
Arini baru bangun dari tidur nya saat jam sudah menunjukkan pukul 12 siang..perut nya keroncong tanda minta di isi dan kini anak nya seperti nya protes karena dia jadi lapar lagi.
Arini bangun lalu cuci muka serta gosok gigi karena dia merasa mual ingin muntah..setiap bangun tidur dia pasti mual dan pusing..Arini selesai dengan urusan kamar mandi nya dan berjalan keluar kamar untuk membuat makanan agar anak nya tidak lagi protes terhadap nya.
Dengan perlahan Arini menuruni tangga karena kepala nya merasa pusing..Arini sampai di dapur dan segera memeriksa isi kulkas..dia mengambil beberapa bahan makanan yang kira nya aman dan sehat serta mudah untuk di masak.
"Seperti nya ka Farell masih lama di kantor nya..baiklah aku masak saja siapa tau ka Farell lapar sepulang kantor" kata Arini bergumam sendiri menimbang apa dia mau masak sekalian untuk Farell atau tidak.
__ADS_1
Akhirnya Arini membuat makan siang untuk Farell serta diri nya..dia hanya ingin agar Farell bisa membuka hati nya dan menerima dia apa ada nya meski dia merasa tak pantas untuk menjadi pendamping Farell.
Arini bertekad untuk membuat Farell bisa membalas perasaan nya dan menjadikan pernikahan ini selayak nya pasangan pada umum nya..dengan perasaan pasti Arini membuat makanan kesukaan Farell yaitu bola-bola daging dan sayuran.
Setelah menunggu beberapa saat akhir nya masakan yang Arini buat telah selesai..peluh berjatuhan di kening nya namun tak membuat Arini merasa lelah,dia justru merasa senang karena bisa memasak untuk Farell sebagai istri.
"Akhirnya selesai..sebaik nya aku tunggu ka Farell aja makan nya..lebih baik aku mandi dulu ah biar ka Farell nggak ilfil sama aku" kata Arini bergegas menuju kamar setelah menata makanan di atas meja makan.
__ADS_1
Di rasa sudah semakin siang akhir nya Ken mengajak Farell makan siang di luar karena sekalian saja daripada nanti Farell masak lagi..Farell setuju dan menurut saja apa kata Daddy nya lalu mereka menuju cafe dekat kantor.
Mereka sampai di cafe dan duduk di kursi kosong yang ada di cafe tersebut,Farell dan Ken telah selesai memesan makanan mereka..tak berapa lama kemudian saat mereka sedang mengobrol masalah perusahaan tiba-tiba ada sebuah suara yang membuat atensi dua pria beda generasi itu teralihkan.
"Tuan Farell" sapa suara seorang wanita yang mengenali Farell dan menghampiri kedua pria itu lalu duduk di sebelah Farell tanpa meminta ijin lebih dulu.
"Apa yang kau lakukan hah?" bentak Farell karena dia tak suka dengan orang yang sok akrab apalagi tidak sopan.
__ADS_1
"Ma..maaf..saya hanya ingin bergabung dengan anda kebetulan juga kita bisa membicarakan mengenai kerjasama kita" kata Katia Milguen klien Farell yang baru dia temui tadi sebelum dengan Daddy nya.
"Siapa yang menyuruh mu duduk di sini hah..tidak tau sopan santun..saya yakin orang tua anda pasti mengajarkan tata cara meminta ijin lebih dulu bukan..tapi ku rasa anda tak mendengarkan orangtua anda..lebih baik anda pergi sebelum kesabaran saya habis" kata Farell to the poin menunjukkan ketidaksukaan nya terhdap Katia.