cinta Tuan Muda Tampan

Cinta Tuan Muda Tampan
Ep_56 S2..Menjagamu


__ADS_3

"Arini nggak pernah melakukan hal itu mom hiks..Arini juga nggak tau kenapa Arini bisa hamil..Arini bersumpah mom Arini nggak tau hiks" kata Arini menggenggam tangan ibu nya dan menatap dalam mata sang ibu.


"Sudah lah nak..masuk kamar mu dan istirahat" kata Weny menyarankan.


"Mom..hiks..mommy percaya kan sama Arini hiks..Arini nggak pernah melakukan hal itu mom.. percaya sama Arini mom hiks..hiks" kata Arini masih kekeh dengan pendapat nya dan membuat John sangat geram hingga ingin memberi pelajaran pada Arini lagi namun sebisa mungkin dia tahan karena kondisi Arini masih benar-benar lemah.


"Sudah lah nak..masuk kamar mu buat mommy dan Daddy menenangkan diri dulu..kau tau kami sangat merasa telah gagal mendidik mu..kau dan Arela adalah harta kami yang memang harus kami jaga tapi........ hufttt sudah lah lebih baik kau istirahat dan jaga kandungan mu" saran Weny setelah mengeluarkan keresahan nya sebagai orangtua.


Dengan langkah yang berat Arini mengalah dan menuruti ucapan sang ibu..setelah sampai di kamar Arini duduk dengan tangan mengusap perut nya.


"Hiks.. hiks..aku tidak tau kenapa bisa kau berada di sini tapi aku janji akan menjaga mu sepenuh hati.. bagaimana pun cara mu berada di rahim ku aku tak akan menyalahkan mu karena mungkin ini adalah takdir ku..sehat lah di sana dan bantu aku untuk bangkit dari ketidak pastian hatiku..kau adalah penyemangat ku" gumam Arini masih dengan tangis nya yang begitu pilu mencurahkan isi hati nya pada janin yang sedang berkembang di rahim nya meski dia tidak tau bagaimana cara si janin bisa berada di rahim nya.


Arini memilih merebahkan tubuh nya di ranjang dan memejamkan mata nya karena tubuh nya benar-benar lemah dan kepala nya pusing.


Sementara di bawah,John masih saja menyalahkan diri karena tidak menjaga sang putri nya.. Weny pun sama dia merasa gagal karena tidak bisa menjaga anak nya hingga terjerumus dalam pergaulan bebas.

__ADS_1


"Ini salah ku hiks.. Aku benar-benar merasa telah gagal sebagai seorang ayah" kata John menunduk dan terisak di sofa.


"Ini salah kita yang kurang tegas dalam menjaga anak kita" timpal Weny pun melakukan hal yang sama dengan John.


Hening dan hanya ada suara Isakan kecil dari Weny yang benar-benar membuat John merasa hancur..putri yang dia jaga sepenuh hati kini telah rusak oleh pria yang tak tau siapa.


Di saat mereka sedang meratapi nasib Arini tiba-tiba Aron pulang dan menemukan orangtuanya tengah tertunduk..dia menatap kedua nya dengan heran.


"Mom..dad..ada apa..kalian kenapa?" tanya Aron yang melihat wajah kedua orang tua nya seperti menahan sesuatu.


"Ada apa..apa ada masalah?" tanya Aron yang kini sudah duduk di samping ibu nya dan memeluk sang ibu penuh sayang.


"Arini hiks..dia..dia" ujar Weny tak sanggup berkata-kata.


"Dia kenapa mom..apa sakit nya tambah parah?" ujar Aron tak sabar.

__ADS_1


"Dia hamil Ron" kata Weny lirih namun mampu Aron dengar dan membuat Aron menegang kaku tak bergerak.


"Jangan bercanda mom" kata Aron tak percaya.


"Dia hamil dan tidak tau siapa yang menghamilinya..hiks" ujar Weny melanjutkan perkataan nya.


"Tidak..tidak mungkin" Aron menggelengkan kepala nya kuat dan berdiri lalu berjalan ke arah kamar Arini untuk meminta penjelasan.


Sesampai nya di kamar sang adik..Aron membuka pintu kamar Arini dengan keras karena dia benar-benar terkejut dan syok mendengar kabar itu.


Brakkkkk.......


"ARINI BANGUN" teriak nya membuat Arini terlonjak dan seketika bangun.


"K..ka..ka Aron" ucap Arini lirih.

__ADS_1


__ADS_2