CIUMAN TERAKHIR

CIUMAN TERAKHIR
BAB 11. Queen Of Drama


__ADS_3

“Luna ! Awas!!!!” Seru Emma yang berjalan di sebelah Aluna, sementara Aluna sibuk melihat ke layar handphonenya sambil berjalan, tanpa menyadari mereka sedang melintas di pinggir lapangan basket.


Kepala Aluna mendonggak, mengalihkan pandangannya dari handphone yang di pegangnya. Bola matanya yang cantik itu segera membesar menatap kepada bola berwarna orange yang meluncur ke arahnya.


Tubuh rampingnya tak bisa bergerak, terpaku begitu saja, sepertinya system saraf pusatnya yang bertugas untuk mengirimkan perintah untuk bergerak menghindari bola itu dalam loading yang lelet. Bola dengan kecepatan yang lumayan itu meluncur turun dengan kuat, Emma yang berada di sebelahnya dengan spontan berteriak sambil melindungi kepalanya sambil berlari menjauh. Tersisa Aluna yang menatap bola itu berusaha mencerna keadaan.


“BUK!!”


Bola basket itu mendarat dengan sempurna di ubun-ubun Aluna, membuat keseimbangan tubuhnya limbung ke belakang, dan saat dia terjatuh, bola itu telah memantul entah kemana.


Aluna hanya tahu matanya berkunang-kunang, pandangannya buram sesaat.


Dan setelah itu Aluna tak ingat apa-apa lagi. Dia pingsan.


...                                                                ***...


“Ukh…” Aluna membuka matanya, aroma minyak kayu putih menyeruak ke dalam hidungnya, menggerakkan kesadarannya.


“Hey, Lun…bangun…” Suara Emma, yang di kenalnya, terdengar memanggil samar-samar.


Aluna membuka matanya perlahan, saat merasakan seseorang mengoyang-goyangkan tubuhnya perlahan.


Wajah Emma yang terlihat cemas, menatap ke arahnya.


“Kamu sudah sadar, Lun?”


Terdengar tarikan nafas lega Emma menatap temannya itu telah mebuka matanya dengan sempurna.


Aluna mengedarkan pandangannya menatap sekelilingnya. Ruangan putih bersih yang membuatnya sedikit terkejut dan bingung. Dia sedang terbaring di sebuah tempat tidur kecil.


“Eh, aku di mana?” tanya Aluna sambil memegang kepalanya yang terasa masih pening, matanya menangkap sosok berjubah putih yang berdiri menatapnya tidak jauh dari tempat Emma berdiri.


“Kamu di ruang UKS. Tadi kamu nggak sadarkan diri.”


“Aku nggak sadarkan diri?” Aluna berusaha bangkit sambil memegang kepalanya yang puyeng.


“Lun…lihat aku!” Emma menarik kedua tangan Aluna.


“Ha…”


Aluna menatap Emma dengan bingung, melihat sikap temannya yang melotot padanya dengan serius.


“Kamu kenal denganku?”


“Apa…apa maksudmu?” Aluna bingung menatap pada Emma.

__ADS_1


“Dok…tolong…tolonglah temanku ini, dia mungkin mengalami gegar otak, dia amnesia!”


Emma memalingkan wajahnya pada perempuan setengah baya berwajah tenang dan ramah yang ada di belakangnya.


“Hey, apa maksudmu, Em! Tentu saja aku mengenalmu, kamu Emma! Astaga, kamu kenapa , sih?” Aluna menimpuk bahu Emma dengan gemas di sambut tawa kecil dokter Tia, dokter muda yang menjadi bagian dari tim klinik di sekolah mereka.


“Eh, syukurlah. Ku kira karena benturan bola basket tadi, otakmu sedikit bergeser dan kamu menjadi amnesia seperti di drama-drama yang sering di tonton mama.” Emma terkekeh senang melihat muka Aluna yang cemberut sambil mengusap kepalanya.


“kepalamu tidak apa-apa, mungkin hanya terkejut saja. Tidak ada trauma, kok. Sebaiknya kamu beristirahat di ruangan ini beberapa saat lagi, sampai kepalamu benar-benar pulih.”Saran dokter Tia, sambil tersenyum dan meninggalkan ruang UKS.


“Aku pingsan tadi?”  tanya Aluna sambil melotot, wajahnya merah merona terlihat malu.


Emma mengangguk sambil tersenyum pada Aluna.


“Dia nggak apa-apa, kan?” tiba-tiba Rae muncul di pintu dengan pakaian olah raga, rambutnya terlihat lembab oleh keringat sementara dahinya tertutup bandana, membuatnya terlihat begitu mempesona. Cool dan macho dalam waktu bersamaan.


“Aaa…bebeb, Luna nggak apa-apa, kok. Dia cuman pingsan karena terkejut saja” Wajah Emma menjadi riang, saat melihat kedatangan Rae.


“Kenapa dia jadi sok perhatian begitu?” tanya Aluna pada Emma dengan alis yang meninggi.


Emma berbalik dan memegang lengan Rae dengan manja,


“Bola basket yang mengenai kepalamu itu tidak sengaja di lemparkan oleh Rae saat memasukkan bola ke dalam ringnya…”


“Haaah…jadi dia yang melemparkan bola ke arahku?” Aluna menyela sambil turun dari tempat rtidur dengan wajah kesal,


“Nggak sengaja? Masa?” Luna menatap Rae dengan sinis, tangannya bersidekap di depan dada, ekor matanya terlihat tajam, tertuju lurus pada Rae.


Melihat kesinisan Aluna, bola mata Rae membesar.


“Aku ke sini cuman mau memastikan bahwa kamu tidak pingsan karena drama.” Sahut Rae dengan dingin.


“Astaga…kenapa kalian jadi bertengkar lagi, sih…”Emma menggaruk-garuk kepalanya.


“Drama? Kamu bilang drama? Dasar nggak punya perasaan! Orang hampir mati dia bilang drama.” Aluna berucap dengan kesal.


“Aku curiga, kamu sengaja melempar kepalaku dengan bola karena mau balas dendam, ya, kan?”


“Balas dendam? Eh, lebah berisik…aku balas dendam untuk apa?”


“Kamu balas dendam karena aku melaporkanmu kepada kepala sekolah, telah memecahkan kacamata Amar!” Sambut Aluna dengan masam.


“Ngapain aku balas dendam untuk hal sepele begitu? Biarpun aku mau membalasmu, levelannya buakn dengan melempar bola seperti itu! Dasar ge-er!” Balas Rae, sekarang dia benar-benar kesal luar biasa dengan Aluna.


Dia sudah membesarkan hatinya untuk meminta maaf atas kejadian dimana dia tidak sengaja melemparkan bola, meleset dari ring tetapi memangenai kepala Aluna yang sedang lewat di pinggir lapangan. Rae sebenarnya malas berhadapan dengan Aluna, karena jika mereka bertatap muka, entah mengapa dewa perang seperti terpancing turun ke bumi, perkara dia mengompori pak Amin penjaga gerbang karena Aluna terlambat saja, di ingat gadis

__ADS_1


itu sampai kapanpun.


Hal itu sepertinya membuat kesan tak suka Aluna pada Rae begitu melekat. Niatnya untuk minta maaf pun menguap entah kemana.


“Please, stop it! Kalian nggak capek apa, selalu ribut setiap bertemu?” Emma meletakkan kedua telapak tangannya di telinga.


“Dia yang memulai.” Aluna mencibir ke arah Rae, saat dia menggerakkan kepalanya, tiba-tiba dia merasa pusing sedikit dan terpaksa memegang kepalanya. Reaksi setelah benturan bola yang memantul di kepalanya tadi masih terasa.


“Terserah kau saja…” Rae berbalik dan berjalan keluar, saat akan melewati pintu dia berbalik.


“Emma.” Dia merogoh sakunya.


“Ya.” Mata Emma berbinar, mendengar namanya di panggil oleh Rae.


“Tolong, kembalikan ini padanya.” Tangannya terulur, melayang di udara. Pada telapak tangannya terlihat sebuah handphone, milik Aluna.


Mata Aluna tak berrkedip karena terkejut melihat handphonenya ada di tangan Rae.


Emma dengan masam mengambilnya, dia mengira Rae memanggilnya untuk maksud yang lain, maklum saja Rae jarang sekali memanggil namanya, yang ada dia selalu di cueki oleh Rae bahkan dianggap seolah tak ada.


“Queen of drama…”Suara gumam itu terdengar dari mulut Rae sebelum dia benar-benar hilang dari pandangan.


“Astaga, dia adalah manusia yang paling menyebalkan sedunia!” Aluna beranjak mengambil handphonenya yang di angsurkan Emma padanya. Benda itu jatuh dari genggamannya saat dia pingsan tadi.


Aluna mengelusnya dan memastikan handphonenya itu tidak retak atau semacamnya. Ponsel itu adalah hadiah ulang tahunnya dari sang mama sebelum berangkat mengambil S-2 ke Perancis bersama papanya dua minggu yang lalu.


“Kenapa handphoneku ada di dia?” tanya Aluna sambil menatap ponsel keluaran terbaru, hadiah mamanya itu.


“Seharusnya kamu nggak perlu galak begitu sama Rae.”


“Memangnya kenapa? Dia kan yang melempar kepalaku dengan bola?”


“Itu hanya kecelakaan nggak di sengaja, tapi dialah yang menolong kamu tadi. “


“Menolongku?”


“Kamu beruntung, bahkan aku rela di timpuk bola basket sepuluh kali demi di gendong oleh Rae.” Emma terlihat manyun, memperlihatkan rasa irinya secara terbuka.


“What? Digendong Rae??? Are You kidding me?” Handphone Aluna hampir jatuh dari genggamannya karena shock.



Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia, kalian adalah kesayangan othor🤗 i love you full....


Jangan Lupa VOTEnya yah untuk mendukung novel ini, biar othor tetap semangat menulis😂🙏🙏🙏

__ADS_1


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya...


__ADS_2