
Tak terasa waktu sudah sore dan kini Ken dan Davina tengah berada di sebuah butik ternama untuk mencari gaun untuk di kenakan Davina.
Gaun berwarna merah muda dan hand bag berwarna cream sangat serasi jika sudah di padu padan kan dengan postur tubuh Davina yang tinggi satu kata yang bisa mewakilkan yaitu 'Perfect'.
Ken sudah keluar dari ruang ganti pakaian kemudian menuju tempat Davina berada ketika sampai Ken mematung melihat penampilan Davina yang feminim dan begitu anggun tidak seperti biasanya yang hanya menggunakan kaos oblong celana sobek-sobek serta topi rajut sejenis kupluk .
"Cantik juga setelah di make over" ucap Ken dalam hati setelah melihat penampilan Davina.
Sedangkan Davina yang juga menyadari kem yang sangat tampan dengan jas hitam yang lekat di badannya sangat lah pas dan membuat ketampanan nya meningkat .
"Tampan juga sih tapi kenapa sikapnya dingin dan cuek huh "gumam Davina dalam hati.
Setelah cukup saling pandang kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke tempat acara akan di gelar.
"Ekhem..ayo berangkat nanti kemalaman"ajak Ken sambil menarik tangan Davina lembut.
"Eh..a-ayo"
Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di tempat acaranya,Ken keluar terlebih dahulu lalu beralih menuju sisi sebelahnya untuk membukakan pintu untuk Davina,setelah itu Ken mengulurkan tangannya kemudian di sambut oleh Davina mereka berjalan sambil bergandengan tangan.
"Aku pulang saja ya"ucap Davina
"Kenapa..?"
"Aku malu di lihat banyak orang "jelas Davina
"Sudah tidak apa-apa asal kau tidak jauh-jauh dariku saja maka kau akan aman"
__ADS_1
"Huh... baiklah"
Mereka melanjutkan menuju kedalam gedung setelah sesi photo selesai.
"Aku ingin ke toilet "ujar Davina menahan sesuatu
"Aku antar"
"Tidak usah hanya ke toilet,tunjukan dimana jalannya aku sudah tidak tahan"
"Astaga.. baiklah kau jalan lurus saja sampai di dekat lorong belom kanan tepat sebelah kiri nantibada tulisannya"
"Baiklah"
"Hati-hati"
"Iya bawel"
Setelah itu Ken duduk kembali di kursinya sedangkan John tengah mengamati suasana agar tidak ada hal buruk yang kemungkinan akan terjadi.
"Ekhm..tuan apa kau butuh pasangan..?"ucap seorang wanita cantik nan sexy mendekati Ken
"Pergi"
"Ayolah tuan aku bisa menemani mu minum sebentar,bolehkah..?"
"Pergi"
"Baiklah aku akan pergi jika kau mau minum walau hanya sekali saja denganku disini"
"Baiklah"
__ADS_1
"Begitukan enak tuan"ucap wanita itu menyeringai penuh arti.
Ken mengambil gelas itu dan hendak akan meminumnya namun tiba-tiba gelas itu jatuh tersenggol Davina yang sudah kembali namun tidak sengaja dia terjatuh karna sepatu hak tinggi yang tidak biasa dia pakai.
"Astaga..hey kau punya mata tidak ..?"ucap wanita itu membentak Davina
"Kenapa kau marah-marah aku kan tidak sengaja"
"Dasar perempuan murahan,kau pasti kemari sengaja untuk menggoda tuan Ken kan ayo mengaku saja lah caramu sungguh murahan .."
"Astaga mulutmu perlu ku beri pelajaran ternyata"ucap Davina sambil menyuapkan makanan pedas ke mulut wanita penggoda tadi.
"Arghhhh kurang ajar kau..awas kau akan ku balas kau"wanita itu berlalu pergi karena rencananya gagal total akibat Davina sungguh sial nasibnya.
"Tuan maaf aku tadi tidak sengaja"sesal Davina meminta maaf pada Ken dengan raut wajah menyesal
"Hmm..tidak apa-apa"
"Benarkah..?"
"Iya..ayo pulang aku harus ganti baju"
"Baiklah"
Mereka pulang ke tempat masing-masing.
Ken mengantarkan Davina ke apartemen nya,setelah sampai Davina mengucapkan terima kasih .
"Terimakasih tuan sudah mengajak saya ke pesta mewah seperti itu"
"Hmmm..tidak apa,aku pulang dan terimakasih sudah menemani ku"
__ADS_1
"Iya sama-sama tuan, hati-hati"