Cinta Tuan Muda Tampan

Cinta Tuan Muda Tampan
Ep_78 S2..Maafkan Aku


__ADS_3

Farell baru saja selesai dengan urusan ngidam Arini..dia segera kembali karena sudah terlalu lama meninggalkan Arini seorang diri di kamar rawat nya..dia hanya takut jika Arini membutuhkan sesuatu namun tak ada yang membantu nya.


"Seperti nya sedikit macet.. ck bisa tidak mobil-mobil sialan itu menyingkir..huftt sabar semoga Arini belum tidur lagi" gumam Farell kesal sambil mengumpat setiap mobil yang menghalangi jalan nya.


Setelah perjuangan panjang melewati kemacetan yang tidak terlalu ramai namun tetap membuat nya kesulitan kini Farell tengah berada di parkiran rumah sakit setelah memarkirkan mobil nya dengan benar.


Dia turun dan berjalan menuju kamar rawat Arini setelah mengunci pintu mobil nya..dia berjalan dengan tenang namun tiba-tiba perasaan Jay menjadi tidak nyaman entah kenapa..dia mempercepat langkah nya menuju ruangan Arini namun setelah sampai di depan ruangan Arini,Farell merasa aneh karena tak ada seorang pun yang lewat atau lalu lalang di lorong itu.


"Kemana semua orang, benar-benar aneh" gumam nya sambil mencoba membuka pintu kamar rawat Arini namun tak bisa.


Farell menggedor-gedor pintu itu namun nihil tak ada sahutan dari dalam..dia semakin gelisah dan khawatir memikirkan kemungkinan yang terjadi dengan Arini di dalam ruangan itu.

__ADS_1


"Ariniiii,Arini ini kakak Rini"


"Arini buka pintunya Arini..ini kakak"


"Arini are you ok?"


Semakin gelisah lah Farell sekarang..dia berusaha mendobrak pintu itu namun kesulitan karena pintu itu terbuat dari besi..tak kehilangan akal Farell mengambil batu besar dari taman kecil dekat ruangan Arini..dia memukul-mukul gagang pintu itu hingga rusak dan seketika pintu terbuka.


Farell mendobrak pintu itu karena sedikit macet..saat dia telah berhasil mendobrak nya dia melihat Arini yang tengah meringkuk di sudut ruangan dengan seorang pria di depan Arini yang masih mencoba mendekati Arini.


"Tolongggg jangannnnnn..lepaskan lepassssss..kau Farel tolongggg"

__ADS_1


Brakkkkk....


"Bajingan kau" teriak Farell lalu memukulkan kursi yang ada di dekat brankar Arini ke kepala Rovan hingga Rovan terjatuh tak sadarkan diri dengan darah mengucur deras dari kepala nya.


"Arkhhhhhhh" teriak Arini terkejut melihat kejadian itu di depan mata nya sendiri.


Farell mendekati Arini dan mendekap nya erat..dia gemetaran sama dengan tubuh Arini yang kini tengah bergetar hebat karena ketakutan dan keterkejutan nya..dia menenangkan Arini yang masih ketakutan dan meringis menahan sakit.


"Hey kau kenapa sayang.. Arini" tanya Farell tanpa sadar memanggil Arini dengan sebutan sayang dan melihat wajah Arini yang kian memucat.


"Ssshhh,sakit ka arkhhhhhhh" ringis Arini saat merasakan perut nya bagai di cengkram erat.

__ADS_1


Tak banyak bicara Farell langsung mengangkat Arini menuju ruangan lain dan memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Arini..dia benar-benar khawatir dan juga marah dengan diri nya sendiri yang begitu lama meninggalkan Arini sendirian.


"Maafkan aku,maafkan aku..ini salahku yang terlalu lama meninggalkan mu maafkan aku" kata Farell dengan suara bergetar menahan Isakan tangis dari mulut nya.


__ADS_2