
Dua hari kemudian Vina memutuskan untuk kembali dan menyelesaikan permasalahan yang ada di antara dia dan Ken.
Dengan menggunakan taxi Davina pulang menuju kediaman Ken..
"Semoga semuanya segera jelas..aku juga harus memberitahu pada Ken tentang keluarga ku..semoga tiada lagi maslaah setelah ini"batin Davina.
Sekitar 1 jam perjalanan akhirnya taxi yang di tumpangi Davina sampai di kediaman Ken.
Taxi itu berhenti tepat di pintu gerbang kediaman Ken..para penjaga heran siapa yang datang ke kediaman bosnya.
Davina keluar dari dalam taxi seketika para penjaga langsung menunduk hormat dan kemudian membukakan pintu gerbang untuk sang nyonya mudanya masuk.
"Pak apakah Ken ada..?"tanya Vina sopan
"Ada nyonya..silahkan "
"Baiklah terimakasih"
Davina masuk ke halaman mansion Ken..setelah sampai di depan pintu masuk Davina sudah di sambut oleh beberapa pelayan.
"Bi apakah Ken ada.."tanya Vina pada salah satu pelayan paruh baya itu.
"Ada nona..tuan sedang di kamar dan sedari tadi belum keluar"
"Baiklah terimakasih ya bi.. istirahat lah tinggalkan kami berdua di dalam rumah..aku liburkan kalian semua 1 hari"
__ADS_1
Pelayan begitu terkejut mendengar itu dari nona-nya..tapi mereka melakukan perintah dari majikannya itu dengan patuh.
"Kali begitu kami pamit nona muda"
"Baiklah terimakasih bi"
Davina memilih masuk ke kamar tamu dan membersihkan diri karena rasa lengket yang menempel di tubuhnya sangat mengganggu.
Tak lama kemudian para pelayan sudah kelaur dari mansion hanya tersisa penjaga gerbang dan beberapa pengawal di luar kediaman Ken.
Tujuan Davina adalah agar mereka bisa berbincang dengan leluasa tanpa menghiraukan keberadaan pelayan..ntahlah hormon kehamilan nya sangat aneh.
Sekitar 30 menit kemudian Davina keluar dari kamar tamu..dia menuju dapur untuk memasak sesuatu karena tadi pelayan berkata dari tadi Ken belum keluar dari kamar mereka.
Vina mulai mengolah bahan makanan yang ada menjadi makanan lezat..setelah matang Davina mulai menata makanan di atas meja tak lupa juga dia membuatkan kopi kesukaan Ken..setelah semua beres Vina melangkah menuju kamar mereka..setelah sampai dia ketuk dan kemudian dia buka pintu kamarnya..terlihat seorang laki-laki tengah berselimut tebak dengan kondisi kamar begitu berantakan.
"Apa kepergian ku membuatmu hilang akal Hubby..?"batin Vina prihatin dengan kondisi suaminya.
Vina melangkah mendekati ranjang kemudian duduk di samping Ken yang masih terlelap dengan kondisi yang begitu kacau.
"Hubby bangun..hubby"panggil Vina lembut sambil mengusap wajah suaminya.
Ken hanya menggeliat kecil kemudian masih memejamkan matanya.
"Hubby bangun.."
__ADS_1
Kali ini Ken membuka matanya perlahan.. dilihatnya didepan mata sosok wanita cantik yang begitu ia rindukan selama satu bulan ini.
"Apakah ini mimpi baby..?"tanya Ken yang masih belum menyadari.
"Tidak..ini aku Davina istri mu"
"Benarkah..kau kembali baby"Ken bangkit langsung memeluk tubuh Davina dengan erat seakan takut wanitanya akan pergi lagi.
Davina diam saja merasakan punggungnya basah tanda bahwa suaminya menangis..dia usap punggung suaminya dan dia belai lembut rambut suaminya..
"Kenapa menangis hubby..?"tanya Vina lirih.
"Aku merindukanmu hiks..aku rindu baby hiks.."
"Kami juga merindukanmu hubby"
"Jangan pergi lagi baby hiks..jangan tinggalkan aku sendirian lagi hiks...aku bisa gila jika kau pergi lagi hiks.."
"Baiklah aku tidak akan pergi lagi.. Sekarang bangunlah bersiahkan dirimu dulu setelah itu keluar makan bersamaku"
Ken menatap istri cantiknya kemudian dia kwcup singkat bibir manis dnan lembut itu.. kecupannya menjadi ciuman lembut penuh kerinduan.
Setelah dirasa cukup Ken bangkit menuju kamar mandi dan Davina menuju meja makan menunggu kehadiran suaminya.
Biarkan seperti ini dulu nanti jika waktunya tepat barulah dia bicara dan meluruskan Maslah diantara mereka.
__ADS_1