
4 bulan kemudian.....
Arini dan Farell hari ini ada jadwal untuk memeriksakan kandungan Arini,ya sejak mereka saling terbuka dengan perasaan masing-masing mereka jadi semakin dekat dan melakukan segala hal bersamaan kecuali hubungan suami istri dan mandi,itu masih belum bisa mereka lakukan bersama-sama.
Arini ingin sekali menjadi milik Farell secara utuh meski dia tak lagi suci namun sebagai istri apalagi ini Sudja 4 bulan sejak pernikahan mereka dan kedua nya bahkan belum pernah melakukan hubungan badan.
Ingin Arini menawarkan diri namun dia tak mau Farell menganggap nya wanita murahan meski itu tak mungkin namun entah pikiran dari mana dia sampai berpikir begitu.
Dia terlalu malu untuk menawarkan hal seperti itu pada Farell yang notabenenya adalah suami nya sendiri..meski begitu dia tak berbau dan lebih ke malu karena dia menawarkan hal yang tak lagi menarik.
"Apa kau sudah siap sayang?" tanya Farell yang melihat Arini hanya melamun di kursi depan meja rias.
__ADS_1
"Ah,apa.. kenapa?" Arini terkejut dengan keberadaan Farell yang tiba-tiba.
"Kau kenapa hm..apa ada yang tak nyaman di tubuh mu?" tanya Farell sambil menelisik raut wajah Arini yang tampak tak begitu seperti biasa nya.
"Hah,ti..tidak ka..Rini baik-baik saja..a..Ayo" Arini gelagapan menjawab pertanyaan Farell sambil mengalihkan tatapan nya agar tak ketahuan bahwa dia sedang menginginkan sesuatu yang tak mungkin dia dapatkan.
"Baiklah ayo sebaiknya kita berangkat,aku sudah tidak sabar untuk melihat anak kita, hey sayang Daddy akan melihatmu nanti dan kamu jangan ngumpet ya" kata Farell mengajak Arini keluar dan berbicara dengan sang anak yang masih dalam kandungan.
Sayang takdir begitu kejam hingga dia sendiri tidak tau siapa ayah bayi yang tengah dia kandung,dia juga tidak tau bagaimana cara nya bayi itu bisa berada di dalam rahim nya.
Menyesal tidak ada arti nya,kini dia hanya ingin fokus merawat anak nya semampu nya..dia akan berjuang agar anak itu bisa terlahir karena bagaimana pun juga anak itu tidak bersalah.
__ADS_1
Mereka berangkat menuju rumah sakit tempat mereka membuat janji dengan dokter yang sudah keluarga Ken percaya sejak jaman Davina dan kini Arini.. Farell dan Arini telah sampai di rumah sakit,mereka keluar dari mobil dan bergegas menuju ruangan dokter.
Sesampai nya mereka di ruangan dokter tak sengaja mereka bertemu dengan Cecil,Cecil menghentikan langkah nya begitu juga dengan Arini dan Farell..mereka sejenak terdiam sebelum Cecil mengatakan sesuatu yang membuat Arini terkejut.
"Farell, Arini..kalian di sini juga..wah Arini kau hamil hahaha sudah berapa bulan sayang sekali jika anakku selamat pasti usia nya akan sama dengan anak mu Rini..bukan begitu Farell?" kata Cecil membuat kerutan di dahi Arini namun lain untuk Farell yang hanya diam namun menyimpan kemarahan di hati nya.
"Maksud mu apa?" tanya Arini tak mengerti.
"Kau tak tau kalau aku dan Farell tid___" belum selesai Cecil berkata-kata Farell sudah memotong nya.
"Jangan bicara yang tidak-tidak atau kau akan menyesal,ayo sayang dokter sudah menunggu kita" ujar Farell menatap tajam Cecil seakan memberi peringatan.
__ADS_1