
"Arini,bangun lah..maafkan kakak ya telah lalai menjaga mu hingga kau sakit..siapapun yang tengah kau tunggu jangan sampai membuat anak ini tersiksa..Kaka akan menjaga mu serta memperhatikan mu lebih dari sebelum nya..kakak janji" janji Farell pada Arini.
Dua jam berlalu begitu saja.. Arini mulai sadar dan mengerjap mata nya berkali-kali..dia melihat sekitar ruangan..kamar rumah sakit..kenapa dia ada di sini..ada apa ini..apa yang terjadi sehingga dia berada di sini.
"Aku kenapa..anakku..astaga anakku apa dia baik-baik saja..oh tuhan aku tidak tau kenapa aku bisa berada di ruangan ini" batin Arini bertanya-tanya karena dia merasa heran ketika bangun sudah berada di kamar rumah sakit.
Farell bangun karena merasakan pergerakan dari ranjang Arini..dia membuka mata nya dan mendongak melihat ke arah Arini dan menemukan gadis cantik yang telah resmi menjadi istri nya itu sudah membuka mata nya.
__ADS_1
Farell tersenyum melihat Arini yang tampak linglung melihat diri nya berada di pinggir ranjang dengan posisi telungkup dan kini tengah menatap nya.
"Kau sudah sadar Arini.. syukurlah kakak khawatir" kata Farell mengusap kepala Arini penuh sayang namun Arini mengartikan nya sebagai kasih sayang seorang kakak.
Dalam hati Arini ingin menjerit keras mengatakan bahwa dia mencintai Farell suami nya pria yang telah membuat hati nya bergetar sejak dulu.. sungguh ingin dia mengutarakan isi hatinya pada Farell namun dia belum mampu.
"Maaf Arini membuat Kaka khawatir" ujar Arini dengan wajah penuh sesal.
__ADS_1
"Tidak apa-apa ka..tadi Arini masak makan siang untuk kita karena kata nya Kaka hanya sebentar di kantor jadi Arini memasak..karena Arini mau menunggu kakak untuk makan siang bersama jadi Arini menunda makan nya sampai Kaka kembali namun sampai waktu makan siang habis Kaka belum juga kembali, akhirnya Arini memutus untuk tidur dan setelah itu Arini tidak tau apa yang terjadi..maaf sudah membuat kalian khawatir" sesal Arini lalu menceritakan bahwa dia sempat memasak untuk Farell dan juga diri nya.
Deg......
Jantung Farell kembali berdetak semakin kencang saat mengetahui kenapa Arini bisa sampai tak sadarkan diri..ternyata tidak menunggu pria itu tapi menunggu nya makan siang bersama namun bodoh nya dia malah melupakan janji nya yang akan pulang lebih cepat.
"Maafin Kaka Rini,maaf Kaka melupakan janji Kaka..maaf kakak akan mengganti janji Kaka yang Kaka lupakan tadi" sesal Farell menggenggam tangan Arini erat serta menciumi punggung tangan Arini.
__ADS_1
Arini tersenyum dan mengangguk sambil mengusap wajah Farell yang masih penuh sesal atas kelalaian nya melupakan janji nya sendiri..Arini merasa senang setidak nya perhatian yang Farell berikan bisa dia rasakan dan nikmati meski hanya sebatas kakak yang memperhatikan sang adik.
"Arini akan menunggu Kaka membuka hati untuk Rini" batin Arini bertekad untuk menunggu Farell membuka hati nya.