
Arini saat ini sedang berada di rumah sakit..kepala nya pusing dan perut nya tidak enak serta badan nya lemas tak bertenaga mungkin efek alkohol yang dia minum terlalu tinggi.
Saat sampai di depan ruangan dokter yang entah dokter apa karena pandangan nya sudah buram Arini terjatuh tak sadarkan diri.
"To..long saya dok" kata Arini lirih sebelum benar-benar jatuh pingsan.
Si dokter yang bertugas langsung membantu Arini naik ke atas brankar pasien..dia meminta bantuan pada salah satu suster pembantu nya untuk mengangkat Arini ke atas brankar.
Setelah nya si dokter memeriksa keadaan Arini dan setelah selesai si dokter menyuntikkan entah apa pada bagian tubuh Arini..setelah nya si dokter membiarkan Arini istirahat lalu si dokter memilih meninggalkan ruangan itu.
Beberapa menit kemudian,Arini tersadar dari pingsan nya..dia mengerjap berkali-kali dan menatap ruangan di mana dia berada..kamar rumah sakit..astaga dia ingat tadi dia benar-benar merasa lemas dan pusing lalu dia tidak sadarkan diri setelah nya.
Tanpa pikir panjang Arini memilih keluar dari ruangan itu tanpa melihat ruangan apa yang dia masuki tadi..Arini memilih pulang menggunakan taksi karena badan nya masih terasa lemas dan kepala nya juga sedikit pusing.
__ADS_1
Sementara itu Farell telah tiba di villa sejak pagi tadi namun tak menemukan keberadaan Arini..dia merasa bersalah karena telah melanggar janji nya untuk menemani Arini ke rumah sakit untuk cek kesehatan nya.
"Halo Miko..apa tadi kau ada kembali ke villa?" tanya Farell pada asisten nya.
"Maaf bos..tidak" jawab Miko jujur karena dia tidak pulang sejak kemarin malam karena harus lembur di kantor menggantikan Farell.
"Berarti kau tidak tau di mana Arini..astaga" kata Farell semakin resah karena Arini tidak ada di villa.
"Arini" panggil Farell berjalan mendekati gadis itu.
Arni melangkah mendekati Farell dan menyapa nya dengan raut wajah yang masih pucat dan kepala pusing serta badan nya begitu lemas..Farell melihat Arini sakit langsung membantu nya.
"Kau sakit..kau dari mana.. Aku khawatir takut kau pergi dan berbuat nakal lagi" kata Farell bertanya pada Arini namun Arini hanya diam sambil memejamkan mata mau menahan pusing di kepala nya.
__ADS_1
"Hey..kau sakit..apa tadi kau sudah cek dokter maka nya jangan terlalu banyak mengkonsumsi alkohol gadis nakal" kata Farell menasehati Arini.
"Maaf" hanya kata itu yang mampu Arini ucapkan meski dengan suara hampir tak terdengar.
Farell menggendong Arini dan membawa nya ke kamar untuk mengecek keadaan Arini..dia jadi khawatir dengan keadaan gadis nakal itu yang tampak tidak baik-baik saja.
"Istirahat lah..mau ku buatkan susu hangat?" titah Farell lalu menawarkan susu hangat untuk Arini.
Hanya anggukan kecil yang mampu Arini berikan sebagian tanggapan karena dia benar-benar tidak lagi mampu berkata-kata..kepala nya akan berdenyut jika dia mengucapkan satu kata dari mulut nya.
Farell keluar untuk membuatkan Arini susu hangat lalu dia kembali lagi dan memberikan nya pada Arini..Arini menerima nya dan mulai menyeruput susu hangat itu sedikit demi sedikit setelah nya dia berterima kasih kepada Farell yang mau repot-repot membuatkan nya susu hangat itu.
"Terima kasih ka" kata Arini tulus lalu memejamkan mata nya.
__ADS_1