
Weni kini tengah berada di rumah sewa kecil yang paling hanya bisa di huni 1 orang dewasa saja.
Semenjak Vina pergi sebulan yang lalu Weni juga pergi karena marah akan Ken yang seenaknya saja membuat sahabat nya sedih apalagi kondisi Vina tengah mengandung dan sebentar lagi akan melahirkan.
"Vina kamu dimana sekarang..aku rindu kamu Vin..dasar Ken brengsek harusnya aku nggak biarin kamu ikut Ken ke sini..tau gini mending aku ajak kamu kabur aja kemarin"
SKIP......
SKIP......
Davina tengah duduk santai di sofa kamarnya dengan Ken yang tengah mengelus-elus perut buncitnya kadang Ken merasakan tendangan dari dalam perut Vina..begitu girang dan senangnya Ken merasakan tendangan dari anaknya.
"Baby..debay nya nendang.. akhhhh jadi nggak sabar baby"
"Iya Hubby..kamu seneng banget kayaknya"
"Tentu saja baby..debay berarti merespon setiap usapan bahkan ucapan dari dady-nya"
"Ya udah kita tidur yu aku udah ngantuk rasanya pinggang nggak enak dari tadi terus perutku juga kenceng terus"
"Ya udah ayo tidur aja"
Mereka berbaring di ranjang empuk itu dengan saling berpelukan satu sama lain..tangan Ken mengusap-usap perut Vina berharap mengurangi sakit di pinggang nya.
Sampai tengah malam sekitar pukul 1 dini hari Davina terus saja bergerak kesana-kemari karena perutnya sakit ntahlah semoga tidak ada apa-apa.
"Ssstt..akhh..kenpaa kamu nak?"
Karena sakitnya masih terus berlanjut jadi Davina memilih membangun kan Ken.
__ADS_1
"Hubby..ssstt..bangun Hubby.."
Ken menggeliat merasakan cengkraman di lengannya.
"Baby..ada apa..?"
"Sshh..hubby..sakit..akhh"
"Baby..kamu kenapa..apa yang harus aku lakuin baby"
"Ke rumah sakit hubby..sshh"
"Ok ok ayo "
Ken menggendong istrinya menuju mobil yang sudah terparkir di halam mansion untuk berjaga-jaga jika ada suatu hal penting.
Sesampainya di rumah sakit Ken langsung di sambut oleh beberapa petugas rumah sakit yang tadi ia hubungi sewaktu di jalan menuju rumah sakit.
"Akan kami bantu semampu kami tuan..anda ingin menemani istri anda atau menunggu di luar tuan"
"Saya ikut dok"
"Baiklah..mari tuan"
Ken mengikuti dokter masuk ke ruang bersalin yang sudah ada Vina disana.
Davina lagi-lagi mengalami kontraksi hebat berkali-kali dalam jangka waktu berdekatan dan membuatnya terus mengerang dan meringis kesakitan.
"Hubby..sakit sshhh"
__ADS_1
"Iya baby.. sabar ya..kamu kuat..kamu hebat..aku mencintaimu baby"
"Oke nona bukaannya sudah lengkap ikuti arahan saya ya nona "
Davina terus mengejan mengikuti arahan sang dokter.
mengejan 1x....kemudian mengejan lagi,lagi,dan lagi..dan akhirnya..
OEK...
OEK...
OEK...
"Selamat tuan,nona anak kalian laki-laki sangat tampan"
Seketika suara tangis bayi kecil itu membuat Ken melelahkan air mata bahagia nya..kemudian Ken menciumi seluruh wajah istrinya dan tak lupa mengucapkan terima kasih pada sang istri dan juga petugas medis yang membantu persalinan sang istri.
"Terimakasih baby.. terimakasih atas kado terindah yang kau berikan untuk ku"
"Terimakasih dokter, terimakasih semuanya"
"Sama-sama tuan ini sudah menjadi tugas kami para petugas medis untuk membantu pasien"
Kemudian Davina beserta bayinya di bawa ke ruang perawatan khusus..hmm tentunya permintaan dari Ken yang menginginkan yang terbaik untuk Davina dan bayinya.
"Hubby apa kau sudah menyiapkan nama untuk baby boy..?"
"Sudah baby..namanya"
__ADS_1
"Farrell Jovian Wilson"