
"Dad, sebenarnya kenapa sampai bisa Arini hamil..apa Daddy tidak menyediakan pengawal bayangan untuk mengikuti Arini?" tanya Aron saat dia telah sampai di lantai bawah dan bergabung dengan kedua orangtuanya.
"Daddy kecolongan Ron,Daddy juga memastikan lagi pada anak buah yang mengikuti Arini tapi mereka tak menemukan kejanggalan selama mengikuti Arini..Daddy juga bingung Ron" jelas John pada Aron yang tengah duduk di sebelah nya.
"Baik lah,sebaik nya kita bawa Arini ke negara A saja dad..Aron tidak mau sampai Arini mendapatkan cemoohan dari banyak orang.. lama-lama perut Arini juga akan membesar dan itu akan membuat Arini semakin merasa bersalah dengan kita jika sampai ada yang tau" jelas Aron memutuskan untuk membawa Arini ke negara A.
"Tapi,... huft ya sudah lah mungkin itu lebih baik" akhirnya John pasrah dengan ide Aron.
"Biarkan aku menikahi Arini dan menjadi ayah dari anak yang Arini kandung" kata seseorang yang tepat berada di ambang pintu ruang tamu di mana ketiga pemilik rumah sedang berunding keputusan akhir mengenai Arini.
__ADS_1
"Farell" kata ketiga orang itu secara bersamaan.
"Uncle, Aunty, Aron..biarkan aku menikahi Arini dan menjadi ayah dari bayi itu" kata Farell mengajukan diri untuk menikahi Arini.
"Kau tau Arini hamil?" tanya Aron menatap Farell lekat mencari kesungguhan dari kata-kata Farell.
"Ya.. Aku tak sengaja mendengar pembicaraan kalian mengenai kehamilan Arini.. Aku tau Arini bukan gadis yang suka dengan pergaulan bebas,mungkin dia di jebak oleh seseorang sehingga dia bisa hamil tanpa dia ketahui..aku akan menjaga nya dan dia tidak akan malu karena takut di hujat hamil di luar nikah..ijinkan aku untuk menjadi ayah dari anak Arini" jelas Farell dengan segala pertimbangan yang dia lakukan sejak menguping tadi.
"Tenang saja uncle..dulu Aunty Weny menerima mommy ku di saat dia tau mommy ku hamil tanpa suami..sekarang biarkan aku yang membalas jasa Aunty Weny dan aku janji akan menerima anak itu sebagai anakku.. Aku akan menjaga Arini dan anak itu dengan penuh tanggung jawab" jelas Farell bersungguh-sungguh.
__ADS_1
"Aku tidak mau" seru seseorang yang sejak tadi mendengar perbincangan keempat orang yang berada di rumah tamu.
"Arini" seru keempat orang itu bersamaan.
"Arini nggak mau..kau Farell makasih Kaka udah berniat baik tapi maaf Arini nggak bisa karena bagaimanapun juga anak ini bukan anak Kaka biarkan Arini sendiri yang akan menjaga nya" kata Arini menolak niat baik Farell.
Setelah mengucapkan kata-kata itu Arini memilih ke taman belakang untuk meluapkan emosi nya..dia merasa sedang di kasihani oleh orang yang dia cintai..dia sangat malu karena hal itu.
"Biar Farell yang bicara dengan Arini..tenang saja Farell akan membujuk nya agar mau menerima keputusan ini" kata Farell memberi saran karena seperti nya dia dan Arini butuh waktu untuk membicarakan tentang ini.
__ADS_1
"Kalau tidak mau jangan di paksa Rel,biar kami bawa Arini ke negara A saja" kata Aron yang seakan tau pikiran adik nya.
Farell hanya tersenyum lalu berjalan meninggalkan ketiga orang yang masih berada di ruang tamu dan menyusul Arini di taman belakang.