
"Arini,ini pesanan mu siap" kata Farell membuyarkan fokus Arini yang sedang menonton acara reality show.
"Benarkah.. terimakasih ka" kata Arini sambil berjalan ke meja makan dengan penuh antusias.
Farell hanya tersenyum melihat ekspresi wajah Arini yang sangat ingin makan cassoulet yang dia buat..Farell senang jika Arini menyukai nya..dia akan berusaha menjadi suami dan ayah yang baik dan sigap untuk mereka.
Dia juga akan menjadi ayah yang baik untuk anak yang Arini kandung..dia akan menerima sepenuh hati meski nanti anak itu akan kembali pada ayah nya dan tersisa dia dengan segala kenangan mereka.
Membayangkan hal itu membuat Farell sedikit sedih..bolehkah dia egois memiliki Arini dan anak itu untuk diri nya sendiri..sungguh dia sudah terlanjur sayang dengan mereka berdua namun dia tak boleh egois jika suatu saat nanti Arini memilih kembali pada pria itu.
'Bolehkah aku egois memiliki kalian untuk ku sendiri..aku tak sanggup jika harus kehilangan kalian' batin Farell menatap Arini yang tengah makan cassoulet buatan nya dengan lahap.
Sebisa mungkin Farell akan menciptakan momen indah untuk bisa dia kenang nanti jika waktu nya sudah tiba..dia akan berusaha menjadi ayah yang baik untuk anak itu dan juga suami yang bisa di andalkan untuk Arini.
__ADS_1
"Ka,enak sekali..kaka jago sekali membuat ini" kata Arini dengan mulut penuh memuji makanan buatan Farell yang memang enak sekali.
"Hey kalau makan itu di habiskan dulu baru kau bisa berucap.. bagaimana kalau kau tersedak hm" kata Farell mengambil tidur dan membersihkan mulut Arini yang belepotan.
"Hehe..maaf" kata Arini menyengir lalu memakan lagi cassoulet yang tinggal sedikit.
Farell hanay diam memperhatikan Arini saja..melihat Arini menyukai makanan yang dia buat membuat nya senang,setidak nya hal ini bisa dia jadikan momen indah untuk dapat dia kenang nanti nya.
"Hm" jawab Farell menjawab panggilan dari asisten nya.
"Bos maaf mendadak memberitahu anda..hari ini perusahaan xx meminta penandatanganan kerjasama nya di percepat dan mereka sudah sampai di kantor tengah menunggu anda" kata Miko menjelaskan permasalahan yang terjadi.
"Kenapa bisa mendadak sekali?" tanya Farell dengan suara dingin nya tampak tak suka waktu bersama Arini di ganggu.
__ADS_1
"Maaf bos,mereka memaksa padahal saya sudah memberitahu bahwa anda belum bisa masuk kantor tapi mereka kekeh" jawab Miko menjelaskan.
"Ck,baik lah aku akan ke kantor" jawab Farell berdecak lalu memutuskan telfon secara sepihak dengan kekesalan di hati nya.
"Kaka kenapa?" tanya Arini pura-pura tidak tau.
"Maaf Rini,Kaka harus ke kantor ada klien penting" kata Farell menjawab pertanyaan Arini jujur.
"Ouh..baik lah sebaik nya kaka berangkat saja Rini bisa istirahat di rumah" kata Arini berusaha menekan kesedihan nya agar Farell tak menganggap nya sebagai penghalang.
"Kau tak apa-apa..Kaka takut kamu butuh sesuatu dan tidak ada orang lain" tanya Farell berharap agar Arini mengatakan bahwa dia tidak mau di tinggal.
"Tidak apa-apa ka..Kaka berangkat saja" jawab Arini dengan wajah biasa saja namun hati nya benar-benar sedih ingin menghalangi namun dia hanya orang baru.
__ADS_1