Cinta Tuan Muda Tampan

Cinta Tuan Muda Tampan
Part #33 Keluarga William


__ADS_3

Setelah makan malam di keluarga William kini Davina sudah bisa bernafas lega karena keluarganya menerima dengan senang hati walau awalnya kecewa karena Davina sebab Davina hamil namun segera di tepis dengan penjelasan logis dari Ken dan juga Davina.


"Hubby..aku senang sekali keluargaku bisa menerima keadaan kita saat ini"


"Iya baby..aku juga senang karena mereka tidak mempersulit kita kedepannya"


"Hubby 2 bulan lagi aku akan melahirkan em.."


"Ada apa baby..katakan"


"Em...apa boleh aku melahirkan dengan normal hubby"


Sejenak Ken diam mencoba untuk memikirkan baik buruknya persalinan kelak.


"Hubby.."


"Ah..em.. sebaiknya cecar saja ya baby..biar kalian selamat tanpa ada halangan apapun"


"Tapi aku ingin persalinan normal hubby..aku ingin menjadi wanita sempurna "


"Baby.. persalinan normal itu cukup menguras tenaga mu..aku tidak mau terjadi apa-apa padamu dan anak kita nanti..tolong mengerti keputusan ku ya"


"Tapi hubby..aku akan berjuang untuk membawa anak kita sampai ke dunia dengan selamat..dan aku juga janji tidak akan ada apa-apa padaku"


"Baby..."

__ADS_1


"Please hubby..nanti jika aku tidak kuat kau boleh melakukan operasi"


"Huh.. baiklah tapi janji kau dan anak kita akan baik-baik saja"


"Aku janji hubby.. terimakasih suami ku"


"Sama-sama istriku"


Ken dan Davina kembali ke kamar mereka karena hari sudah malam dan tentu Ken tak mau jika bumil satu ini harus begadang..nanti malah membuat kesehatan nya menurun dan itu tentu tak baik bagi janin maupun ibunya.


"Baby aku bikinkan susu dulu ya kau mau rasa apa hm..?"


"Rasa coklat saja hubby..sama buah melon ya hubby "


"Baik nyonya Ken..apapun akan ku lakukan untuk mu "


"Hahaa..sudah aku ke dapur dulu ya baby..kau jangan nakal"


"Iya Dady"


Ken tersenyum mendengar panggilan 'Dady'..sungguh ia sudah tidak sabar ingin menggendong bayi mungil yang tidak lain adalah anaknya sendiri.


Di tempat lain Dava tengah duduk di taman sendirian..ntahlah tiba-tiba saja dia ingin ke taman dekat apartemen Sherly.


"Rasanya kenapa seakan-akan ada yang kurang ya..?"

__ADS_1


Tak berselang lama Dava melihat Sherly tengah duduk sendirian juga..Dava menghampiri Sherly tanpa permisi dia langsung duduk di sebelah Sherly.


"Hay..."


"Kau siapa..?"


"Aku Dava..kau"


"Sherly"


Mereka berjabat tangan kemudian mereka saling berbincang ntahlah apapun mereka obrolkan asal ada bahan obrolan kan ujungnya jadi ngobrol haha author garing amat kaya gurun Sahara....


"Aku oulnag dulu..thanks udah nemenin "


"Ok next time kalau butuh temen hubungin aku aja "


"Ok Dav..bye ya"


"Ok.. hati-hati "


Sherly pun pergi meninggalkan Dava seorang diri..ntahlah ada rasa bahagia ketika dapat dekat dengan Sherly..apakah dia mulai tertarik pada Sherly..tapi kenapa cepat sekali..padahal kan Dava tipikal cowo yang tidak mudah di dekati wanita.


"Kenapa aku bahagia ketika berdekatan dengan nya ya..mungkin aku mulai gila haha..gila karena cinta"


Dava memilih pulang untuk mewaraskan otaknya karena sejak bertemu dengan Sherly otak Dava sudah anjlok dan konslet.

__ADS_1


Sementara itu di lain sisi tampak John tengah galau karena tak mendapatkan kabar dari Weni..hmm sudah lebih dari 1bulan Weni menghilang dan sangat susah menemukan nya..John harap rasa yang dia punya bukan sekedar mengagumi semata.


"Weni i Miss you"


__ADS_2