
"Kenapa tidak menjawab hm..kau masih saja sombong ternyata baby,apa aku harus melakukan sesuatu agar kau berhenti menyombong seperti ini?" tanya Rovan yang tak mendapat jawaban dari Arini dan malah terdiam dan membuat nya benar-benar kesal.
"Lebih baik kau pergi sebelum suamiku datang dan menghajar mu" kata Arini tanpa menatap Rovan yang masih tetap berdiri di sisi brankar nya dan membuat Arini benar-benar jengah.
"Hahaha ayolah baby,aku masih mencintaimu..maaf waktu itu aku hanya khilaf dan lagi pula dia yang menggodaku duluan dengan mengaku masih perawan,kau tentu tau bukan jarang sekali wanita di negara kita yang masih menjaga segel nya..baby ayolah kita balikan ya aku masih sangat mencintaimu aku benar-benar minta maaf karena telah melakukan hal itu" kelas Rovan dengan tidak tau malu nya.
"Aku semakin jijik dengan mu Rovan,pergi sebelum kau bertemu suamiku" kata Arini dengan wajah memerah menahan amarah nya.
Rovan mendekati Arini dan membungkukkan badan nya,Arini reflek menjauh dan memegangi perut nya agar jika Rovan nekat dia masih bisa melindungi anak nya..dia tau Rovan bukan kah tipe pria yang mudah menyerah dia akan berusaha untuk mencapai apa yang dia inginkan.
"Mau apa kau bajinggan,pergi" pekik Arini saat Rovan mulai menyingkap selimut yang menutupi sebagian tubuh nya.
__ADS_1
"Seperti nya kau semakin berisi baby,I like it" kata Rovan menelisik setiap inci tubuh Arini meski masih mengenakan pakaian pasien.
"Jaga pandangan mu sialan.. pergi" teriak Arini karena merasa Rovan benar-benar gila.
"Aku menginginkan mu baby,seperti nya memang kau sudah membuatku terobsesi akan tubuh mu ini.. Aku yakin rasa tubuh mu lain dari yang lain meski aku belum pernah merasakan nya tapi sebentar lagi aku akan tau" kata Rovan dengan tatapan lapar yang sudah termakan akan gairrah.
Rovan mulai melepaskan satu persatu kancing kemeja nya..Arini tentu tak tinggal diam saja..dia turun dan mencabut selang infus nya begitu saja hingga darah mengalir keluar dari bekas infus nya.
Saat sampai di pintu rupa nya Rovan telah mengunci nya terbukti saat Arini hendak membuka nya tapi tidak bisa..Rovan hanya tersenyum melihat kelinci buruan nya ketakutan dia senang melihat Arini melawan.
"Ayolah baby kita bisa bermain sebentar sebelum suami mu kembali..aku benar-benar penasaran dengan rasa mu..come to me baby" kata Rovan santai sambil tersenyum smirk menatap Arini yang masih berusaha berteriak dan membuka pintu nya.
__ADS_1
"Sialannnn..buka pintu nya Rovan,tolongggg,kau Farel tolong Rini ka..tolongggg" teriak Arini dengan masih berusaha membuka pintu.
"Hahahaha..baby sudah jangan seperti itu nanti suara mu habis sebelum mulai..ayo baby" kata Rovan sambil berjalan mendekati Arini yang tampak meringkuk di sudut ruangan.
"Jangan mendekat Rovan,pergi.. pergiiiiii.. tolongggg arkhhh ssshh" teriak Arini menahan sakit di perut nya.
Rovan semakain mendekati Arini dengan senyum penuh kemenangan nya..seperti nya dia akan berhasil menggoyang Arini hari ini..dia sudah tidak sabar untuk itu seharusnya dari dulu saja dia paksa Arini tidur dengan nya,kalau begini dia kan jadi kebagian sisa suami Arini.
"Tolongggg jangannnnnn..lepaskan lepassssss..kau Farel tolongggg"
Brakkkkk....
__ADS_1