
Farell sejak tadi hanya diam saat ibu nya mendekati diri nya dan mencoba mengajak bayi bicara,pasal nya kejadian sebelum baby tampan darah daging nya Davina mengamuk setelah mendengar penjelasan sepotong dari Farell.
"Sayang maafin mommy udah ngamuk tadi,kamu juga yang salah jelasin cuma sepotong aja kan jadi mommy salah paham,ayolah sayang maafin mommy hm?" kata Davina berusaha membujuk Farell yang masih saja memasang wajah ngambek.
Sementara yang lain hanya terkekeh kecil melihat tingkah kedua orang itu, Ken sendiri hanya diam menatap wajah tampan cucu pertama nya..astaga dia sudah memiliki cucu itu arti nya dia sudah tua.
"John bukan nya kita sudah tua?" tanya Ken pada John ayah Arini.
"Hm,kau benar Ken..tidak terasa kita sudah tua,baru kemarin kita sama-sama menimang anak-anak dan kini kita sudah menimang cucu" kata John membenarkan ucapan Ken.
"Hahaha,setelah mereka siapa yang akan memberikan cucu pada kita lagi..apa kau mau bertaruh dengan ku?" kata Ken mendapatkan cubitan keras di perut dari Davina yang ternyata mendengar kata-kata Ken.
"Taruhan apa..cari suami baru oke aku mau" kata Davina mendelik menatap tajam Ken yang hanya meringis mengusap bekas cubitan Davina.
__ADS_1
"Baby,hehe tidak baby kami hanya bercanda" elak Ken sambil tersenyum lebar menatap ke arah Davina yang masih saja tampak cantik seperti di awal pertemuan mereka.
"Apa kalian sudah baikan?" tanya Ken lagi mengalihkan perhatian Davina.
"Sudah lah,mana bisa anak itu marah terlalu lama pada ibu nya..iya kan boy?" kata Davina dengan bangga menatap Farell.
"Tentu mom,mana bisa aku marah pada bidadari ku ini" balas Farell tersenyum sambil mengangguk.
"Cih,paling kau takut dengan ancaman mommy mu kan..ckckck Cemen" kata Ken meledek Farell putra sulung nya.
Akhir nya mereka diam dan saling menatap wajah mungil nan tampan versi Farell itu..Arini pun tersadar dari bius nya dan berusaha menyesuaikan pencahayaan di ruangan dimana dia berada.
"Sayang kau sudah bangun, bagaimana apa ada yang sakit hm?" tanya Farell sambil mengusap wajah Arini.
__ADS_1
"Di mana ini ka?" tanya Arini merasa asing dengan ruangan di mana dia berada.
"Di rumah sakit sayang, bagaimana perasaan mu?" jawab Farell dengan penuh cinta.
"Ka anak aku bagaimana kalau,apa dia baik-baik saja?" tiba-tiba Arini merasa panik setelah mengingat kejadian terakhir sebelum mereka diri umah sakit.
"Ssstt,anak kita baik-baik saja..dia sedang tidur" kata Farell menenangkan Arini yang mulai panik.
"Benarkah,Kaka tidak bohong,Rini mau lihat anak Rini ka" desak Arini ingin memastikan bahwa apa yang Farell katakan adalah benar adanya.
"Anak kita Rini,anak Kaka dan kamu..kamu paham?" Farell memperbaikinya kata-kata Arini dengan sedikit kesal karena Arini hanya menyebutkan anak nya saja tanpa dia ikut di dalam nya.
"Tapi kan dia memang anak Rini saja karena..ayah nya__" belum selesai Arini berujar Farell Sud memotong nya lebih dulu.
__ADS_1
"Aku ayahnya,aku ayah kandung nya" kata Farell mantap tegas menatap Arini tanpa terbantahkan.