
Sudah 1bulan Vina pergi ntah kemana..dan sebulan juga Ken seperti orang kesetanan yang selalu marah-marah bahkan tidak pernah tidur.. waktunya hanya untuk mencari keberadaan istrinya saja yang kini sedang hamil 7 bulan dan sebentar lagi akan melahirkan.
Ken menyesali keputusannya untuk membiarkan perempuan ular itu datang.. sebelumnya Gwen berkata bahwa ada yang ingin dia katakan dan ini tentang istrinya dan calon anaknya..tapi itu semua ternyata hanya siasat busuk Gwen untuk membuat dia dan istrinya berselisih paham..dan itu berhasil..sungguh kebodohannya tidak dapat di maafkan.
FLASHBACK.........
Saat Ken tengah merenung duduk di apartemen nya sendirian tiba-tiba pintu apartemennya di ketuk..dengan langkah malas Ken membukakan pintu dan melihat wanita ular itu berada di depan pintu apartemennya.
Ceklek.....!!!
"Hay Ken.."Sapa Gwen dengan wajah sok polosnya.
Tanpa berniat membalas sapaannya Ken hendak menutup pintu nya namun tertahan karena Gwen menahannya.
"Ken tunggu..ada hal penting yang harus aku katakan pada mu dan ini tentang anak dan istrimu"ucap Gwen berusaha menahan agar dia bisa masuk kedalam dan melancarkan rencananya.
"Katakan..!!"
"Biarkan aku masuk dulu Ken.. setidaknya beri aku minum karena aku haus"
__ADS_1
"Hm"
Ken memutuskan untuk membiarkan Gwen masuk karena penasaran dengan apa yang ingin dia katakan..tidak apalah toh hanya sebentar.
Gwen duduk di sofa sedangkan Ken mengambilkan minum untuk Gwen.. Gwen melihat secangkir kopi di atas meja dan itu sungguh keberuntungan yang luar biasa untuknya..tidak perlu bersusah payah untuk mencari cara ternyata Dewi Fortuna memihak nya kali ini.
Gwen memasukkan sesuatu ke dalam kopi Ken yaitu obat tidur..demi kelancaran rencananya maka dia harus seperfect mungkin.
"minum dan katakan setelah itu pergi"
"Baiklah...kau tak minum Ken..?"
"Ken sebaiknya kau lakukan tes DNA pada anak di dalam kandungan istrimu..bisa saja itu anak orang lain atau pria yang dia temui di cafe waktu itu.."
Ken masih menyimak dengan santai apa yang Gwen katakan..sungguh rasanya ingin sekali merobek mulut busuknya itu..batin Mengumpat.
"Sudah.. sekarang pergi dari sini aku muak dengan tingkahmu" ucap Ken pedas pada Gwen
"Ken tolong pikirkan lagi saranku"Gwen berusaha mengukur waktu sampai obat itu bereaksi.
__ADS_1
"Pergi"Ken merasa matanya sangat berat namun dia tahan sekuat mungkin.
Gwen menyadari bahwa obat itu mulai bereaksi..tentu saja dia senang waktunya pertunjukan dimulai.
FLASHBACK ON>>>>>>>>>
"Baby kau dimana sayang...aku merindukanmu..jangan buat aku gila lagi baby..kembalilah..maafkan aku yang meragukan ketulusan mu"
Ken begitu frustasi dengan tidak adanya Vina di sampingnya..setelah mengetahui fakta bahwa laki-laki yang di temui Vina di cafe adalah Kaka Vina..disaat itu juga Ken begitu hancur.. bisa-bisanya dia meragukan ketulusan cinta Vina padanya.. bisa-bisanya dia meragukan anak nya sendiri.. bisa-bisanya-...arghhhh bodoh kau Ken.
Sedangkan Vina sekarang sudah jauh lebih baik dari sebelumnya..dia hidup dengan orang-orang di desa itu..nyaman dan sejuk itulah yang dia rasakan saat ini.
"Sayang anak momy..kau rindu dengan Dady hm..maafkan momy ya nak.. seharusnya momy tidak lari seperti ini.."
"Baiklah Vina sudah cukup kau menghindar dari masalah .. waktunya tunjukkan bahwa kau tidak lemah..kau kuat..demi anakku.."
Davina memutuskan untuk menyudahi hukuman untuk dirinya dan Ken.sebaiknya dia bicarakan dengan saling terbuka agar tidak ada salah paham dan menghancurkan keluarga kecil mereka.
"Ayo kita kembali.."
__ADS_1